Cara Optimasi Potensi Diri | ADI SUMARNA

Cara Optimasi Potensi Diri Bumi Korea Kamis, 09 April 2020 No Comment

        Setiap orang terlahir unik, memiliki karakter, bakat, potensi dan kelebihan masing-masing. Namun sayangnya ada begitu banyak orang yang tidak bisa memaksimalkan atau optimasi potensi yang dimilikinya sehingga ia tidak bisa menghasilkan kesuksesan dalam hidup, bahkan lebih parah lagi mereka sama sekali tidak mengetahui kelebihan yang dimilikinya.

          Ada orang yang sadar dengan kelemahannya kemudian beusaha keras merubah kelemahannya menjadi kekuatan. Ada orang yang sudah tahu kekurangannya kemudian ngotot ingin berkarir di bidang yang dia sendiri sadar kekurangan dia disitu.

       Memang sah-sah saja selama dia mau berusaha melakukannya, dan memang betul batu yang keras pun bisa berlubang jika ditetesi air terus menerus, tapi akan jauh lebih cepat jika kita melubangi batu itu dengan Mesin Bor. Saya sendiri lebih suka memaksimalkan potensi yang saya miliki dari pada memperbaiki  kelemahan saya karena hasilnya akan jauh lebih cepat terasa.

Pelajari juga: Cara membentuk world class skill

    Logikanya, misalkan Anda berlatih sepak bola dan Bulu tangkis dengan porsi waktu latihan yang sama, hasilnya dalam waktu 3 tahun skill Sepak bola Anda di level 4, dan skill Bulu tangkis Anda di level 7. Kemudian Anda ngotot ingin menjadi pemain sepak bola, dan Anda memutuskan untuk berlatih sepak bola lagi selama 2 tahun sehingga skill Sepak bola Anda meningkat di level 6, itu artinya Anda hanya bisa menjadi pemain Sepak bola biasa dengan skill rata-rata atau standar.

      Tapi jika Anda memutuskan untuk menjadi pemain Bulu tangkis karena Anda tahu Anda lebih berpotensi di olah raga Bulu tangkis, dengan analisa perbandingan level skill tadi Sepak bola level 4, Buli tangkis level 6. Kemudian Anda melatih lagi kemampuan bermain Bulu tangkis Anda selama 2 tahun juga, hasilnya level skill Bulu tangkis Anda meningkat ,menjadi level 8 bahkan bisa di level 9 atau 10 karena memang Anda bepotensi disitu. Dan itu artinya Anda bisa menempati posisi puncak, menjadi pemain luar biasa dengan skill diatas rata-rata.

     Dr. Anders Ericsson dari University of Florida melakukan riset selama 25 tahun, menemukan bahwa diperlukan waktu 7000 jam untuk bisa mencapai kinerja terbaik,. Namun riset lanjutannya membuktikan bahwa seseorang memiliki potensi atau bakat alami di bidang tertentu, maka ia bisa mencapai kinerja terbaik dan menempati posisi puncak hanya dalam waktu satu atau dua tahun.

     “Any weapon is a good weapon as long as you can use it with skill.” Senjata apapun adalah senjata yang baik selama Anda bisa menggunakannya dengan keterampilan.

    Jangan memaksa kura-kura untuk bisa terbang, jangan memaksa capung untuk bisa berenang. Sekali lagi setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tingkatkan saja apa yang memang menjadi kelebihan Anda secara terus-menerus hingga Anda berada diposisi puncak di bidang itu.


    “Kenali dirimu, kenali musuhmu, dan kenali medan tempurmu. Dan kau akan memenangi seribu pertempuran” (Sun Tzu)

Sebuah kalimat sederhana namun bisa berdampak luar biasa jika kita benar-benar menerapkannya di berbagai bidang pertempuran, pertandingagan, persaingan bisnis, pekerjaan, dan lain-lain.

Lagi Sun Tzu juga berkata "Memahami dan mengetahui kekuatan sendiri, kita sudah memenangkan separuh peperangan ini".

Manfaatkan waktu dengan baik, kita dan seluruh makhluk di bumi ini memiliki waktu yang sama yakni 24 jam. 8 jam untuk tidur, 8 jam lagi untuk bekerja (bagi yang bekerja) atau bersekolah (bagi yang masih sekolah), dan sisa waktu 8 jam lagi digunakan untuk mandi, makan, ibadah, dan berbagai macam kegiatan remeh-temeh seperti rebahan, nongkrong, dll.  Jika Anda memanfaatkan waktu 8 jam yang tersisa itu untuk melatih banyak keterampilan maka Anda tidak akan bisa menjadi ahli karena Anda akan kehilangan fokus, dan terjebak dalam dkesibukan, apa lagi jika Anda menggunakannya untuk hal-hal yang tidak jelas yang sama sekali tidak memberikan manfaat. Sementara kompetitor Anda lebih fokus menggunakan waktu nya untuk melatih satu bidang yang memang dia ingin menjadi Ahli dibidang itu, selain itu dia juga memang berbakat di bidang itu, maka kompetitor Anda itu akan jauh meninggalkan Anda.

Kesimpulannya
Bakat + Porsi latihan banyak = Ahli
Bakat + Porsi latihan sedang = Terampil
Bakat + porsi latihan sedikit = Biasa/Bisa
Tidak berbakat + Porsi latihan banyak =Biasa/terampil
Tidak berbakat + Porsi latihan sedang = Biasa/dibawah rata-rata
Tidak berbakat + Porsi latihan sedikit  = Dibawah rata-rata/tidak bisa

Orang kuat bukanlah orang yang tidak punya kelemahan tapi ia lebih memilih fokus pada kekuatan yang dimilikinya
Seorang pemberani bukanlah orang yang tidak punya rasa takut namun ia lebih memilih fokus pada keberanian yang ia miliki.
Seorang yang hebat bukan berarti tidak punya kekurangan namun ia lebih memilih fokus pada apa yang menjadi kelebihannya.

Semoga tulisan ini bisa membangunkan Anda dari mimpi belaka, dan tersadar untuk  segera memaksimalkan atau mengoptimasi potensi yang ada di dalam diri Anda.

Pelajari juga: Tingkatan sebuah ilmu
by Bumi Korea

Bumi Korea Media online untuk berbagi pengetahuan seputar korea selatan mulai dari bahasa kebudayaan dan hiburan

Follow her @ Instagram | Facebook | Google Plus

No Comment