ADI SUMARNA: Pengembangan Diri

Browsing "Older Posts"

Home » Pengembangan Diri

Raih Sukses Dengan 5 ON ala Zamil Azzaini

Semua orang mendambakan kesuksesan. Berbagai macam, cara, upaya dan kerja keras dilakukan hanya untuk mengejar satu kata yaitu "SUKSES". Namun sayangnya tidak semua orang mampu mencapai kesuksesan yang diinginkan. Untuk itu kami share cara meraih sukses dengan 5 ON. 

Ilmu ini saya dapatkan dari buku yang berjudul 'ON' yang ditulis oleh Zamil Azzaini seorang motivator top Indonesia atau yang biasa dikenal dengan inspirator sukses mulia. Saya membeli buku tersebut saat mengikuti seminar beliau sewaktu di Korea.

Isi buku ini menurut saya sangat luar biasa penuh dengan motivasi, inspirasi, dan strategis sehingga saya rasa seluruh generasi muda Indonesia perlu membacanya. Untuk itu saya merangkum sedikit isi dari buku tersebut dan saya bagikan melalui artikel ini. Jika anda ingin membaca buku tersebut secara utuh silakan beli bukunya.

Bagi saya ON tersebut sama seperti sebuah tombol ON yang jika kita tekan maka akan mengaktifkan sendi-sendi kekuatan yang kita miliki.

Ya ON tersebut adalah MOVE 'ON', VISI'ON', ACTI'ON', PASSI'ON', COLLABORATI'ON' mari kita urai satu persatu

MOVE ON

Move on artinya 'berpindah, bergerak, atau berjalan terus'. Tentu saja pergerakannya harus ke arah yang lebih baik lagi. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.

Move on juga bisa diartikan  bangkit dari keterpurukan, jika saat ini anda mengalami banyak masalah, terpuruk, bangkrut dan sebagainya yupz itu berarti anda harus segera move on. Bahkan anda yang baik-baik saja pun, sudah hidup nyaman, tentram dan damai tetap harus move on. Karena dunia dan seisinya akan terus berubah dari waktu ke waktu jika anda tidak bergerak mengikuti perubahan maka anda akan tertinggal.

"Hidup itu seperti naik sepeda untuk menjaga keseimbanganmu, kamu harus terus bergerak" Albert Einstein

Ya ciri hidup itu adalah berubah, bertumbuh, dan berkembang.Tidak ada kemajuan yang bisa diraih tanpa melakukan perubahan. Ketika anda sudah nyaman dengan rutinitas sehari-hari anda, hati-hati anda akan masuk kedalam jebakan, hidup anda akan seperti robot beraktivitas tanpa berpikir dan menggunakan hati nurani serta tidak melakukan perubahan apapun dan tidak mengikuti perubahan zaman.Saat itulah sejatinya anda sudah mati sebelum jasad anda terbujur kaku didalam bumi meskipun secara biologis anda masih hidup.


VISION

Vision atau visi secara sederhana adalah impian atau tujuan kita. Apa jadinya jika permainan sepak bola tanpa gawang? ya pemain akan terus menerus berputar-putar dilapangan tanpa henti. Seorang Musafir memiliki tujuan untuk mengakhiri perjalananya, Seorang pilot pesawat terbang tidak akan bisa mendaratkan pesawatnya bila tidak menetapkan di Bandara mana dia akan mendaratkan pesawatnya sampai pesawatnya jatuh kehabisan bahan bakar, begitu juga dengan nahkoda kapal akan terus mengarungi lautan tanpa pernah bisa berlabuh jika tidak ada pelabuhan yang dituju.

Maka tetapkan visi dunia dan visi akhiratmu. Mereka yang lupa akan akhirat biasanya hanya memiliki visi dunia saja, padahal tempat kembali kita yang abadi adalah akhirat. So tentukan visi dunia dan akhiratmu dengan jelas lalu berjuanglah dengan keras untuk mewujudkannya.

Baca juga:

ACTION

Action berarti "aksi/tindakan". Visi tanpa aksi hanyalah sebuah imajinasi yang tak akan pernah terealisasi. No action nothing happen, take action miracle happen. Namun yang dimaksud tindakan disini bukanlah tindakan yang asal-asalan atau serampangan tetapi tindakan yang relevan dengan visi anda sehingga hasilnya berdampak pada tercapainya visi anda.

Jangan sampai "sibuk for nothing", terlihat benar-benar sibuk tapi tidak menghasilkan apa-apa sehingga hanya buang-buang waktu, tenaga, pikiran, dan materi. Contoh jika visi dunia anda adalah ingin menjadi pengusaha sukses dengan omzet 1 milyar/bulan. Tentu tindakan yang harus anda lakukan adalah memulai berbisnis, belajar bisnis, baca buku bisnis, nonton video bisnis, dengerin podcast bisnis, ikut seminar/training/workshop kewirausahaan, bergaul dengan para pengusaha dan sebagainya.

Jika visi dan tindakan anda selaras seperti itu, tentu kemungkinan visi anda terwujud itu lebih besar. Sebaliknya jika visi anda ingin jadi pengusaha sukses tetapi yang anda lakukan adalah main game, nongkrong, rebahan dan hal-hal yang tidak ada hubungan dengan visi anda tapi anda lakukan terus-menurus mimpi visi anda bisa terwujud.

Begitu pun juga untuk visi akhirat anda, jika anda ingin masuk surga tentu anda sudah paham sendiri apa yang harus anda lakukan selama hidup di dunia dan apa tidak boleh anda lakukan.

Kewajiban kita jauh lebih banyak dari waktu yang tersedia, oleh karena itu tentukan "SKALA PRIORITAS". Apa saja yang harus diutamakan, didahulukan, disegerakan, dan mana yang boleh ditunda, diduakan, dan seterusnya.

Bagi seorang muslim tentu skala prioritasnya sudah jelas yaitu WAJIB-SUNNAH-MUBAH-MAKRUH
Wajib :Harus dilakukan jika ditinggalkan berdosa
Sunnah: Dilakukan berpahala ditinggalkan tidak apa-apa
Mubah: Boleh dilakukan boleh juga tidak
Makruh: Bila dilakukab tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Selain itu ada satu lagi yaitu "HARAM", sesuatu yang tidak boleh anda lakukan

Dalam hal menyelaraskan antara visi dengan aksi pun sama, anda harus punya skala prioritas seperti itu. Jika aksi tersebut memberikan dampak besar bagi terwujudnya visi anda berarti itu wajib anda lakukan setiap hari, aksi yang memberikan dampak sedikit berarti jarang-jarang saja dilakukan, aksi yang tidak memberikan dampak apa-apa sewaktu-waktu saja boleh anda lakukan tapi untuk aksi yang justru akan membuat gagal mencapai visi ini jelas haram adan lakukan. 

Sekali lagi waktu kita terbatas tak akan cukup untuk sering-sering pindah profesi atau ganti visi yang pada akhirnya tak ada yang expert satupun, jangan jadi kutu loncat kalau mau berhasil.

Ambil tindakan dengan melakukan kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja berkualitas, kerja selaras, dan kerja tuntas itu yang akan mengantarkan anda mencapai visi.

PASSION

Passion secara arti adalah "gairah", maksudnya ketika kita melakukan sesuatu kita merasa penuh gairah, semangat dan dengan senang hati melakukan itu berarti itu adalah 'passion' kita. 

Melakukan action tanpa passion itu sama seperti robot tanpa penjiwaan, tanpa gairah tanpa semangat dan tentu hampa sekali, hanya sekerdar rutinitas yang menjemuka, miskin kreativitas, dan hasilnya pun tidak maksimal bahkan beratakan. 

Love what you do, do what you love begitu lah kata yang selalu digemborkan oleh para motivator agar kita merasa enjoy saat melakukan sesuatu. Tapi passion itu bukan hanya sekedar jatuh cinta melainkan juga bangun cinta.

Konon katanya jatuh cinta itu hanya bertahan paling lama 3 tahun. Bagaimana agar cinta itu tetap bertahan selamanya, ya tentu dengan membangun cinta. Jika anda jatuh cinta terhadap pasangan anda, maka selanjutnya adalah bangun cinta agar cinta anda kepada pasangan tetap abadi cie-cie, jika anda jatuh cinta kepada tuhan anda maka bangun cinta anda dengan mengingat-Nya dimana pun anda berada buka hanya saat sedang beribadah, jika anda jatuh cinta kepada Rosulullah bangun cinta anda dengan perbanyak shalawat untuk beliau dan hidupkan sunnah-sunnahnya dalam kehidupan anda.

Jika anda jatuh cinta pada profesi anda, maka bangun cinta anda dengan sungguh-sungguh mengasah, belajar, dan berlatih sampai anda dikenal ahli di profesi yang anda tekuni tersebut. So temukan profesi apa yang membuat anda benar-benar merasa jatuh cinta yang jika dilakukan anda hanyut dalam profesi itu tanpa merasa lelah dan bosan.

Menurut ilmu talent mapping passion seseorang mucul dari 4 E yakni "Enjoy, Easy, Excellent, Earn"dimana seseorang akan merasa "Menikmati, Mudah, Terampil dan Menghasilkan" dalam melakukan pekerjaannya.

Selain itu penting juga untuk mengetahui kecerdasan otak kita lebih dominan kemana. Apakah kita tipikal orang 'Thinking', 'Sensing', 'Intuiting', 'Feeling', 'Insting'.

Thinking : Orang yang memiliki kelebihan dalam hal berpikir analitis dengan tingkat akurasi yang tinggi
Sensing : Orang yang memiliki kemampuan pekerjaan yang detail dan kecil-kecil namun volumenya banyak serta ahli dalam membaca peluang dan momentum
Intuiting : Orang yang memiliki kelebihan dalam hal intuisi (kecerdasan indra keenam) / creativity quotient
Feeling : Orang yang memiliki kelebihan sentuhan hati dan kepekaan sosial (berbasis emosi dan perasaan)
Insting : Orang yang memiliki kemampuan yang melibatkan naluri dengan baik, kelebihannya mampu memperlancar keadaan dan sangat tepat bekerja pada lembaga-lembaga yang peduli dengan orang lain.

Jika anda termasuk tipikal orang thinking tapi anda bekerja pada bidang yang membutuhkan kemampuan Feeling tentu anda tidak akan bisa mengeluarkan potensi anda secara maksimal dan anda pun tidak akan merasa enjoy dalam bekerja karena itu bukanlah bidang pekerjaan yang menjadi kelebihan anda. Dan hasilnya tentu anda akan kalah dengan kompetitor anda baik dalam hal persaingan bisnis, karir dan sebagainya karena anda berkompetisi menggunakan kekurangan anda.

Sebaliknya jika anda orang thinking dan anda berkarir pada bidang yang membutuhkan kemampuan thinking tentu anda akan lebih cepat melesat, karena anda berkompetisi menggunakan kelebihan anda.

Ada 2 kata yang bisa menjadi dorongan dalam passion yakni To be dan To haveTo be adalah keinginan anda untuk "menjadi" sesuatu. Berkaitan dengan proses untuk mengejar prestasi dengan memanfaatkan passion yang anda miliki. To have adalah keinginan anda untuk "memiliki" sesuatu. Berkaitan dengan proses meraih benda-benda materi atau atau hasil akhir dari sebuah usaha. Contoh To be :anda ingin menjadi seorang pengusaha properti itu cocok dengan passion anda karena anda seorang tipikal thinking. Contoh To have nya anda memiliki banyak properti, dan memiliki aset 1 triliun.

Passion dan talenta adalah harta karun dalam diri anda yang harus segera anda temukan. Jangan berhenti mencari sebelum anda menemukannya. Maka sekali anda menemukannya dan mengasahnya dengan sungguh-sungguh, anda akan menjadi seseorang yang expert dibidang tersebut dan kehidupan anda pun akan berubah drastis.

COLLABORATION

Sebagai makhluk sosial, anda tentu memerlukan orang lain dalam banyak hal termasuk dalam mencapai kesuksesan. Seorang pegawai butuh partner kerja, seorang pengusaha butuh karyawan, relasi bisnis, dan sebagainya, seorang atlet butuh pelatih, teman latihan dan rekan 1 tim. Artinya anda harus berkolaborasi dengan banyak pihak jika ingin melakukan percepatan /akselerasi dalam karir atau bisnis.

Karena merasa serba bisa lantas anda mengerjakan semuanya sendirian, anda akan terjebak dalam kesibukan yang tiada pernah berakhir dan anda tidak akan punya cukup waktu untuk melakukan semuanya apa lagi untuk melakukan hal-hal lain seperti meng-upgrade diri, menggali ide-ide brilian, dan lain-lain.

Sebuah pertunjukan konser musik orkestra yang menghasilkan musik yang indah dan harmonis adalah hasil dari kolaborasi banyak musisi yang ahli dibidangnya masing-masing seperti Komponis, Gitaris, Drummer, Pianis, Vokalis, Sound engineer, dan masih banyak lagi. Sebuah bangunan megah nan indah adalah hasil kolaborasi dari bahan-bahan /material seperti batu, pasir, semen, air, batu bata, kayu, besi, dan lain-lain. Banyak unsur yang tidak terlihat namun kontribusinya sangat besar. Begitu juga dengan rendang sapi yang rasanya sangat lezat pun adalah hasil kolaborasi dari daging, air, dan banyak bumbu masak.

Itulah kekuatan dari kolaborasi mampu menghasilkan sesuatu yang luar biasa dengan cepat. Namun yang perlu digaris bawahi adalah anda harus memilih orang yang tepat untuk berkolaborasi jangan sampai salah memilih orang yang malah akan membawa anda pada kegagalan, kebangkrutan, keterpurukan dan sebagainya.

Oleh karena itu carilah partner yang sesuai dengan yang anda butuhkan, mulai dari niat atau tujuannya, keterampilannya, perilakunya, dan tentunya harus ada simbiosis mutualisme / ada kerja sama yang saling menguntungkan.

Generasi terbaik lahir dari lingkungan terbaik. Oleh karena itu carilah lingkungan yang terbaik yang menebarkan energi positif setiap saat. Sebaik apa pun benih tanaman jika ditanam di tanah yang tandus dia tidak akan tumbuh, sebaliknya sejelek apa pun benih tanaman jika ditanam di tanah yang subur dia akan tumbuh dengan baik apa lagi benih dengan kualitas tinggi.

Begitu juga dengan manusia. Meskipun anda memiliki talenta dan postensi yang luar biasa jika lingkungannya buruk, teman-teman anda buruk, maka akan berdampak buruk juga untuk diri anda, anda akan terkontaminasi, karena setiap waktu yang anda lihat, anda dengar, dan anda rasakan adalah hal-hal negatif seperti kemalasan, keluhan, cacian, dan sejenisnya.

Carilah lingkungan yang baik, teman-teman yang baik, rekan kerja yang baik, bacaan dan tontonan yang baik, dan bergabung dengan komunitas-komunitas yang postif. Jika itu semua dilakukan apa lagi jika lingkungan, teman, dan komunitasnya berhubungan dengan cita-cita anda maka anda akan semakin cepat meraih sukses yang anda impikan.

Nah agar orang lain dengan senang hati mau berkolaborasi dengan anda maka anda harus menjadi orang yang memiliki pengaruh dan karisma dalam lingkungan pergaulan. Yang tentu keberadaan anda dirasakan manfaatnya oleh orang lain. Jangan sampai anda menjadi orang yang ada maupun tidak ada sama saja alias tidak terasa. Untuk mencapai itu semua anda harus memberikan kontribusi kepada lingkungan dan orang lain baik berupa materi, ilmu, ide, gagasan, tenaga dan lain-lain. Tanpa kontribusi anda tidak akan pernah menjadi seorang yang berpengaruh dan berkarisma. 



Senin, 26 Juli 2021

Kaidah SMART meraih goal

 Cara SMART Gapai Target Anti Gagal

Setiap organisai atau perusahaan pasti memiliki goal, target atau tujuan. Begitu juga dengan kita semua pasti memiliki impian atau tujuan hidup.
Namun sayang masih banyak yang ngawur, tidak jelas, tidak terukur, dan tidak realistis dalam menentukan target yang ingin dicapai.

Setiap goal yang sudah dipancangkan pasti disertai dengan langkah-langkah untuk mewujudkannya. Namun sekeras apapun kita berjuang untuk meraih goal tersebut kalau goal yang kita tentukan ngawur, tidak jelas, tidak terukur dan tidak realistis tentu mustahil untuk diraih. Akan lebih parah lagi jika hidup tanpa tujuan.


Oleh karena itu ada kaidah yang harus anda penuhi agar target atau cita-cita anda/organisasi mudah untuk diraih yaitu dengan menggunakan metode SMART. SMART sendiri adalah singkatan dari Spesific, Measurable, Achievable, Realistic, dan Time bound / timely. SMART pertama kali diperkenalkan oleh George T. Doran pada tahun 1981. 

Berikut adalah kaidah SMART untuk meraih target impian

Spesific (spesifik)

Tujuan/goal yang anda pancangkan harus spesifik, jelas dan detail bisa diimajinasikan dan dirasakan dengan indra. Dengan begitu akan lebih mudah diwujudkan.
Kesalahan yang banyak terjadi adalah banyak individu atau organisasi yang menetepkan target masih secara umum, tidak spesifik dan tidak jelas atau samar-samar, tidak bisa diimajinasikan dengan baik dan dirasakan dengan indra, sehingga sulit sekali untuk diwujudkan.

Sama halnya seperti kita memanah jika papan target terlihat dengan jelas, posisinya, warnanya, ukurannya, dan jaraknya maka kita akan lebih mudah membidiknya dengan anak panah tepat pada posisi pusat papan target tesebut. Kalaupun meleset kemungkinan melesetnya tidak akan jauh.

Sebaliknya jika papan target posisinya disembunyikan dibalik tembok kemudian kita memanahnya bagaimana mungkin kita bisa membidiknya tepat sasaran, yang akan kita malah memanah secara serampangan.

Ya tujuan yang spesifik akan memudahkan kita untuk menyusun langkah-langkah, menyiapkan sumber daya yang dibutuhkan dan yang paling penting adalah kita bisa mengukur.

Contoh target yang umum
Dua tahun lagi saya ingin punya mobil
(tidak bisa diimajinasikan dengan baik)

Contoh target yang spesifik
Tanggal 30 Desember tahun 2023 saya ingin punya mobil Toyota Alphard warna putih
(rasakan seperti nyata tanggal belinya, warna mobilnya, empuknya sofa, suara mesin dan jalannya yang halus, dll)

Bandingkan perbedaan target yang umum dan target yang spesifik diatas. Tentu anda bisa merasakan perbedaan yang sangat signifikan.

Measurable (terukur)

Setelah anda menentukan target secara spesifik, kaidah selanjutnya dalam menetapkan goal/target selanjutnya adalah terukur (measurable). 

"Apa yang tidak bisa kita ukur tidak bisa kita atur"
Penting sekali mengukur target kita seberapa lama waktu yang dibutuhkan, berapa biayanya, seberapa banyak, dll. Jika goal tertukur maka kita akan lebih mudah mengaturnya.

Contoh jika kita ingin membeli sebuah mobil Toyota Alphard 2 tahun ke depan maka kita bisa mengaturnya memecah menjadi bagian-bagian kecil.
Harga 1 unit Toyota Alphard I milyar dibagi 2 tahun. Berarti anda harus bisa menabung sekitar 42 juta perbulan atau Rp.1400.000 perhari dengan begitu dalam 2 tahun anda sudah memiliki tabungan sebesar 1 milyar 8 juta rupiah dan target anda bisa tercapai tepat waktu.

Achievable (dapat dicapai)

Kaidah dalam menargetkan tujuan selanjutnya adalah dapat dicapai (Achievable). Jangan menetapkan target yang mustahil anda capai. Satu contoh anda mentapkan target membeli Toyota Alphard dalam waktu 2 tahun sedangkan penghasilan anda hanya 2 juta perbulan ya mimpi bisa beli Alphard kecuali ada keajaiban, ada yang ngasih misal, atau dapat hadiah hehehee...

Realistic (realistis)

Kaidah keempat dalam menentukan goal adalah bahwa goal tersebut harus realistis, nyata, dan rasional. Jangan sekonyong-konyong anda mentukan target tapi ngawur dan tidak masuk akal hanya ada dalam hayalan.

Contoh target realistis
Saya ingin membeli Toyota Alphard dua tahun kedepan dengan menabung 42juta perbulan karena penghasilan saya sebagai pengusaha 100 juta perbulan. (ini realistis)

Setelah lulus SMA saya ingin menjadi polisi (ini juga realistik terkait nanti lulus seleksi atau tidak)

Contoh target yang tidak realistis
Saya ingin membeli toyota alphard meskipun saya seorang pengangguran yang tidak punya penghasilan. (tidak realistis)

Saya ingin jadi polisi meskipun umur saya sudah diatas 30 tahun (mimpi, karena syarat untuk seleksi polisi maksimal usia 24 tahun)

Saya ingin menjadi Spiderman (ngawur parah!!!)

Ada dua versi huruf "R" dalam kaidah SMART ini, versi lain menyebutkan bahwa huruf "R" dalam SMART adalah Relevant (relevan , berhubungan, sesuai, bersangkutan)
Disebutkan bahwa target yang ditetapkan harus relevan dengan visi hidup atau visi organisasi sehingga berhubungan dengan target-target lainnya yang selaras dengan visi.

Time bound (batas waktu) / Timely (tepat waktu)

Kaidah terakhir dalam menentukan tujuan ini adalah Time bound (batas waktu) ada yang menyebutnya Timely (tepat waktu). Saya setuju dengan dua-duanya karena anda harus mencapai goal tepat waktu sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan bahkan kalau bisa sebelum batas waktu yang ditentukan anda harus sudah bisa mencapainya. 

Namun demikian batas waktu yang anda tentukan harus realistis dan bisa dicapai. Dengan adanya batas waktu anda akan tahu kapan anda harus memulai dan kapan anda harus mencapai goal tersebut. Sehingga anda bisa mempersiapkan segala sumber daya yang dibutuhkan dan bisa terpacu untuk segera mencapai tujuan anda bahkan bisa lebih cepat.

Visi, goal, target, atau tujuan adalah sesuatu dalam organisasi atau hidup seseorang, tanpa tujuan kita akan kehilangan arah..


Dengan menyusun goal setting berdasarkan kaidah SMART maka anda akan lebih jelas melihat goal anda, mengukurnya secara akurat dan akan mempermudah menyusun langkah-langkah untuk menggapainya.

So tetapkan goal kita saat ini juga menggunakan kaidah SMART dan mari kita wujudkan bersama...
"If you can dream it, you  can do it"
Sabtu, 03 Juli 2021

Tingkatan Ilmu Menurut NLP VS Empat Kuadran Roda Bob Sadino

“There is no elevator to success. You have to take the stairs”
“Tidak ada lift untuk mencapai kesuksesan. Kamu harus menaiki tangga”

Saya sangat setuju dengan kutipan diatas, bahwasanya tidak ada yang instan di dunia ini bahkan mie yang katanya instan pun harus diproses terlebih dahulu sebelum benar-benar bisa dinikmati. Ibu melahirkan harus melewati masa hamil sekitar 9 bulan, seekor ulat harus berproses menjadi kepompong dulu sebelum menjadi kupu-kupu yang cantik, semua ada tahapan yang harus dilalui barangsiapa yang tidak mampu berproses sudah bisa dipastikan ia akan gagal dalam meraih kesuksesan dibidang apapun.

Begitu juga dalam mencapai suatu keahlian, ada tahapan atau tingkatan yang harus Anda lalui, berikut adalah tingkatan ilmu menurut NLP dan empat kuadran roda Bob Sadino:

Tingkatan ilmu menurut Neuro-Linguistic Programming (NLP)

1. Unconscious Incompetence

Unconscious incompetence adalah suatu kondisi ketidakmampuan yang tidak disadari. Contoh jika Anda belum tahu ada ilmu bernama "copywriting" berarti ada berada pada tingkatan ilmu 'Unconscious incompetence'. Pada tingkatan ini jangankan bisa bahkan tahu saja tidak.

2. Conscious Incompetence

Conscious Incompetence adalah ketidakmampuan yang disadari. Contohnya adalah Anda sudah tahu bahwa ada ilmu bernama "copywriting" dan Anda sadar bahwa Anda belum bisa ilmu "copywriting" tersebut. Jika Anda memutuskan untuk mempelajari ilmu "copywriting", maka Anda akan naik tingkat ke tahapan berikutnya

3. Conscious Competence

Conscious competence adalah kemampuan/kompetensi sadar. Ketika Anda dengan sengaja belajar copywriting, secara sadar berlatih copywriting dan akhirnya bisa, maka Anda berada pada tingkatan Conscious competence. Jika Anda terus-menerus mengasah kemampuan copywriting, Anda akan naik ke level berikutnya..

4. Unconscious Competence

Unconscious Competence adalah kemampuan/kempetensi bawah sadar. Ketika Anda sudah menguasai ilmu copywriting dan sudah mampu membuat copywriting secara spontan atau tanpa berpikir lagi atau sering kita sebut "sudah diluar kepala". Jika Anda terus mengembangkan teknik copywriting Anda dan menghasilkan penemuan-penemuan baru dibidang copywriting, maka Anda akan naik ketingkatan berikutnya

5. Mastery

Pada tingkatan ini Anda sudah mencapai level tertinggi yaitu AHLI. Anda bukan hanya mampu membuat copywriting yang baik dengan mudah dan diluar kepala tetapi copywriting yang Anda hasilkan luar biasa, menarik, membuat penasaran dan mampu menghipnotis pembaca. Anda juga mempu memadukan ilmu copywriting dengan ilmu lain, mempu menghasilkan temuan-temuan terbaru dibidang copywriting dan lain sebagainya.

Itulah tingkatan ilmu menurut ilmu NLP yang mudah-mudahan bisa memacu Anda untuk bisa mencapai tingkatan ilmu tertinggi bidang yang Anda geluti.

Berproses adalah fase yang menyakitkan, melelahkan dan membosankan tidak semua orang sanggup melewatinya maka dari itu tidak banyak pula orang yang bisa sukses pada suatu bidang tertentu so jika Anda ingin meraih apa yang tidak diraih oleh banyak orang maka lakukan apa yang tidak dilakukan oleh banyak orang. 


Untuk pembahasan tingkatan ilmu menurut kuadaran Roda Bob Sadino silakan baca disini.

Minggu, 15 November 2020

Paksalah Meskipun Sakit

KADANGKALA PEMAKSAAN ITU HARUS MESKIPUN GAK ENAK!!!

"Carilah teman yang memaksa kamu untuk berkembang bukan yang membuat kamu nyaman"
Itu adalah nasihat yg sampai saat ini saya ingat meskipun saya lupa dari mulut siapa nasihat itu keluar.

Ya teman yang baik bukanlah teman yang membuat kita nyaman yang selalu mendukung dan membela kita tak peduli kita benar atau salah pokoknya dukung terus sampai mati persis seperti di film-film, bukan pula teman yang selalu membiarkan kita meskipun kita sedang di jalan yg salah, keliru atau khilaf.

Tetapi teman yang baik adalah teman yang memaksa kita untuk berkembang, selalu mengingatkan dan menasehati jika kita salah, mengajak kepada kebaikan, mencerdaskan dan menshalehkan.

Analoginya jika kita jatuh kedalam jurang teman yang tidak peduli akan bersikap cuek dan berkata "bodoh amat bukan urusan gue", teman yang selalu mendukung apapun kondisi kita akan membuat kita lebih nyaman didalam jurang dengan berkata "gimana kamu nyamn gak disitu ini saya kasih bantal, selimu, kasur dll.

Sebaliknya teman yang baik akan mengangkat kita untuk naik ke atas meskipun kita tidak mau dan sudah merasa nyaman di dalam jurang itu.
Teman: Ayo sini saya bantu naik keatas
Kita    : Gak mau ah enak disini nyaman
Teman: Udah pokoknya kamu harus naik keatas sini jangan disitu terus

Itulah sejatinya teman yang baik selalu memaksa kita untuk menjadi lebih baik, bertumbuh dan berkembang. 

Begitu juga dengan hal lainnya..
Carilah lingkungan yang memaksa kita untuk berkembang
Carilah sekolah yang memaksa kita untuk berkembang
Carilah tempat kerja yang memaksa kita untuk berkembang
Carilah organisasi yang memaksa kita untuk berkembang


Apalagi untuk anak-anak karena masa emas tumbuh kembang, fisik, karakter dan bakatnya ada pada masa ini, kalau salah memilih teman, lingkungan dan sekolah akan berakibat fatal, besar sekali pengaruhnyah terhadap masa depan anak dan kita tidak bisa mengulang masa emas tumbuh kembang anak-anak kita.

Ibarat bibit, sebagus apapun kualitas bibit tersebut jika ditanam di tanah yang tandus dan nihil unsur hara/nutrisi bibit tersebut tidak akan bisa tumbuh, tetapi bibit yang kualitasnya biasa saja jika di tanam ditanah yg subur dan kaya akan unsur hara dia akan tumbuh dengan maksimal apalagi bibit unggul kualitas terbaik.

Generasi yg unggul lahir dri lingkungan yang unggul

Teman yang tepat, lingkungan yang tepat, tontonan yang tepat, buku bacaan yang tepat akan membaut kita melesat cepat sukses dunia akhirat.

CELAKANYA banyak orang tua yang pasrah terhadap anaknya tidak bisa mengatur anak bahkan cenderung diatur oleh anak.

Contoh nyata yang banyak saya temukan adalah ketika anak-anak ingin mendaftar ke sebuah sekolah banyak para orang tua yg tidak bisa menentukan sikap dengan berkata "Saya mah terserah anak saja mau sekolah dimana gak mau maksain anak takut percuma di paksain juga"

Tanpa menggali informasi teman-temannya kelak seperti apa, lingkungannya seperti apa, kurikulum dan programnya seperti apa fasilitasnya ada apa saja. Karena memilih sekolah berarti memilih teman, senior/kakak kelas, guru, memilih lingkungan, kurikulum, program dan fasilitas yg disediakan (satu paket).

Padahal sunnahtullah sifat anak-anak adalah suka teman dan lingkungan yang membuatnya nyaman dan gak suka di paksa. Saya pasti kalau anak disuruh milih sendiri mereka akan memlilih lingkungan pendidikan nyaman, tidak banyak tekanan, minim, program dan sebagainya.

Kalau bukan kita para orang tua yang memaksanya mau siapa lagi?
Memang semua sekolah itu baik tidak ada yg buruk tapi sekali lagi untuk tumbuh kembang anak yg tidak bisa diulang kita wajib memaksakan anak untuk memilih teman dan lingkungan yang terbaik dari yg terbaik. Karena anak belum paham bagaimana caranya untuk berkembang, bagaimana caranya membentuk karakter dan berbagai hal yang dibutuhkan untuk masa depannya kalau bukan kita orang tua yang mengarahkan siapa lagi?

Yang ada dipikiran anak-anak hanya bermain, santai-santai, cari kenyamanan dan sejenisnya. Kecuali anak-anak tertentu saja yang memiliki kelebihan mereka sudah paham sendiri.

Memang untuk urusan bakat kita orang tua tidak boleh memaksakan bahkan harus nurut sama anak misal anak kita bakatnya komputer, masa! Kita paksain anak kita untuk jadi pemain bola, ini sama saja memaksa gajah untuk berenang, sia-sia saja. Meskipun pada akhirnya anak kita jadi pemain bola tetap saja dia hanya jadi pemain biasa tidak bisa jadi pemain bintang.

"Ah kan bakat bisa kalah dengan latihan keras"
Ya itu benar sedikit pun tidak ada huruf yang salah ditulisan itu
Tapi percayalah latihan keras saja akan terlindas oleh orang yang berbakat dan menjalani latihan keras.

Sudah sudah kita kembali ke laptop sekali lagi untuk urusan mencari teman, likungan pendidikan dan lingkungan pergaulan kita sebagai orang tua wajib memaksa mau gak mau "WALAYAKUDU".

Saya ingat betul waktu saya masih anak-anak kalau saya tidak berangkat sekolah atau mengaji kedua orang tua saya akan sangat marah bahkan ayah saya tidak segan memukul saya. Memang waktu itu saya kesal sekali tapi seiring kedewasaan saya bertambah saya malah bersyukur oh kalau gak gitu mungkin sekarang saya gak bisa ngaji "baca Qur'an" seperti teman-teman saya yang lain masih banyak yang belum bisa baca Al-Qur'an meskipun sekarang sudah dewasa.

Bukan hanya itu orang tua saya juga memaksa saya untuk puasa full di bulan ramadhan, saya yang awalnya terpaksa saya jadi terbiasa bahkan alhamdulillah meskipun sedang bekerja berat di perusahaan peleburan di Korea Selatan yang suhunya diatas 35°C puasa tidak pernah terlewat saya bersyukur kalau waktu kecil saya tidak dipaksa untuk puasa mungkin sekarang saya enggan berpuasa.

Mohon maaf saya masih sering menemukan laki laki dewasa tidak bekerja atau bekerja sangat ringan tapi di bulan ramadhan dengan santainya makan dan minum di tempat umum duh! Rasanya ingin sekali saya pakaikan kerudung.

Memang itu urusan mereka dengan tuhan saya gak ada urusan. Tapi itu analogi untuk tumbuh kembang anak kebiasaan yang di bentuk dari kecil sehingga terbawa sampai dewasa, itu berkaitan dengan tema yang saya tulis ini.

Saya yakin orang yang desawanya tidak bisa baca Qur'an karena dulunya tidak dipaksa untuk belajar, orang yang tidak mau puasa di bulan ramadhan akibat dari kecilnya tidak dipaksa untuk latihan puasa, begitu juga dengan hal lainnya.

Untuk kebaikan jangan ragu memaksa meskipun gak enak, atau menyakitan. Meskipun awalnya gak enak tapi kalau sudah memanen hasil akan terasa nikmatnya.

So don't hate what you don't understand


و عسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لكَمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئا وهو شرٌّ لكم واللهُ يعلمُ وأَنْتُمْ لا تَعْلمُوْنَ
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal iya amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (QS Al-Baqarah 216)
Selasa, 26 Mei 2020

Cara Optimasi Potensi Diri

        Setiap orang terlahir unik, memiliki karakter, bakat, potensi dan kelebihan masing-masing. Namun sayangnya ada begitu banyak orang yang tidak bisa memaksimalkan atau optimasi potensi yang dimilikinya sehingga ia tidak bisa menghasilkan kesuksesan dalam hidup, bahkan lebih parah lagi mereka sama sekali tidak mengetahui kelebihan yang dimilikinya.

          Ada orang yang sadar dengan kelemahannya kemudian beusaha keras merubah kelemahannya menjadi kekuatan. Ada orang yang sudah tahu kekurangannya kemudian ngotot ingin berkarir di bidang yang dia sendiri sadar kekurangan dia disitu.

       Memang sah-sah saja selama dia mau berusaha melakukannya, dan memang betul batu yang keras pun bisa berlubang jika ditetesi air terus menerus, tapi akan jauh lebih cepat jika kita melubangi batu itu dengan Mesin Bor. Saya sendiri lebih suka memaksimalkan potensi yang saya miliki dari pada memperbaiki  kelemahan saya karena hasilnya akan jauh lebih cepat terasa.

Pelajari juga: Cara membentuk world class skill

    Logikanya, misalkan Anda berlatih sepak bola dan Bulu tangkis dengan porsi waktu latihan yang sama, hasilnya dalam waktu 3 tahun skill Sepak bola Anda di level 4, dan skill Bulu tangkis Anda di level 7. Kemudian Anda ngotot ingin menjadi pemain sepak bola, dan Anda memutuskan untuk berlatih sepak bola lagi selama 2 tahun sehingga skill Sepak bola Anda meningkat di level 6, itu artinya Anda hanya bisa menjadi pemain Sepak bola biasa dengan skill rata-rata atau standar.

      Tapi jika Anda memutuskan untuk menjadi pemain Bulu tangkis karena Anda tahu Anda lebih berpotensi di olah raga Bulu tangkis, dengan analisa perbandingan level skill tadi Sepak bola level 4, Buli tangkis level 6. Kemudian Anda melatih lagi kemampuan bermain Bulu tangkis Anda selama 2 tahun juga, hasilnya level skill Bulu tangkis Anda meningkat ,menjadi level 8 bahkan bisa di level 9 atau 10 karena memang Anda bepotensi disitu. Dan itu artinya Anda bisa menempati posisi puncak, menjadi pemain luar biasa dengan skill diatas rata-rata.

     Dr. Anders Ericsson dari University of Florida melakukan riset selama 25 tahun, menemukan bahwa diperlukan waktu 7000 jam untuk bisa mencapai kinerja terbaik,. Namun riset lanjutannya membuktikan bahwa seseorang memiliki potensi atau bakat alami di bidang tertentu, maka ia bisa mencapai kinerja terbaik dan menempati posisi puncak hanya dalam waktu satu atau dua tahun.

     “Any weapon is a good weapon as long as you can use it with skill.” Senjata apapun adalah senjata yang baik selama Anda bisa menggunakannya dengan keterampilan.

    Jangan memaksa kura-kura untuk bisa terbang, jangan memaksa capung untuk bisa berenang. Sekali lagi setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tingkatkan saja apa yang memang menjadi kelebihan Anda secara terus-menerus hingga Anda berada diposisi puncak di bidang itu.


    “Kenali dirimu, kenali musuhmu, dan kenali medan tempurmu. Dan kau akan memenangi seribu pertempuran” (Sun Tzu)

Sebuah kalimat sederhana namun bisa berdampak luar biasa jika kita benar-benar menerapkannya di berbagai bidang pertempuran, pertandingagan, persaingan bisnis, pekerjaan, dan lain-lain.

Lagi Sun Tzu juga berkata "Memahami dan mengetahui kekuatan sendiri, kita sudah memenangkan separuh peperangan ini".

Manfaatkan waktu dengan baik, kita dan seluruh makhluk di bumi ini memiliki waktu yang sama yakni 24 jam. 8 jam untuk tidur, 8 jam lagi untuk bekerja (bagi yang bekerja) atau bersekolah (bagi yang masih sekolah), dan sisa waktu 8 jam lagi digunakan untuk mandi, makan, ibadah, dan berbagai macam kegiatan remeh-temeh seperti rebahan, nongkrong, dll.  Jika Anda memanfaatkan waktu 8 jam yang tersisa itu untuk melatih banyak keterampilan maka Anda tidak akan bisa menjadi ahli karena Anda akan kehilangan fokus, dan terjebak dalam dkesibukan, apa lagi jika Anda menggunakannya untuk hal-hal yang tidak jelas yang sama sekali tidak memberikan manfaat. Sementara kompetitor Anda lebih fokus menggunakan waktu nya untuk melatih satu bidang yang memang dia ingin menjadi Ahli dibidang itu, selain itu dia juga memang berbakat di bidang itu, maka kompetitor Anda itu akan jauh meninggalkan Anda.

Kesimpulannya
Bakat + Porsi latihan banyak = Ahli
Bakat + Porsi latihan sedang = Terampil
Bakat + porsi latihan sedikit = Biasa/Bisa
Tidak berbakat + Porsi latihan banyak =Biasa/terampil
Tidak berbakat + Porsi latihan sedang = Biasa/dibawah rata-rata
Tidak berbakat + Porsi latihan sedikit  = Dibawah rata-rata/tidak bisa

Orang kuat bukanlah orang yang tidak punya kelemahan tapi ia lebih memilih fokus pada kekuatan yang dimilikinya
Seorang pemberani bukanlah orang yang tidak punya rasa takut namun ia lebih memilih fokus pada keberanian yang ia miliki.
Seorang yang hebat bukan berarti tidak punya kekurangan namun ia lebih memilih fokus pada apa yang menjadi kelebihannya.

Semoga tulisan ini bisa membangunkan Anda dari mimpi belaka, dan tersadar untuk  segera memaksimalkan atau mengoptimasi potensi yang ada di dalam diri Anda.

Pelajari juga: Tingkatan sebuah ilmu
Kamis, 09 April 2020

Tingkatan Sebuah Ilmu

   
Setiap ilmu memiliki tingkatan, mulai tingkat paling dasar sampai tingkat tertinggi. Orang yang ahli di satu bidang tidak serta merta langsung menjadi ahli, ada proses yang harus dilalui tingkatan demi tingkatan ilmu harus bisa dilewati guna mencapai level tertinggi.

Baca juga: Cara membentuk world class skill

       Untuk mempermudah dalam menjabarkan tingkatan sebuah ilmu ini, saya menggunakan kuadran yang ditemukan oleh Alm. Bob Sadino, kuadran tersebut dikenal dengan Roda Bob Sadino.
Roda Bob Sadino (RBS) adalah diagram yg menggambarkan perputaran kehidupan seseorang dilengkapi proses pembelajaran berupa sintesis antara teori dan praktik yg menggambarkan tingkat kemampuan, kecakapan serta kompetensi seseorang.

RBS merupakan lingkaran roda yg dibagi dalam 4 kuadran dan masing-masing kuadran menggambarkan tingkat kompetensi sekaligus wilayah pembelajaran seseorang.

1. Tahu
2. Bisa
3. Terampil
4. Ahli


1. Tahu

Kuadran tahu menggambarkan proses belajar seseorang di sekolah, kampus atau tempat-tempat kursus. Di tempat tersebut orang belajar berbagai macam teori hingga lulus.
Inti dari kuadran ini adalah mengetahui teori dan informasi sebanyak mungkin. Semakin banyak tahu seseorang, maka semakin ia dipandang pintar.

Kelemahan orang-orang di kuadran ini ada pada praktik di lapangan atau dalam kehidupan nyata di tengah masyarakat alias nol pengalaman. Teori yg mereka kuasai tidak otomatis bisa diaplikasikan begitu saja dalam kehidupan nyata
.
Karena sifat teori pada umumnya selalu tertinggal oleh dinamika masyarakat. Teori biasanya disusun berdasarkan riset atas fakta atau informasi yg telah berlangsung cukup lama. Dengan kata lain berbagai perubahan situasi dan kondisi terkini masyarakat sering tidak bisa lagi didekati dengan teori-teori yg sudah usang. Karena dunia berubah begitu cepat, di era industri 4.0 ini ada banyak pekerjaan dan bisnis yang punah, sebaliknya ada pekerjaan dan bisnis baru yang bermunculan.

Om Bob menggambarkan orang di kuadran tahu seperti orang belajar menembak mereka dibekali teori dan teknik cara menembak jitu tapi tak pernah menyentuh senapan dan peluruhnya apa lagi belajar menembak sasaran. Mereka memang paham cara menembak tapi tidak lantas bisa menembak. Oleh karena itu orang yg kompeten di kuadran tahu bisa jadi tidak kompeten saat terjun ke masyarakat.

Contoh lainnya adalah orang yang belajar dan menghafal teori-teori renang, jika tidak terjun ke kolam untuk praktik dan berlatih renang dengan keras maka selamanya ia tidak akan pernah bisa berenang.


2. Kuadran bisa

Kuadran Bisa merupakan antitesis dari kuadran Tahu. Bisa disebut kuadran masyarakat atau kuadran jalanan. Karena kuadran ini menggambarkan orang-orang yang tidak sekolah namun belajar langsung melakukan berbagai pekerjaan pada suatu bidang.
Penghuni kuadran ini tidak melakukan pekerjaan berdasarkan teori mereka bahkan tidak peduli teori. Titik berangkatnya adalah praktik, melakukan tindakan, mengerjakan sesuatu lalu belajar sepenuhnya dari proses tersebet. Sekolah mereka adalah dunia praktik dalam kehidupan nyata di tengah masyarakat, biasa disebut sekolah jalanan.

Orang-orang di kuadran ini melakukan pekerjaan dengan benar bisa juga salah namun justru kedua pengalaman itu menjadi sumber pembelajaran utama. Karena proses belajar yg berulang ulang orang yang semula tidak bisa menjadi bisa atau yg semula kurang bisa melakukan sesuatu dangan baik berangsur-angsur menjadi lebih baik dibanding sebelumnya. Seperti kata Tony Robin "pengulangan adalah ibu dari keterampilan".

Kembali bob menggunakan belajar menembak sebagai ilustrasi dalam kuadran ini. Orang-orang di kuadran bisa adalah orang yang memegang senapan mengisinya dangan peluru kemudian langsung menembak sasaran yang dituju. Saat pertama berlatih  mungkin tembakannya meleset bahkan jauh dari sasaran namun pada hari-hari berikutnya tembakannya semakin baik bahkan mengenai sasaran. Dari sisi praktik orang-orang dikuadran Bisa adalah orang yang kompeten sehingga tahu pasti apa dikerjakan. Berbeda dengan orang di kuadran tahu yang menguasai teori tapi belum tentu bisa mengaplikasikannya. Meski demikian banyak penghuni kuadran Tahu menganggap kuadran Bisa sebagai orang yang tidak kompeten secara teori.


"Knowing is not enough, we must apply, willing is not enough, we must do." Pengetahuan saja tidak cukup, kita harus menerapkannya, keinginan saja tidak cukup, kita harus bertindak.


3. Kuadran terampil

Kuadran terampil merupakan tempat orang-orang yang pernah melewati kuadran Tahu maupun kuadran Bisa. Butuh waktu lama untuk naik ke kuadran terampil. Kuadran terampil merupakan hasil dialektika antara kuadran Tahu dan Bisa. Saat kuadran tahu terus menguji teorinya di kuadran bisa atau sebaliknya kuadran bisa mendalami proses di kuadran tahu maka proses dialektika terjadi yg meningkatkan efektivitas teori maupun praktik masing-masing kuadran.

Hasil dari proses saling menguatkan ini adalah meningkatnya kemampuan seseorang maka kinerjanya dapat dipertanggung jawabkan. Karena itu masyarakat menyebutnya sebagai orang yg terampil dibidangnya
Mereka yg menghuni kuadran terampil adalah orang yang respons-able dan accountable.
mampu merespon setiap masalah dangan tepat dan mampu mengatasi persoalan secara bertanggung jawab atau dapat diandalkan.
Jika ditarik dalam ilustrasi belajar menembak orang-orang di kuadran terampil sudah mampu menembak dangan baik karena dapat mempertanggungjwabkan setiap peluru yg ia tembakkan. Tembakannya juga selalu tepat sasaran karena selain terus berlatih orang-orang ini juga diajari teori dan teknik.

Ilmu boleh sama, tempat belajar boleh sama, guru boleh sama, yang membedakan adalah praktiknya. Antara orang yang mempraktikkan ilmu/teori yang dimiliki dengan yang tidak, hasil sangat jauh berbeda. Seperti kata orang bijak "No action nothing  happen, take action miracle happen" Tanpa tindakan tidak akan terjadi apa-apa, ambil tindakan maka keajaiban terjadi.


4. Kuadran ahli

Kuadran ahli disebut juga kuadran profesional. Penghuninya adalah mereka yg selain berhasil meningkatkan keterampilan, responsif dan bertanggung jawab juga karena mampu memberi manfaat bagi banyak orang dan diakui oleh masyarakat. Mereka yg berhasil masuk ke kuadran ahli memiliki efektivitas diatas 90%. Hal ini dapat terjadi karena mereka telah melampaui proses penempatan di kuadran bisa dan terampil serta proses dialektika antara teori dan praktik secara terus menerus.
Jika diilustrasikan dalam belajar menembak mereka yang berada di kuadran ahli adalah orang yang memiliki keahlian hebat dalam menembak. Setelah terampil menembak mereka belajar lagi trik khusus untuk meningkatkan kemampuannya. Hasilnya dengan mata tertutup pun mereka mampu menembak sasaran dengan jitu.

Kuadran terampil dan kuadran ahli hampir sama bedanya kuadran ahli diperoleh dari pengakuan masyarakat sementara predikat terampil berasal dari klaim pribadi.
Oleh karena itu orang-orang di kuadran ahli lah yg sejatinya bisa menjadi teladan bagi orang-orang yang masih berada di kuadran tahu dan bisa agar dapat naik ke kuadran selanjutnya.

Jika Anda ingin mendapatka apa yang tidak didapatkan orang lain maka anda harus melakukan apa yang tidak dilakukan oleh orang lain.

PROSES IDEAL 4 KUADRAN

Idealnya setiap orang berproses atau berputar berlawanan arah jarum jam dan berdialektika sepanjang hidupnya. Perputaran dimulai dari kuadran tahu ke kuadran bisa atau sebaliknya keduanya saling menyebrang untuk meningkatkat efektivitas masing-masing.

Selanjutnya kuadran bisa terus berproses dan meningkatkan kemampuan hingga naik ke kuadran tampil. Dengan meningkatnya kompetensi kuadran terampil dapat bergeser ke kuadran ahli. Pada akhirnya dari kuadran ahli kembali lagi ke kuadran tahu untuk menemukan jawaban yg tidak dapat ditemukan di kuadran lainnya. Terus berputar tanpa henti seperti pergerakan jarum dan bandul jam kalau berhenti berarti dia sedang membunyikan lonceng kematiannya sendiri.

"Stay hungry, stay foolish" tetap lapar, tetap bodoh. Karena hanya orang-orang yang merasa lapar yang tergerak mencari makan dan hanya orang-orang yang merasi bodoh yang tergerak untuk terus belajar dan berlatih.

Pelajari juga: Cara optimasi potensi diri
Senin, 06 April 2020

Cara Membentuk World Class Skill

    

Banyak orang bertanya "apakah bakat itu menentukan sukses seseorang", "apakah seseorang bisa sukses di bidang yang bukan bakatnya", dan pertanyaan sejenisnya.
           Perlu digaris bawahi bahwa tidak berbakat di satu bidang bukan berarti itu adalah kelemahan  Anda. Bahkan kelemahan pun jika dilatih dengan keras akan menjadi skill meskipun hasilnya tidak maksimal, apa lagi itu bukan kelemahan Anda pasti akan maksimal, apa lagi jika sesuatu itu bakat Anda jika dilatih dengan keras tentu akan menjadi World Class Skill.

        Bakat itu tidak berarti apa-apa dan akan sia-sia tanpa disiplin dan kerja keras. Menurut ilmu psikologi terapan "Tidak ada yang namanya keunggulan yang ada hanyalah pengulangan".

Dalam buku yang berjudul "Outliers" karangan Malcom Gladwell menerangkan sebuah survei yang dilakukan oleh psikolog K. Anders Ericsson dan dua rekannya di sebuah akademi musik elite di Jerman pada tahun 1990-an. Dengan dibantu beberapa profesor di akademi itu, mereka mengumpulkan para pemain biola di akademi itu dan membaginya menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama berisi pemain bintang, pemain biola yang berpotensi menjadi pemain biola solo kelas dumia. Kelompok kedua berisi pemain bagun yang kemampuannya rata-rata. Dan kelompok ketiga adalah pemain yang kemampuannya dibawah rata-rata, yang kemungkinan besar tidak akan pernah bisa bermain secara profesional dan berkeinginan menjadi guru musik di sekolah negeri.
         Semua pemain biola diberi pertanyaan yang sama: sepanjang karir sebagai pemain biola, berapa lama latihan yang sudah dilakukan? 
Semua pemain biola itu umumnya mulai belajar bermain biola pada saat yang sama, sekitar usia lima tahun. Di tahun-tahun pertama semua berlatih sama banyak, sekitar 2-3 jam/minggu. Perbedaan mulai kelihatan ketika pemain-pemain biola tersebut berusia 8 tahun. Kelompok Pemain bintang mulai berlatih lebih banyak dibandingkan kelompok pemain lainnya.

        Dari hasil penelitian mereka, para peneliti menyimpulkan bahwa pemain biola kelompok bintang menhabislan waktu latihan 10.000 jam ketika usia mereka 20 tahun, para pemain biola biasa menghabiskan waktu 8000 jam, dan para pemain biola dibawah rata-rata yang akhirnya menjadi guru musik hanya berlatih selama 4000 jam. Dan kesimpulan lain yang disimpulkan oleh ahli saraf  Daniel Letivin mengatakan bahwa "perlunya latihan selama 10.000 jam untuk memperoleh keahlian yang dibutuhkan demi menjadi ahli kelas dunia dalam bidang apapun".

Waktu Latihan Pemain Biola Bintang (siswa terbaik)
Umur
Lamanya latihan biola
9 tahun
6 jam/minggu
12 tahun
8 jam/minggu
14 tahun
16 jam/minggu
20-an tahun
30 jam/minggu

         Menurut prof. Rhenald Kasali, Ph.D. dalam bukunya yang berjudul Myelin menerangkan "Banyak orang yang tidak sadar bahwa tidak hanya ditentukan dari brain memory. Temuan-temuan terbaru dalam ilmu biologi ada memory lain yang tak kalah penting, yaitu muscle memory yang terletak di seluruh jaringan otot manusia. Brain memory pengetahuan, sedangkan muscle memory terbentuk dari latihan. Orang yang hanya membangun pengetahuan otak menjadi manusia formula yang hanya melihat sesuatu dari perspektif  brain memory, sementara orang yang melakukan latihan akan akan bergerak reflektif secara otomatis. Gabungan keduanya akan menghasilkan gagasan-gagasan dan tindakan-tindakan kreatif tiada akhir, yang disebut dengan keunggulan daya saing."

      Myelin yang pertama kali ditemukan oleh Rudolf virchow pada tahun 1854 ini adalah sumber semua talenta yang dibentuk dengan latihan mendalam, semakin seseorang terlibat dalam latihan mendalam maka semakin tebal lapisan myelin-nya . Myelin berperan menyimpan informai dan memberi perintah, myelin ada dibalik kesuksesan seseorang.

        Daniel Coyle juga memberikan penjelasan fungsi Myelin. Setiap gerakan, pikiran, dan perasaan manusia digerakkan oleh electric signal yang bergerak melalui mata rantai jaringan saraf. Myelin adalah insulasi yang membungkus mata rantai jaringan saraf dan berperan meningkatkan daya pancar, kecepatan, serta akurasi sinyal yang dikirimkan. Semakin sering orang menggerakkan atau melatih sirkuit tertentu, semakin optimal jaringan itu bekerja dan semakin kuat, kecepatan, kemahiran gerakan dan pikiran orang itu.

        Daniel Coyle menyimpulkan: "Semakin banyak orang melakukan latihan, semakin besar lapisan myelin yang membungkus saraf-saraf pembawa keahlian. Dan semakin tebal lapisan myelin, semakin mahir seseorang karena sinyal keahlian yang dibawa dibungkus rapi serta bergerak lebih kuat.

      Kembali lagi ke Malcolm Gladwell dalam bukunya “Outliers”, menegaskan bahwa kesuksesan adalah rangkaian dari latihan dan praktek berkepanjangan, tiada henti dan tiada jenuh. Konsisten latihan dan praktek selama 10000 jam akan menjadikan Anda seorang ahli dalam bidangnya, Mastery in a Field. 

Tony Robbins berkata "Repetition is the mother of skill" (pengulangan adalah guru yg terbaik). Ada juga yang mengatakan “Practice makes us right, repetitions make us perfect
“Praktek membuat kita benar, pengulangan membuat kita sempurna”

Bruce Lee juga pernah berkata "Saya tidak takut kepada orang yg melatih 1000 jurus tendangan 1 kali, yang saya takuti adalah orang yg melatih 1 jurus tendangan 1000 kali.

Rudi Hartono berlatih Badminton 5 jam per hari dari umur 6 tahun di usia 18 tahun menjadi juara dunia
Steve vai dan Joe Satriani dan gitaris dunia lain berlatih gitar sekitar 8jam per hari sebelum akhirnya mereka menjadi gitaris dunia.
Tiger Woods dari usia 6 tahun berlatih golf dan di usia 21 tahun mnjadi juara golf termuda si dunia.

Yakinlah apa yg anda tekuni akan berguna untuk masa depan. Ya hasil tidak akan membohongi usaha.
Buat komitmen dengan diri anda sendiri  ingin dikenal sebagai ahli apa, kemudian konsisten dan disiplin dalam belatih. Where there is a will there is a way (dimana ada kemauan disitu ada jalan), manjadda wa jadda.

If you can dream it, you can do it. Nothing is impossible, impossible is nothing
“If they say “It’s impossible” remember that it’s impossible for them. Not for you”
         
      Jangan lupa bertanyalah kepada orang yg sudah mengetahui petanya agar anda bisa cepat smpai ke tujuan, kalau anda mencarinya sendiri anda akan kesulitan kalaupun sampai pasti akan menghabiskan banyak waktu.

Pelajari juga: Cara optimasi potensi diri

      Anyone can do it, not everyone will..... will you? Semua orang bisa melakukannya tetapi tidak semua orang mau melakukannya. Jika Anda ingin meraih apa yang tidak diraih oleh banyak orang maka Anda harus melakukan apa yang tidak dilakukan oleh banyak orang. Ingatlah pelaut yang ulung tidak terlahir di lautan yang tenang.

Kamis, 02 April 2020