ADI SUMARNA: Motivasi

Browsing "Older Posts"

Home » Motivasi

Auto Sukses dengan 3 AL

 Auto Sukses dengan 3 AL

Sukses adalah dambaan bagi setiap orang diseluruh dunia. Jabatan tinggi, popularitas, harta yang melimpah dan definisi sukses lainnya menjadi goal masing-masing orang dengan definisi sukses tersebut.
Berbagai macam tips dan strategi dari yang paling sederhana sampai yang paling njelimet pun tercipta hanya untuk mewujudkan kata 'sukses'.

Oleh karena itu  kami share tips sukses yang sangat sederhana ini namun akan menjadikan anda auto sukses jika anda sungguh-sungguh menjalankannya. Tips tersebut adalah 3 Al yakni Profesional, Spiritual, dan Sosial.

Profesional

Profesional artinya adalah anda mahir atau menguasai bidang yang anda geluti, bertanggung jawab penuh, disiplin tinggi, serta memiliki integritas dan kredibilitas yang tinggi serta totalitas tanpa batas. Itulah yang akan membangun personal branding dan reputasi anda. Profesional adalah ikhtiar bumi yang harus anda sempurnakan dan anda lakukan tanpa tapi tanpa nanti.

Spiritual

Jika profesional adalah ikhtiar bumi maka spiritual adalah ikhtiar langitnya. Seprofesional apapun anda jika Allah tidak meridhoi, ada orang yang terzalimi, ada sifat kufur, takabur, arogan, tamak dan hal-hal negatif lainnya, maka kesuksesan akan semakin menjauh bahkan yang sudah sukses pun bisa runtuh.

Oleh karena itu perbanyak ibadah, sedekah, meminta doa, restu dan rida dari orang tua, para guru, dan orang-orang yang kita kenal, pandai bersyukur, rendah hati dan banyak membantu orang lain dan hal-hal positif lainnya.

Ketika anda berbisnis maupun berkarir tentu akan ada kompetitor yang sama-sama profesional bahkan lebih profesional, maka nilai tambah anda untuk memenangkan kompetisi tersebut adalah dengan spiritual.

Sosial

Manusia sebagai makhluk sosial sudah tentu membutuhkan orang lain dalam menjalani berbagai bidang kehidupan. Semakin banyak dan luas jejaring sosial yang anda miliki maka semakin banyak pula peluang yang akan anda dapatkan.

Berkolaborasilah dengan banyak orang, bergabunglah dengan banyak komunitas sehingga anda bisa bertumbuh dan berkembang bersama, baik secara online maupun offline

Sosial network (jaringan sosial) adalah intangible asset, aset yang tidak berwujud namun nilainya sangat berharga. Walaupun anda bangkrut total selama anda memiliki network anda masih bisa membangun bisnis anda dengan cepat dan mudah.

Network akan banyak membantu anda, membuka banyak peluang, memberikan banyak ilmu dan wawasan yang bermanfaat, serta mempermudah dan mempercepat mencapai target.

Contoh sederhananya saat saya membuka usaha hidroponik, saya sowani satu persatu pelaku usaha hidroponik yang ada di daerah saya untuk berkenalan langsung itulah salah satu untuk cara untuk membangun network hasilnya ketika kebun hidroponik saya panen, sayuran hidroponik ludes dibeli oleh network saya tersebut, sebaliknya ketika pelanggan saya order dan saya tidak punya stok sayuran sendiri, saya bisa membeli sayuran dari network yang saya miliki tentunya dengan harga bakul kemudian saya jual lagi ke pelanggan saya.

Kami juga biasa saling sharing mulai dari tips-tips sederhana, perawatan, penanaman, marketing dan lain-lain, sehingga dari sini ilmu, dan wawasan pun semakin bertambah.

Itulah contoh paling sederhana manfaat dari sebuah Jaringan Sosial, so bangun social network mu sekarang juga, jangan sampai anda jadi orang yang anti sosial.


Dengan Profesionalitas, spiritualitas dan sosial bidang apapun yang anda tekuni insya Allah akan membuahkan hasil yang cemerlang. Gak percaya yuk coba lakukan!!




Senin, 28 Februari 2022

Raih Sukses Dengan 5 ON ala Zamil Azzaini

Semua orang mendambakan kesuksesan. Berbagai macam, cara, upaya dan kerja keras dilakukan hanya untuk mengejar satu kata yaitu "SUKSES". Namun sayangnya tidak semua orang mampu mencapai kesuksesan yang diinginkan. Untuk itu kami share cara meraih sukses dengan 5 ON. 

Ilmu ini saya dapatkan dari buku yang berjudul 'ON' yang ditulis oleh Zamil Azzaini seorang motivator top Indonesia atau yang biasa dikenal dengan inspirator sukses mulia. Saya membeli buku tersebut saat mengikuti seminar beliau sewaktu di Korea.

Isi buku ini menurut saya sangat luar biasa penuh dengan motivasi, inspirasi, dan strategis sehingga saya rasa seluruh generasi muda Indonesia perlu membacanya. Untuk itu saya merangkum sedikit isi dari buku tersebut dan saya bagikan melalui artikel ini. Jika anda ingin membaca buku tersebut secara utuh silakan beli bukunya.

Bagi saya ON tersebut sama seperti sebuah tombol ON yang jika kita tekan maka akan mengaktifkan sendi-sendi kekuatan yang kita miliki.

Ya ON tersebut adalah MOVE 'ON', VISI'ON', ACTI'ON', PASSI'ON', COLLABORATI'ON' mari kita urai satu persatu

MOVE ON

Move on artinya 'berpindah, bergerak, atau berjalan terus'. Tentu saja pergerakannya harus ke arah yang lebih baik lagi. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.

Move on juga bisa diartikan  bangkit dari keterpurukan, jika saat ini anda mengalami banyak masalah, terpuruk, bangkrut dan sebagainya yupz itu berarti anda harus segera move on. Bahkan anda yang baik-baik saja pun, sudah hidup nyaman, tentram dan damai tetap harus move on. Karena dunia dan seisinya akan terus berubah dari waktu ke waktu jika anda tidak bergerak mengikuti perubahan maka anda akan tertinggal.

"Hidup itu seperti naik sepeda untuk menjaga keseimbanganmu, kamu harus terus bergerak" Albert Einstein

Ya ciri hidup itu adalah berubah, bertumbuh, dan berkembang.Tidak ada kemajuan yang bisa diraih tanpa melakukan perubahan. Ketika anda sudah nyaman dengan rutinitas sehari-hari anda, hati-hati anda akan masuk kedalam jebakan, hidup anda akan seperti robot beraktivitas tanpa berpikir dan menggunakan hati nurani serta tidak melakukan perubahan apapun dan tidak mengikuti perubahan zaman.Saat itulah sejatinya anda sudah mati sebelum jasad anda terbujur kaku didalam bumi meskipun secara biologis anda masih hidup.


VISION

Vision atau visi secara sederhana adalah impian atau tujuan kita. Apa jadinya jika permainan sepak bola tanpa gawang? ya pemain akan terus menerus berputar-putar dilapangan tanpa henti. Seorang Musafir memiliki tujuan untuk mengakhiri perjalananya, Seorang pilot pesawat terbang tidak akan bisa mendaratkan pesawatnya bila tidak menetapkan di Bandara mana dia akan mendaratkan pesawatnya sampai pesawatnya jatuh kehabisan bahan bakar, begitu juga dengan nahkoda kapal akan terus mengarungi lautan tanpa pernah bisa berlabuh jika tidak ada pelabuhan yang dituju.

Maka tetapkan visi dunia dan visi akhiratmu. Mereka yang lupa akan akhirat biasanya hanya memiliki visi dunia saja, padahal tempat kembali kita yang abadi adalah akhirat. So tentukan visi dunia dan akhiratmu dengan jelas lalu berjuanglah dengan keras untuk mewujudkannya.

Baca juga:

ACTION

Action berarti "aksi/tindakan". Visi tanpa aksi hanyalah sebuah imajinasi yang tak akan pernah terealisasi. No action nothing happen, take action miracle happen. Namun yang dimaksud tindakan disini bukanlah tindakan yang asal-asalan atau serampangan tetapi tindakan yang relevan dengan visi anda sehingga hasilnya berdampak pada tercapainya visi anda.

Jangan sampai "sibuk for nothing", terlihat benar-benar sibuk tapi tidak menghasilkan apa-apa sehingga hanya buang-buang waktu, tenaga, pikiran, dan materi. Contoh jika visi dunia anda adalah ingin menjadi pengusaha sukses dengan omzet 1 milyar/bulan. Tentu tindakan yang harus anda lakukan adalah memulai berbisnis, belajar bisnis, baca buku bisnis, nonton video bisnis, dengerin podcast bisnis, ikut seminar/training/workshop kewirausahaan, bergaul dengan para pengusaha dan sebagainya.

Jika visi dan tindakan anda selaras seperti itu, tentu kemungkinan visi anda terwujud itu lebih besar. Sebaliknya jika visi anda ingin jadi pengusaha sukses tetapi yang anda lakukan adalah main game, nongkrong, rebahan dan hal-hal yang tidak ada hubungan dengan visi anda tapi anda lakukan terus-menurus mimpi visi anda bisa terwujud.

Begitu pun juga untuk visi akhirat anda, jika anda ingin masuk surga tentu anda sudah paham sendiri apa yang harus anda lakukan selama hidup di dunia dan apa tidak boleh anda lakukan.

Kewajiban kita jauh lebih banyak dari waktu yang tersedia, oleh karena itu tentukan "SKALA PRIORITAS". Apa saja yang harus diutamakan, didahulukan, disegerakan, dan mana yang boleh ditunda, diduakan, dan seterusnya.

Bagi seorang muslim tentu skala prioritasnya sudah jelas yaitu WAJIB-SUNNAH-MUBAH-MAKRUH
Wajib :Harus dilakukan jika ditinggalkan berdosa
Sunnah: Dilakukan berpahala ditinggalkan tidak apa-apa
Mubah: Boleh dilakukan boleh juga tidak
Makruh: Bila dilakukab tidak berdosa, bila ditinggalkan berpahala
Selain itu ada satu lagi yaitu "HARAM", sesuatu yang tidak boleh anda lakukan

Dalam hal menyelaraskan antara visi dengan aksi pun sama, anda harus punya skala prioritas seperti itu. Jika aksi tersebut memberikan dampak besar bagi terwujudnya visi anda berarti itu wajib anda lakukan setiap hari, aksi yang memberikan dampak sedikit berarti jarang-jarang saja dilakukan, aksi yang tidak memberikan dampak apa-apa sewaktu-waktu saja boleh anda lakukan tapi untuk aksi yang justru akan membuat gagal mencapai visi ini jelas haram adan lakukan. 

Sekali lagi waktu kita terbatas tak akan cukup untuk sering-sering pindah profesi atau ganti visi yang pada akhirnya tak ada yang expert satupun, jangan jadi kutu loncat kalau mau berhasil.

Ambil tindakan dengan melakukan kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja berkualitas, kerja selaras, dan kerja tuntas itu yang akan mengantarkan anda mencapai visi.

PASSION

Passion secara arti adalah "gairah", maksudnya ketika kita melakukan sesuatu kita merasa penuh gairah, semangat dan dengan senang hati melakukan itu berarti itu adalah 'passion' kita. 

Melakukan action tanpa passion itu sama seperti robot tanpa penjiwaan, tanpa gairah tanpa semangat dan tentu hampa sekali, hanya sekerdar rutinitas yang menjemuka, miskin kreativitas, dan hasilnya pun tidak maksimal bahkan beratakan. 

Love what you do, do what you love begitu lah kata yang selalu digemborkan oleh para motivator agar kita merasa enjoy saat melakukan sesuatu. Tapi passion itu bukan hanya sekedar jatuh cinta melainkan juga bangun cinta.

Konon katanya jatuh cinta itu hanya bertahan paling lama 3 tahun. Bagaimana agar cinta itu tetap bertahan selamanya, ya tentu dengan membangun cinta. Jika anda jatuh cinta terhadap pasangan anda, maka selanjutnya adalah bangun cinta agar cinta anda kepada pasangan tetap abadi cie-cie, jika anda jatuh cinta kepada tuhan anda maka bangun cinta anda dengan mengingat-Nya dimana pun anda berada buka hanya saat sedang beribadah, jika anda jatuh cinta kepada Rosulullah bangun cinta anda dengan perbanyak shalawat untuk beliau dan hidupkan sunnah-sunnahnya dalam kehidupan anda.

Jika anda jatuh cinta pada profesi anda, maka bangun cinta anda dengan sungguh-sungguh mengasah, belajar, dan berlatih sampai anda dikenal ahli di profesi yang anda tekuni tersebut. So temukan profesi apa yang membuat anda benar-benar merasa jatuh cinta yang jika dilakukan anda hanyut dalam profesi itu tanpa merasa lelah dan bosan.

Menurut ilmu talent mapping passion seseorang mucul dari 4 E yakni "Enjoy, Easy, Excellent, Earn"dimana seseorang akan merasa "Menikmati, Mudah, Terampil dan Menghasilkan" dalam melakukan pekerjaannya.

Selain itu penting juga untuk mengetahui kecerdasan otak kita lebih dominan kemana. Apakah kita tipikal orang 'Thinking', 'Sensing', 'Intuiting', 'Feeling', 'Insting'.

Thinking : Orang yang memiliki kelebihan dalam hal berpikir analitis dengan tingkat akurasi yang tinggi
Sensing : Orang yang memiliki kemampuan pekerjaan yang detail dan kecil-kecil namun volumenya banyak serta ahli dalam membaca peluang dan momentum
Intuiting : Orang yang memiliki kelebihan dalam hal intuisi (kecerdasan indra keenam) / creativity quotient
Feeling : Orang yang memiliki kelebihan sentuhan hati dan kepekaan sosial (berbasis emosi dan perasaan)
Insting : Orang yang memiliki kemampuan yang melibatkan naluri dengan baik, kelebihannya mampu memperlancar keadaan dan sangat tepat bekerja pada lembaga-lembaga yang peduli dengan orang lain.

Jika anda termasuk tipikal orang thinking tapi anda bekerja pada bidang yang membutuhkan kemampuan Feeling tentu anda tidak akan bisa mengeluarkan potensi anda secara maksimal dan anda pun tidak akan merasa enjoy dalam bekerja karena itu bukanlah bidang pekerjaan yang menjadi kelebihan anda. Dan hasilnya tentu anda akan kalah dengan kompetitor anda baik dalam hal persaingan bisnis, karir dan sebagainya karena anda berkompetisi menggunakan kekurangan anda.

Sebaliknya jika anda orang thinking dan anda berkarir pada bidang yang membutuhkan kemampuan thinking tentu anda akan lebih cepat melesat, karena anda berkompetisi menggunakan kelebihan anda.

Ada 2 kata yang bisa menjadi dorongan dalam passion yakni To be dan To haveTo be adalah keinginan anda untuk "menjadi" sesuatu. Berkaitan dengan proses untuk mengejar prestasi dengan memanfaatkan passion yang anda miliki. To have adalah keinginan anda untuk "memiliki" sesuatu. Berkaitan dengan proses meraih benda-benda materi atau atau hasil akhir dari sebuah usaha. Contoh To be :anda ingin menjadi seorang pengusaha properti itu cocok dengan passion anda karena anda seorang tipikal thinking. Contoh To have nya anda memiliki banyak properti, dan memiliki aset 1 triliun.

Passion dan talenta adalah harta karun dalam diri anda yang harus segera anda temukan. Jangan berhenti mencari sebelum anda menemukannya. Maka sekali anda menemukannya dan mengasahnya dengan sungguh-sungguh, anda akan menjadi seseorang yang expert dibidang tersebut dan kehidupan anda pun akan berubah drastis.

COLLABORATION

Sebagai makhluk sosial, anda tentu memerlukan orang lain dalam banyak hal termasuk dalam mencapai kesuksesan. Seorang pegawai butuh partner kerja, seorang pengusaha butuh karyawan, relasi bisnis, dan sebagainya, seorang atlet butuh pelatih, teman latihan dan rekan 1 tim. Artinya anda harus berkolaborasi dengan banyak pihak jika ingin melakukan percepatan /akselerasi dalam karir atau bisnis.

Karena merasa serba bisa lantas anda mengerjakan semuanya sendirian, anda akan terjebak dalam kesibukan yang tiada pernah berakhir dan anda tidak akan punya cukup waktu untuk melakukan semuanya apa lagi untuk melakukan hal-hal lain seperti meng-upgrade diri, menggali ide-ide brilian, dan lain-lain.

Sebuah pertunjukan konser musik orkestra yang menghasilkan musik yang indah dan harmonis adalah hasil dari kolaborasi banyak musisi yang ahli dibidangnya masing-masing seperti Komponis, Gitaris, Drummer, Pianis, Vokalis, Sound engineer, dan masih banyak lagi. Sebuah bangunan megah nan indah adalah hasil kolaborasi dari bahan-bahan /material seperti batu, pasir, semen, air, batu bata, kayu, besi, dan lain-lain. Banyak unsur yang tidak terlihat namun kontribusinya sangat besar. Begitu juga dengan rendang sapi yang rasanya sangat lezat pun adalah hasil kolaborasi dari daging, air, dan banyak bumbu masak.

Itulah kekuatan dari kolaborasi mampu menghasilkan sesuatu yang luar biasa dengan cepat. Namun yang perlu digaris bawahi adalah anda harus memilih orang yang tepat untuk berkolaborasi jangan sampai salah memilih orang yang malah akan membawa anda pada kegagalan, kebangkrutan, keterpurukan dan sebagainya.

Oleh karena itu carilah partner yang sesuai dengan yang anda butuhkan, mulai dari niat atau tujuannya, keterampilannya, perilakunya, dan tentunya harus ada simbiosis mutualisme / ada kerja sama yang saling menguntungkan.

Generasi terbaik lahir dari lingkungan terbaik. Oleh karena itu carilah lingkungan yang terbaik yang menebarkan energi positif setiap saat. Sebaik apa pun benih tanaman jika ditanam di tanah yang tandus dia tidak akan tumbuh, sebaliknya sejelek apa pun benih tanaman jika ditanam di tanah yang subur dia akan tumbuh dengan baik apa lagi benih dengan kualitas tinggi.

Begitu juga dengan manusia. Meskipun anda memiliki talenta dan postensi yang luar biasa jika lingkungannya buruk, teman-teman anda buruk, maka akan berdampak buruk juga untuk diri anda, anda akan terkontaminasi, karena setiap waktu yang anda lihat, anda dengar, dan anda rasakan adalah hal-hal negatif seperti kemalasan, keluhan, cacian, dan sejenisnya.

Carilah lingkungan yang baik, teman-teman yang baik, rekan kerja yang baik, bacaan dan tontonan yang baik, dan bergabung dengan komunitas-komunitas yang postif. Jika itu semua dilakukan apa lagi jika lingkungan, teman, dan komunitasnya berhubungan dengan cita-cita anda maka anda akan semakin cepat meraih sukses yang anda impikan.

Nah agar orang lain dengan senang hati mau berkolaborasi dengan anda maka anda harus menjadi orang yang memiliki pengaruh dan karisma dalam lingkungan pergaulan. Yang tentu keberadaan anda dirasakan manfaatnya oleh orang lain. Jangan sampai anda menjadi orang yang ada maupun tidak ada sama saja alias tidak terasa. Untuk mencapai itu semua anda harus memberikan kontribusi kepada lingkungan dan orang lain baik berupa materi, ilmu, ide, gagasan, tenaga dan lain-lain. Tanpa kontribusi anda tidak akan pernah menjadi seorang yang berpengaruh dan berkarisma. 



Senin, 26 Juli 2021

Kaidah SMART meraih goal

 Cara SMART Gapai Target Anti Gagal

Setiap organisai atau perusahaan pasti memiliki goal, target atau tujuan. Begitu juga dengan kita semua pasti memiliki impian atau tujuan hidup.
Namun sayang masih banyak yang ngawur, tidak jelas, tidak terukur, dan tidak realistis dalam menentukan target yang ingin dicapai.

Setiap goal yang sudah dipancangkan pasti disertai dengan langkah-langkah untuk mewujudkannya. Namun sekeras apapun kita berjuang untuk meraih goal tersebut kalau goal yang kita tentukan ngawur, tidak jelas, tidak terukur dan tidak realistis tentu mustahil untuk diraih. Akan lebih parah lagi jika hidup tanpa tujuan.


Oleh karena itu ada kaidah yang harus anda penuhi agar target atau cita-cita anda/organisasi mudah untuk diraih yaitu dengan menggunakan metode SMART. SMART sendiri adalah singkatan dari Spesific, Measurable, Achievable, Realistic, dan Time bound / timely. SMART pertama kali diperkenalkan oleh George T. Doran pada tahun 1981. 

Berikut adalah kaidah SMART untuk meraih target impian

Spesific (spesifik)

Tujuan/goal yang anda pancangkan harus spesifik, jelas dan detail bisa diimajinasikan dan dirasakan dengan indra. Dengan begitu akan lebih mudah diwujudkan.
Kesalahan yang banyak terjadi adalah banyak individu atau organisasi yang menetepkan target masih secara umum, tidak spesifik dan tidak jelas atau samar-samar, tidak bisa diimajinasikan dengan baik dan dirasakan dengan indra, sehingga sulit sekali untuk diwujudkan.

Sama halnya seperti kita memanah jika papan target terlihat dengan jelas, posisinya, warnanya, ukurannya, dan jaraknya maka kita akan lebih mudah membidiknya dengan anak panah tepat pada posisi pusat papan target tesebut. Kalaupun meleset kemungkinan melesetnya tidak akan jauh.

Sebaliknya jika papan target posisinya disembunyikan dibalik tembok kemudian kita memanahnya bagaimana mungkin kita bisa membidiknya tepat sasaran, yang akan kita malah memanah secara serampangan.

Ya tujuan yang spesifik akan memudahkan kita untuk menyusun langkah-langkah, menyiapkan sumber daya yang dibutuhkan dan yang paling penting adalah kita bisa mengukur.

Contoh target yang umum
Dua tahun lagi saya ingin punya mobil
(tidak bisa diimajinasikan dengan baik)

Contoh target yang spesifik
Tanggal 30 Desember tahun 2023 saya ingin punya mobil Toyota Alphard warna putih
(rasakan seperti nyata tanggal belinya, warna mobilnya, empuknya sofa, suara mesin dan jalannya yang halus, dll)

Bandingkan perbedaan target yang umum dan target yang spesifik diatas. Tentu anda bisa merasakan perbedaan yang sangat signifikan.

Measurable (terukur)

Setelah anda menentukan target secara spesifik, kaidah selanjutnya dalam menetapkan goal/target selanjutnya adalah terukur (measurable). 

"Apa yang tidak bisa kita ukur tidak bisa kita atur"
Penting sekali mengukur target kita seberapa lama waktu yang dibutuhkan, berapa biayanya, seberapa banyak, dll. Jika goal tertukur maka kita akan lebih mudah mengaturnya.

Contoh jika kita ingin membeli sebuah mobil Toyota Alphard 2 tahun ke depan maka kita bisa mengaturnya memecah menjadi bagian-bagian kecil.
Harga 1 unit Toyota Alphard I milyar dibagi 2 tahun. Berarti anda harus bisa menabung sekitar 42 juta perbulan atau Rp.1400.000 perhari dengan begitu dalam 2 tahun anda sudah memiliki tabungan sebesar 1 milyar 8 juta rupiah dan target anda bisa tercapai tepat waktu.

Achievable (dapat dicapai)

Kaidah dalam menargetkan tujuan selanjutnya adalah dapat dicapai (Achievable). Jangan menetapkan target yang mustahil anda capai. Satu contoh anda mentapkan target membeli Toyota Alphard dalam waktu 2 tahun sedangkan penghasilan anda hanya 2 juta perbulan ya mimpi bisa beli Alphard kecuali ada keajaiban, ada yang ngasih misal, atau dapat hadiah hehehee...

Realistic (realistis)

Kaidah keempat dalam menentukan goal adalah bahwa goal tersebut harus realistis, nyata, dan rasional. Jangan sekonyong-konyong anda mentukan target tapi ngawur dan tidak masuk akal hanya ada dalam hayalan.

Contoh target realistis
Saya ingin membeli Toyota Alphard dua tahun kedepan dengan menabung 42juta perbulan karena penghasilan saya sebagai pengusaha 100 juta perbulan. (ini realistis)

Setelah lulus SMA saya ingin menjadi polisi (ini juga realistik terkait nanti lulus seleksi atau tidak)

Contoh target yang tidak realistis
Saya ingin membeli toyota alphard meskipun saya seorang pengangguran yang tidak punya penghasilan. (tidak realistis)

Saya ingin jadi polisi meskipun umur saya sudah diatas 30 tahun (mimpi, karena syarat untuk seleksi polisi maksimal usia 24 tahun)

Saya ingin menjadi Spiderman (ngawur parah!!!)

Ada dua versi huruf "R" dalam kaidah SMART ini, versi lain menyebutkan bahwa huruf "R" dalam SMART adalah Relevant (relevan , berhubungan, sesuai, bersangkutan)
Disebutkan bahwa target yang ditetapkan harus relevan dengan visi hidup atau visi organisasi sehingga berhubungan dengan target-target lainnya yang selaras dengan visi.

Time bound (batas waktu) / Timely (tepat waktu)

Kaidah terakhir dalam menentukan tujuan ini adalah Time bound (batas waktu) ada yang menyebutnya Timely (tepat waktu). Saya setuju dengan dua-duanya karena anda harus mencapai goal tepat waktu sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan bahkan kalau bisa sebelum batas waktu yang ditentukan anda harus sudah bisa mencapainya. 

Namun demikian batas waktu yang anda tentukan harus realistis dan bisa dicapai. Dengan adanya batas waktu anda akan tahu kapan anda harus memulai dan kapan anda harus mencapai goal tersebut. Sehingga anda bisa mempersiapkan segala sumber daya yang dibutuhkan dan bisa terpacu untuk segera mencapai tujuan anda bahkan bisa lebih cepat.

Visi, goal, target, atau tujuan adalah sesuatu dalam organisasi atau hidup seseorang, tanpa tujuan kita akan kehilangan arah..


Dengan menyusun goal setting berdasarkan kaidah SMART maka anda akan lebih jelas melihat goal anda, mengukurnya secara akurat dan akan mempermudah menyusun langkah-langkah untuk menggapainya.

So tetapkan goal kita saat ini juga menggunakan kaidah SMART dan mari kita wujudkan bersama...
"If you can dream it, you  can do it"
Sabtu, 03 Juli 2021

Begini jadinya jika hidup tanpa tujuan

Di suatu siang yang terik Catim menghampiri taksi yang sedang mangkal dan langsung masuk kedalam taksi tersebut.

Sopir: "Selamat siang pak, Bapak mau saya antar kemana? (sambil menyalakan mesin mobil dan argometer)

Catim: "Hhmmm kemana yach!!!... Gak tau mas bingung... terserah mas aja dech mau bawa saya kemana.."

Sopir: "?!#!?#!?" (melongo)

Sopir taksi pun segera mengendari taksinya dan membawa Catim pergi tanpa tujuan yang jelas menghabiskan bensin dan tentu saja membuang-buang waktu untuk hal-hal tidak jelas. Ketika taksi berhenti disuatu tempat tidak menyenangkan Catim langsung tersadar lho kok berhenti disini sih, ini bukan tempat yang saya harapkan. Sedangkan dimanapun taksi itu berhenti atau kehabisan bensin, mau gak mau Catim harus membayar biaya yang tertera di argometer. (syukur-syukur kalau berhentinya ditempat yang asyik kalau berhentinya di tempat yang angker kan gak lucu)

Begitu juga dengan hidup, meskipun Anda tidak memiliki tujuan hidup, yang namanya kehidupan akan terus berjalan dan waktu yang sudah berlalu tidak akan bisa diputar kembali meskipun hanya satu detik.Jadi kalau Anda menjalani hidup tanpa tujuan yang jelas itu artinya Anda hanya menunggu mati saja, buang-buang waktu, tenaga, pikiran, dan materi. Dan ketika Anda berada di suatu kondisi sudah renta serta tidak punya apa-apa, Anda akan menyesali bahwa itu bukanlah kehidupan yang Anda inginkan.

Lihatlah di sungai yang mengikuti arus itu hanya kotoran, sampah dan bangkai saja kemana pun arus membawa pokoknya ikut saja (syukur kalau bermuara di lautan yang luas atau di dana yang jernih, bagaimana kalau nyangkut di selokan atau comberan?). Sedangkan ikan yang hidup dia akan berenang mengikuti tujuan meskipun melawan arus.

Memang ada orang yang bisa sukses tanpa perencanaan dan tujuan hanya mengikuti arus kehidupan yang membawanya saja tapi itu hanya sedikit orang saja dan itupun mungkin karena faktor keberuntungan. Dan biasanya sukses yang seperti ini tidak bisa diturunkan atau diajarkan ke orang lain karena tidak memiliki pola.

Setidaknya kita hidup di dunia harus memiliki dua tujuan yaitu TUJUAN DUNIA dan TUJUAN AKHIRAT. Lalu berusahalah untuk mencapai tujuan tersebut dengan mengerahkan seluruh potensi yang kita miliki akal, tubuh, ilmu, relasi, strategi, alat dan lain-lain. Hingga kita bisa mencapai kesuksesan di dunia dan di akhiran, kemudian mengajarkan dan menularkan pola kesuksesan tersebut kepada orang lain.

Jangan sampai kita menua dan mati tanpa memberikan usaha terbaik. Lakukanlah yang terbaik sebelum penyesalan datang. Ingatlah penyesalan itu ada dua yakni menyesal karena telah melakukan sesuatu dan menyesal karena belum sempat melakukan sesuatu sementara kesempatannya sudah tidak ada lagi.

Simaklah kisah berikut....

Pada hari pertama kegiatan perkuliahan, seorang dosen bergelar profesor memberikan mata kuliah umum di auditorium sembuah kampus ternama. ketika sesi penyampaian motivasi, sang dosen meminta salah seorang maha siswa untuk naik ke panggung auditorium itu.

Kemudian sang dosen menunjuk sebuah papan dart yang sudah terpasang di papan tulis yang berada ditengah panggung dan menghadap ke para maha siswa.

" Anda lihat papan dart itu?" tanya sang dosen

"ya, saya lihat prof!" maha siswa itu menatap papan dart dengan penuh tanda tanya

"Saya beri Anda tiga buah anak panah dart, jika semua lemparanmu tepat mengenai papan itu di angka berapa saja, saya beri Anda hadiah. Mau?"

"Mau banget, prof". Maha siswa tersebut terlihat bersemangat dan wajahnya pun berseri-seri

Lemparan pertama, tepat mengenai angka 5. Lemparan kedua anak panah menancap kuat di angka 8. Dan lemparan ketiga anak panah mendarat di angka 3. Sang dosen pun memberikan hadiah kepada maha siswa tersebut sesuai dengan janjinya.

Lalu maha siswa tersebut menuruni panggung sambil melambai-lambaikan hadiah itu ke teman-temannya.

"Baik, berikutnya giliran perempuan yang maju, satu orang saja. Silakan siapa yang bersedia"

"Saya" Seorang maha siswi tercantik dikampus itu mengangkat tangan dan langsung bergegas menaiki panggung.

"Ok, saya beri Anda tiga kesempatan untuk melempar anak panah dart, dan jika skor Anda diatas skor teman Anda tadi, Anda berhak mendapatkan hadiah yang sama  seperti teman Anda tadi, plus saya jamin Anda mendapat nilai A untuk semua mata kulah saya.

Senyum manis terlihat merekah diwajah cantik maha siswi itu membuatnya terlihat jauh lebih cantik lagi. Maha siswi itu pun bersiap untuk membidik sasaran.

Ketika maha siswi itu ingin melemparkan anak panah pertamanya tiba-tiba sang dosen berkata

"Tunggu dulu" Kemudian sang dosen mengambil papan dart tersebut dan menaruhnya dibalik papan tulis.

Senyum ceria di wajah maha siswi itu hilang seketika dan berganti dengan raut wajah yang penuh dengan kebingungan.

"Ayo, cepat lempar" Sang dosen memerintahkan sambil tersenyum

Maha siswi tersebut terlihat ragu-ragu

"Sudah lempar saja jangan ragu-ragu"

Maha siswi tersebut segera melemparkan ketiga anak panah secara serampangan dan terlihat tidak begitu bersemangat.

Tuk..... tuk...... tuk.

"Bagaimana, lemparan Anda lebih baik atau lebih buruk dari lemparan temanmu tadi?"

Maha siswi tersebut terdiam dengan wajah kebingungan, tak tahu apa yang harus ia katakan. Melihat hal tersebut sang dosen langsung menyapu pandangannya ratusan maha siswanya yang sedang menyimak antusias

"Pelajaran apa yang bisa kalian ambil dari dua peristiwa tadi" Tanya dosen

Seorang maha siswa mengangkat tangan. " Jika kita memiliki target/tujuan yang jelas kemungkinan keberhasilannya jauh lebih besar dibanding tidak memiliki target yang jelas"

Maha siswa lain menimpali, "melihat target dengan jelas menentukan tingkat keberhasilan untuk mencapai target tersebut"

"Intinya kita butuh target, prof" ujar seorang maha siswi merangkum jawaban kedua rekannya.

Sang dosen tampak begitu lega mendengar jawaban para maha siswanya itu. Mereka paham betul pelajaran penting dari hal yang ia demonstrasikan itu. Kemudian yang dosen mengalihkan perhatiannya ke gadis cantik yang masih berdiri mematung di dekatnya.

"Baik, karena Anda sudah berani tampil untuk naik ke panggung, saya sangat mengapresiasikan keberanian dan usaha Anda"

"Ini hadiah untuk Anda, Terkait mata kuliah saya, silakan Anda belajar dengan keras jika ingin mendapat nilai A." Ujar sang dosen

Setelah mengucapkan terima kasih, maha siswi tersebut langsung menuruni panggung sambil melambai-lambaikan hadiah yang ia terima dari sang dosen.

Baca juga: Kaidah SMART mencapai goal anti gagal

Dari kisah tersebut, saya yakin Anda bisa mengambil banyak pelajaran yang terkandung didalamnya tanpa perlu saya jelaskan lagi.

So tetapkan target/goal Anda mulai hari ini juga, jangan tunda lagi

Namun yang perlu diperhatikan adalah tujuan itu tak akan cukup hanya diucapkan tetapi juga harus ditulis bahkan kalau perlu harus dideklarasikan juga.

Pada tahun 1954 para peneliti mendata semua lulusan Yale University. Ternyata pada tahun tersebut hanya 3% dari mereka yang memiliki goal tertulis.

Dua puluh tahun kemudian. 1974. Para peneliti mendata kembali para lulusan tersebut. Hasilnya sangat mengejutkan. Mereka yang memiliki tujuan tertulis hidupnya jauh lebih sukses dan lebih bahagia.

Yang menjadi pengusaha, bisnis mereka sangat maju, yang menjadi karyawan, mereka menjadi karyawan yang sangat berprestasi dengan gaji yang tinggi. Begitu juga dibidang lainnya, dan total kekayaan mereka yang 3% ini jauh berbeda dibandingkan dengan total kekayaan yang diraih 97% lulusan lainnya.

Ya pencapaian 3% lulusan yang menuliskan goal mereka jauh diatas rekan-rekan satu almamater yang tidak punya tujuan/goal tertulis.

So, Yakin belajar tanpa tujuan

yakin masih mau menjalani hidup tanpa tujuan?

Seperti kata Buya Hamka

"Jika hidup sekedar hidup, kera di hutan juga hidup. Jika kerja sekedar kerja kerbau di sawah juga kerja"

Dalam segala hal kita harus punya tujuan

Bepergian

Belajar

Bekerja

Beribadah dan lain-lain

Semua harus ada tujuan jelas yang akan dicapai agar tak jadi sia-sia dan buang-buang waktu.

Selanjutnya setelah Anda memiliki tujuan tertulis segera deklarasikan tujuan tersebut kepada teman-teman, sahabat-sahabat, keluarga dan guru. Bahkan kalau perlu posting di medsos seperti fb dan ig dan tag teman-temanmu agar Anda lebih bersemangat dalam meraih tujuan yang sudah Anda tulis, selain itu akan ada yang mengingatkan ketika Anda lupa atau sedang dalam keadaan tidak bersemangat.


Baca juga: mantra sakti meraih tujuan


Jumat, 28 Agustus 2020

Tiga Titik Hitam Yang Bisa Menghancurkan

Tiga titik hitam yang menghancurkan

Sudah menjadi sunnatullah bahwa setiap orang ingin bertumbuh dan sukses, akan tetapi masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya melakukan hal-hal yang justru menjerumuskan diri sendiri ke dalam titik hitam atau lembah hitam yang membut mereka gagal menjadi orang sukses bahkan menghancurkan kesuksesan yang sudah mereka raih.

Tiga titik hitam ini adalah tiga hal yang bisa merusak atau menghancurkan Anda dari dalam tanpa Anda sadari, cepat atau perlahan namun pasti.

Tiga titik hitam yang membuat Anda gagal sukses


Tiga hal yang membuat kamu gagal bertumbuh, berkembang dan sukses adalah sebagai berikut:

1. Blaming (Menyalahkan)

Seseorang yang suka menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan, dan menyalakan alat yang ia gunakan tidak akan sempat untuk melakukan introspeksi diri karena waktunya disibukkan untuk menyalahkan apapun sehingga ia tidak mengetahui apa kekurangan, kelemahan dan kesalahan dirinya. Seperti kata pepatah "Tukang yang bodoh akan menyalahkan alat-alatnya, bukan menyalahkan diri sendiri".

Kalau tidak mengetahui kekurangan, kelemahan dan kesalahan diri sendiri bagaimana mungkin bisa memperbaiki. Tidak mengetahui apa kesalahan sendiri adalah kesalahan terbesar seseorang. So berhentilah menyalahkan orang lain, berhentilah menyalahkan alat, dan berhentilah menyalahkan keadaan.

Renungkanlah nasihat dari Gede Prama ini
Jika seseorang menyalahkan orang lain, maka ia perlu belajar
Jika seseorang menyalahkan diri sendiri, maka ia mulai belajar
Jika seseorang berhenti menyalahkan, maka pembelajaran usai

2. Excuse (Alasan)

Titik hitam yang kedua adalah suka membuat alasan. Orang yang suka membuat alasan biasanya dia punya bermacam-macam alasan ketika dia melakukan kesalahan, gagal dalam tugas, tidak disiplin dan sebagainya.

Bahkan mungkin dia punya 1001 alasan untuk membela diri dari kesalahan, kegagalan, atau ketidak disiplinan yang ia lakukan. Seperti: terlalu banyak pekerjaan yang dibebankan ke saya, saya sangat sibuk jadi tidak ada waktu, itu bukan keahlian saya, saya tidak punya modal, saya tidak berani mengambil resiko, saya tidak punya banyak jaringan, itu sangat berbahaya, saya tidak enak badan, saya lelah dan seribu satu alasan lainnya.

Alasan memang perlu untuk mengetahui kendala yang dihadapai tetapi bukan berarti segala sesuatu dijadikan alasan padahal permasalahan sebenarnya ada pada diri sendiri. 

Selain itu orang yang sering beralasan akan menjadi karakter.

3. Denial (Menolak/menyangkal)

Titik hitam yang ketiga adalah penolakan. Menolak nasihat, menolak kritik, memolak saran, menolak ilmu yang disampaikan orang lain, dan menolak kebaikan-kebaikan lainnya.

Orang seperti ini biasanya memiliki sifat arogan sehingga merasa sudah pintah, paling tahu dibanding orang lain dan merasa paling hebat sehingga apapun yang disampai oleh orang lain akan ditolak dan disangkal.

Sifat Denial akan menjadikan seseorang seperti katak dalam tempurung, merasa diri paling mengetahui segalanya padahal wawasannya sempit, ilmunya dangkal dan tidak tahu apa-apa.

Sejatinya nasihat, pendapat, saran, kritik dan ilmu yang disampaikan orang lain akan membuat kita menjadi pandai, bijak, dan berwawasan luas. Renungkan setiap apa yang disampikan oleh orang lain karena itu adalah tanda kebijaksanaan kita bukannya malah tersinggung karena itu mencerminkan kebodohan diri kita.

Bahkan jangan malu untuk belajar sama anak kecil. Diatas langit masih ada langit, kita tidak tahu, kita ini berada diposisi mana yang pasti selalu ada pelajaran yang bisa kita ambil dari orang lain.

Mata tanpa penutup menghasilkan pandangan
Telinga tanpa penutup menghasilkan pendengaran
Hidung tanpa penutup menghasilkan penciuman
Hati tanpa penutup menghasilkan kebijaksanaan

Jika selama ini kita belum bisa bijak tentunya masih ada yang menutupi hati kita yaitu ego, kesombongan, kedengkian dan penyakit hati lainnya.

Oleh karena itu buka mata, buka telinga, buka hati dan jadilah penerima segala kebaikan

Selain 3 titik hitam diatas masih ada satu lagi lembah hitam yang jangan sampai kita jatuh kedalamnya sehingga sulit naik kembali yaitu Complaining (Mengeluh).

Dulu saya punya teman yang suka mengeluh, setiap hari bahkan mungkin setiap jam ia lewati dengan mengeluh. Ya, mengeluhkan apapun entah itu pekerjaan, teman, atasan, dan lainnya. Begitulah jika terlalu sering mengeluh akan menjadi karakter yang sulit dirubah lagi sekalipun apa yang dikeluhkannya sudah dipenuhi dia akan terus mengeluh dan mengeluh lagi.

Syukuri apa yang ada. Mengeluh tidak akan merubah keadaan, buang-buang waktu bahkan justu akan memperkeruh keadaan. Dari pada mengeluh lebih baik gunakan waktu kita untuk hal-hal yang jauh lebih berguna.

Tiga titik hitam yang menghancurkan

Tidak titik hitam yang menghancurkan ini lebih ganas dari tiga titik hitam yang sudah dijelaskan diatas. Tidak titik hitam tersebut adalah:

1. Kesombongan

Kesombongan adalah awal dari kehancuran, kita pasti sering mendengar kalimat itu dan memang benar adanya bahwa kesombongan akan berujung dengan kehancuran. Lihatlah kisah umat nabi-nabi terdahulu dan kisa Fir'aun yang diazab dan dihancurkan sampai mereka semua musnah akibat kesombongan mereka.

2. Ketamakan

Hal lain yang bisa menghancurkan adalah ketamakan atau kerakusan. Kisah ketamakan Qarun dan kisah-kisah lainnya tentang ketamakan mengajarkan kita bahwasanya ketamakan akan berakhir dengan kehancuran.

3. Kedengkian

Titik hitam yang ketiga adalah kedengkian. Cukuplah kisah Nabi Yusuf dan saudara-saudaranya, dan kisah putra nabi Adam mengingatkan kita akibat dari kedengkian yang menjerumuskan pada kehancuran.

Yang lebih berbahaya dari sifat-sifat diatas adalah kita tidak menyadari bahwa kita sedang terjatuh kedalam lembah hitam tadi sehingga kita tidak memiliki upaya untuk naik dan keluar. Yang lebih parah lagi kita sadar sedang berada dalam jurang hitam tadi tapi malah bangga dan kita menikmatinya.

Semoga kita semua dijauhkan dari sifat-sifat buruk tadi, dijauhkan dari tiga titik hitam diatas.

Senin, 20 Juli 2020

Mantra Sakti Untuk Meraih Tujuan

Pahami Ini Agar Tujuan Pasti Diraih

Setiap orang punya mimpi yang ingin diraih, setiap orang punya target atau tujuan yang ingin dicapai tapi tidak semua orang bisa mencapai tujuannya, bahkan tidak semua orang mau komitmen dan konsisten berusaha mencapai mimpi/tujuannya. Seperti quote dibawah ini:
“Anyone can do it. Not every one will.” "Siapapun bisa melakukannya tetapi tidak semua orang mau (melakukanya).?”

"Banyak jalan menuju Roma" kalimat ini sangat terkenal dari dulu hingga sekarang, entah siapa yang pertama kali mempopulerkannya. Saya sendiri sudah mendengar kalimat itu sejak masih SD meskipun saat itu saya belum paham makhluk apa Roma itu dan dimana ia berada.

Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Setiap penyakit ada obatnya. Apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu penyakit, akan sembuhlah penyakit itu dengan izin Allah 'azza wajalla." (HR Muslim).

Saya sangat meyakini hadits diatas memang benar setiap penyakit ada obatnya, penyakit apapun akan sembuh jika diobati dengan obat yang tepat kecuali penyakit tua dan kematian.

Begitu juga saya meyakini kalimat "Banyak jalan menuju Roma", bahwasanya setiap goal, target, tujuan, ataupun visi bisa diraih dengan taktik atau siasat tepat, kecuali menyerah.

Jatuh bisa bangkit lagi
Gagal bisa diulang lagi
Salah bisa diperbaiki lagu
Tapi menyerah sama dengan selesai.

Pelajari juga: Kekuatan besar sebuah visi misi

"Banyak jalan menuju Roma" saya memaknainya sebagai suatu tindakan untuk fokus terhadap satu tujuan, kemudian menyusun banyak taktik untuk mencapai tujuan itu, bukan fokus pada satu cara saja. Karena peluang untuk mencapai tujuan itu tidak akan pernah tertutup dan kita tidak tahu strategi apa yang akan berhasil.

"Banyak jalan menuju Roma" tujuannya satu yaitu Roma, sementara jalan yang menuju kesitu banyak sekali. Tentu setiap jalan memiliki jarak tempuh dan halangan yang berbeda. Dan setiap orang belum tentu sanggup dan berhasil menuju kesitu melalui jalan yang sama dengan orang lain.

Hal yang sama juga belaku ketika ingin mencapai target atau tujuan, menggapai impian, meraih cita-cita dan mewujudkan visi. Pastikan target kita hanya satu tapi perbanyak siasatnya, ya target itu harus kaku tapi caranya harus fleksibel. Jangan ngotot pada satu cara/alat yang sudah gagal.

"If the plan doesn't work, Change the plan but never the goal"
Jika rencananya yang tidak berhasil, maka rubah rencananya namun jangan pernah merubah tujuannya
Begitulah pakemnya, Target itu harus kaku sedangkan caranya harus fleksibel.

Abraham H. Maslow mengatakan “Jika satu-satunya alat yang Anda miliki adalah PALU, maka Anda akan melihat setiap masalah sebagai PAKU.”

Perlu cara dan alat bantu yang tepat untuk mencapai suatu tujuan. Baik berupa network, keilmuwan, SDM, tools, dan lain-lain.

Mungkin Anda pernah atau bahkan sering melihat lalat yang mati di bawah kaca jendela atau sejenisnya. itulah akibat dari ngeyel dengan satu cara. Ketika lalat berhadapan dengan kaca dia akan terus-menerus menabrakkan diri dan membenturkan kepalanya, berharap dia bisa keluar dari situ, sampai akhirnya dia kelelahan dan mati. Lain hal dengan semut, ketika dia menemui kaca saat berjalan dan dia tahu bahwa kaca tak sanggup dia lalui, dia akan memilih jalan lain untuk mencapai tujuannya, dengan bergerak mundur, belok kiri, dan belok kanan. Lalat punya konsistensi tapi tidak punya strategi sedangkan semut dia memiliki konsistensi dan strategi. Gigih harus, bodoh jangan.

Sikap pantang menyerah akan menjadi sia-sia dan tak berarti apa-apa jika tidak dibarengi dengan analisa. Untuk mencapai tujuan dibutuhkan strategi, alat, proses berpikir, perspektif yang berbeda-beda serta analisa terhadap setiap permasalahan yang muncul.


Cobalah Anda perhatikan kutipan kata-kata Thomas Alva Edison ilmuwan legendaris penemu bola lampu pijar ini:
“I have not failed 10,000 times. I have not failed once. I have succeeded in proving that those 10,000 ways will not work. When I have eliminated the ways that will not work, I will find the way that will work.”
(Saya bukan gagal 10.000 kali. Saya tidak gagal satu kali pun. Saya berhasil membuktikan bahwa ada 10.000 cara yang keliru. Ketika saya telah mengetahui cara-cara yang keliru, akhirnya saya akan menemukan sebuah cara yang benar.)

Untuk menemukan satu bola lampu pijar dia melakukan ribuan cara dalam percobaannya sampai akhirnya menemukan cara yang benar dan berhasil menciptakan bola lampu pijar yang bisa kita rasakan manfaatnya sampai sekarang.

Muhammad Al-Fatih melakukan berbagai macam strategi perang untuk menembus benteng pertahanan Konstantinopel namun gagal sampai pasukannya pun hampir putus asa, Kemudian dia menyusun strategi kembali dia memerintahkan pasukannya untuk menarik kapalnya melalui darat mendaki bukit galata dan mereka berhasil menerobos selat Golden Horn dalam waktu semalam dan berhasil menembus pertahanan musuh sampai akhirnya memenagkan pertempuran.

Yang perlu diingat adalah bahwa Anda punya sumber daya yang terbatas dan sumber daya yang tak terbatas. Sumber daya yang terbatas adalah "WAKTU", saya, Anda dan semua orang di dunia ini punya batas waktu, tidak selama kita akan sehat, tidak selamanya kita akan muda, tidak selamanya kita akan hidup. Berusaha keraslah untuk mencapai tujuan sesuai waktu yang ditentukan, bahkan kalau bisa harus lebih cepat. Sedangkan sumber daya yang tak terbatas adalah "HARAPAN". Kita punya harapan yang tak terbatas. Kegagalan bukan berarti akhir segalanya, selama kita masih hidup dan masih terus berusaha harapan itu akan selalu ada.

"Many of life's failures are people who did not realize how close they were  to success when they gave up"
Banyak dari kegagalan hidup adalah mereka yang tidak sadar seberapa dekat mereka dengan kesuksesan saat mereka menyerah
So don't give up mungkin saja kesuksesan sudah didepan mata anda

Setiap kali Anda ingin menyerah katakan dengan penuh keyakinan sedikit lagi berhasil, sepuluh langkah lagi sampai. Where there's a will there's a way (dimana ada kemauan disitu ada jalan).

Yakinlah if you can dream it, you can do it.

Pelajari juga: Cara membentuk world class skill


Jumat, 17 April 2020

Kekuatan Sebuah Niat

Kekuatan Dibalik Niat

         Niat bagi saya memilik peran penting dalam segala tindakan, niat menjadi fundamen dari segala kegiatan baik yang bersifat duniawi apalagi akhirat. Kalau niatnya tepat insya Allah akan membawa manfaat, kalau niatnya salah ujung-ujungnya jadi masalah.

        Profesi sama, aktivitasnya sama tapi kalau niatnya berbeda maka hasilnya pun akan beda. Satu contoh ada 4 orang yang profesinya sama yaitu Guru dan aktivitasnya sama yaitu mengajar maka dengan niat yang berbeda hasilnya akan berbeda pula.
Orang ke-1 "Saya menjadi guru dan mengajar biar gak nganggur saja"
Orang ke-2 "Saya mengajar biar ilmu yang saya miliki gak hilang"
Orang ke-3 "Saya menjadi guru dan mengajar untuk menafkahi keluarga saya"
Orang ke-4 "Saya menjadi guru dan mengajar dengan niat ibadah dan agar saya bisa memberikan sesuatu yang berarti untuk generasi setelah saya sebagai bekal saya di akhirat"

Dari empat orang itu tentu yang kerjanya totalitas, memiliki integritas dan kredibilitas yang tinggi serta berpotensi menghasilkan karya-karya besar adalah orang ke-4.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya” (HR. Bukhori-Muslim)

Dalam islam kedudukan niat di segala ibadah jelas. Wudhu, shalat, puasa, zakat, haji, umroh, dan ibadah lainnya semua ada lafaz niatnya sendiri. Ibadah tanpa niat maka ibadahnya akan sia-sia.


     Dalam hal yang bersifat duniawi pun sama, seperti bekerja, berbisnis, berorganisasi dan lain sebagainya tanpa niat ibadah dan niat yang lurus tidak akan mendatangkan hasil yang bagus.
Ya ibadah bukan hanya ritual-ritual keagamaan saja, segala sesuatu aktivitas yang diniatkan karena Allah SWT akan bernilai ibadah. Bertanggung jawab terhadap pekerjaan adalah ibadah, menafkahi keluarga adalah ibadah, melayani orang lain dengan baik adalah ibadah. Spiritualitas bisa dilakukan ditempat kerja

        Hadirkan Allah disetiap aktivitas kita jangan sampai Allah absen di tempat kerja kita. Jika kita sudah berniat untuk ibadah kepada Allah, dan yakin bahwa Allah maha melihat, maha mengetahui dan maha mendengar maka kita tidak akan berbuat curang dalam hal apapun.

      Orang yang bekerja tanpa niat ibadah biasanya kerjanya asal-asalan, tidak bertanggung jawab, sering curi-curi waktu, makan gaji buta dan berbagai macam pelanggaran lainnya.
Pebisnis dan pedagang yang orientasinya hanya untung besar tanpa dilandasi niat ibadah maka berpotensi berbuat curang seperti, mencampur makanan dengan bahan-bahan berbahaya formalin atau borak, mencampur gorengan dengan plastik, mencampur daging dengan daging haram, menipu dan kecurangan-kecurangan lain yang banyak terjadi di masyarakat.

      Saat menjabat sebagai ketua Karang Taruna desa saya niatkan untuk ibadah, saya anggap ini adalah medan jihad saya untuk membenahi dan menghidupkan organisasi bukan mencari penghidupan di organisi. Niat untuk memberikan kontribusi, menjadi bagian dari kemajuan desa, menjadi bagian dari kebahagiaan orang lain, menjadi bagian dari keamanan, kemakmuran dan kesejahteraan, niat untuk menjadikan karang taruna sebagai kendaraan untuk menebarkan manfaat kepada masyarakat.

       Ketika saya menyampaikan ke anggota bahwa kita harus meluruskan niat, niatkan di karang taruna ini untuk ibadah tidak sedikit anggota dan masyarakat yang nyinyir sinis dan sadis ngapain karang taruna bawa-bawa ibadah, lucu! bahkan ada dua orang ketua karang taruna dari desa lain yang terang-terangan bilang ke saya di karang taruna itu jangan bawa-bawa ibadah, jangan bawa-bawa agama.

       It's OK saya tidak merasa bahwa mereka salah dan saya yang benar, bagi saya itu hanyalah pilihan prinsip. Jadi jalani saja prinsip masing-masing, dan tentu setiap pilihan ada konsekuensinya.
          

         Meskipun di tengah perjalanan karena satu dan lain hal saya terpaksa harus mengundurkan diri dari jabatan yang di amanahkan ke saya, sedikitpun saya tidak pernah menyesal karena selama menjabat saya selalu berusaha untuk istiqomah berjalan diatas niat dan prinsip saya. Dan saya yakin Allah akan menggantikan sesuatu yang saya tinggalkan dengan niat karena Allah dengan yang lebih baik.

Seperti sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad)
Senin, 30 Maret 2020

Bermanfaat Untuk Umat

4 Hal yang menjadikan kita sebagai penebar manfaat

          Ketika saya menonton film Laskar Pelangi dulu, ada satu wasiat luarbiasa yang disampaikan oleh seorang guru laki-laki tua kepada murid-muridnya di sebuah Sekolah dasar terpencil sebelum sang guru meninggal dunia. Wasiat tersebut berbunyi "Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya bukan untuk meminta sebanyak-banyaknya".
         Kalimat itu sampai sekarang selalu saya ingat dan menjadi motivasi tersendiri bagi saya  meskipun saya mendengarnya dari sebuah film.


Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

"Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain (HR. Tirmidzi)"

Hadits ini menjadi bahan bakar penyemangat bagi umat Islam di seluruh Dunia dalam berlomba-lomba meneberkan manfaat bagi orang lain.

Indikator sejauh mana kita bermanfaat untuk orang lain sedikitnya ada 4 pertanyaan untuk diri kita sendiri:

1. Apa kontribus saya?

        Apa kontribusi saya untuk keluarga, untuk teman-teman, orang-orang di sekeliling saya, untuk masyarakat, untuk umat, untuk daerah tempat tingal saya, untuk bangsa negara, agama, dan dunia. 
Tingkatkan, perbesar, perbanyak, dan perluas kontribusi kita di semua lini. Tinggalkan jejak kebaikan dimanapun kita berada. Sehingga ketika kita meninggal dunia ada kebaikan dan sesuatu yang berarti yang kita wariskan untuk generasi setelah kita yang insya Allah akan menjadi amal jariyah bagi kita. 

2. Saya ini bagian dari solusi atau masalah?

     Selalu tanyakan kepada diri kita "saya ini bagian dari solusi atau masalah?" sebagai bahan evaluasi dan introspeksi diri apakah selama ini kita sudah menjadi bagian dari solusi atas segala macam permasalahan yang ada di sekelilng kita atau jangan-jangan kita malah menjadi bagian masalah bahkan mungkin pembuat masalah (trouble maker).
       Mulailah untuk peduli terhadap sekeliling kita bukan hanya memikirkan diri sendiri. Jadilah bagian dari solusi, jadilah bagian dari kebahagiaan orang lain, jadilah bagaian dari kemanjuan bangsa dan negara.


3. Dimana posisi saya di ruang sosial?

Pastikan kita mengambil peran di ruang-ruang sosial, bukan hanya sebagai penonton ataupun komentator. Jadilah penggerak, inisiator dan fasilitator kebaikan.

4. Apa arti hidup saya?

Cobalah sejenak renungkan apa arti hidup kita di dunia ini, untuk apa kita hidup di dunia, untuk siapa kita hidup,apa tujuan hidup kita, dari mana kita berasal dan akan kemana kita setelah meninggal.
Mari kita jalani hidup ini dengan penuh arti.


Cara memaksimalkan 4 hal diatas


        Tidak bisa dipungkiri bahwa untuk bisa maksimal berkontribusi, menjadi bagian dari solusi, mengmbil peran di ruang sosial, dan menjadikan hidup jauh lebih berarti maka jalan satu-satunya kita harus menjadi kaya.  Ya  tentu kaya harta dan kaya ilmu baik ilmu dunia maupun ilmu agama.

           Shalat dan puasa itu penting tapi semua orang mampu melakukannya bahkan anak kecil pun bisa shalat dan puasa, tapi cuma orang kaya harta yang bisa shalat, puasa, berangkat haji dan menghajikan orang lain, umroh dan mengumrohkan orang lain, bangun tempat ibadah, bangun tempat pendidikan, bangun panti asuhan, dan lain-lain.

         Dan cuma orang yang kaya ilmu yang bisa memberikan solusi atas permasalahan, cuma orang yang kaya ilmu yang bisa memberikan kontribusi gagasan, ide-ide, pemikiran-pemikiran cemerlang, mencerah orang lain, memberikan  dan mengajarkan ilmu-ilmunya kepada orang lain.
Minggu, 29 Maret 2020

Hilangkan Mental Pengemis dari Diri Kita


Saat ini, iklim perekonomian memang sedang lesu. Suhu politik sisa Pilpres 2014 belum juga stabil, harga-harga bahan kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan, subsidi-subsidi dikurangi, pajak di sana-sini dimaksimalkan, dollar pun masih terlalu perkasa untuk rupiah. Ini semua menyebabkan daya beli masyarakat berangsur-angsur anjlok. Tak heran bila ada yang mengait-ngaitkannya dengan gejala krisis 1998.

Pertanyaannya, seandainya ini memang krisis, apa yang kita lakukan? Berpangku tangan sambil menghujat pemimpin negara lantaran tidak becus mengendalikan gejolak ekonomi? Menunggu bantuan turun dari Pemerintah untuk mengangkat kita dari keterpurukan?

Sebaiknya jangan. Karena, itu sama artinya dengan memupuk mental pengemis dalam diri kita. Ini sikap yang sangat negatif. Selamanya, kita takkan pernah menjadi bangsa besar bila kita dikuasai oleh mental peminta-minta.

Saya ingin mengajak Anda sejenak menengok belahan dunia lain. Ada sebuah negeri dengan sejarah panjang tapi terjal. Negeri yang mengapung di Laut Mediterania itu biasa kita sebut Palestina. Konflik berkepanjangan menderanya selama berabad-abad, terutama dalam lingkaran perseteruannya dengan Israel.

Orang-orang Palestina ini diserang, ditekan, diboikot, diteror dan dibombardir, hingga hidup semakin terasa sempit. Tapi semua itu tidak membuat penduduknya bermental pengemis. Di sana, jika Anda coba-coba menyumbang seseorang, yang terlihat membutuhkan sekalipun, sangat mungkin dia akan menolak halus, “Maaf, saya yakin ada yang lebih berhak menerimanya.”

Tidak satu pun warga di sana meminta-minta, sekalipun hidupnya susah. Seperti ini seharusnya bangsa yang bermartabat.

Alangkah berbedanya dengan kondisi negeri kita, dimana pengemis bisa menjadi profesi. Senin sampai Jumat, seseorang bekerja dengan pakaian compang-camping di kota. Sabtu sampai Minggu, dia pulang kampung mengendarai BMW.

Sebagian dari kita bahkan sampai rela menyamar sebagai rakyat miskin agar memperoleh bantuan-bantuan dari Pemerintah. Atau ikut berdesak-desakan mengikuti pasar sembako murah, padahal masih banyak yang lebih membutuhkannya.

Itu sama saja dengan memupuk mental pengemis dalam diri kita. Mental ingin dikasihani. Semoga Anda dan saya tidak termasuk orang-orang ini. Sebab justru di saat krisis semacam ini, harusnya kita memanfaatkannya untuk membuktikan diri bisa berdiri di atas kaki sendiri. Mari keluarkan semua potensi diri kita!

Tidakkah kita ingin seperti Jepang yang hancur lebur di Perang Dunia II, namun sekarang
menjadi negara industri yang disegani dunia?

Tidakkah kita ingin seperti Korea Selatan yang sampai tahun 1963 masih berstatus negara melarat, namun kini menjadi negara maju dengan pertumbuhan ekonomi paling pesat di dunia?

Tidakkah kita ingin seperti Palestina yang porak-poranda, namun masih bisa berjalan dengan kepala tegak dan harga diri yang utuh?

Tidakkah kita melihat, ini saat yang tepat untuk membuang jauh mental pengemis dalam diri kita? Mari kita bangkit! Tunjukkan pada dunia, bahwa kita punya lilin yang menyala ketika keadaan mulai gelap seperti sekarang.

Sabtu, 15 Februari 2020