Kekuatan Besar Sebuah Visi Misi | ADI SUMARNA

Kekuatan Besar Sebuah Visi Misi Bumi Korea Senin, 20 April 2020 No Comment

Setiap organisasi, perusahaan, instansi maupun pribadi pasti memiliki visi di masa depan, baik visi jangka panjang maupun visi jangka pendek.

Seberapa besar dampak dari visi-misi terhadap keberhasilan suatu organisasi atau individu bergantung pada seberapa besar usaha dari organisasi atau individu tersebut untuk komitmen dan konsisten terhadap visinya.

Pengertian Visi

Menurut KBBI visi adalah pandangan atau wawasan ke depan. Visi sendiri sebenarnya adalah kata serapan dari bahasa Inggris yaitu Vision yang artinya penglihatan, daya lihat, juga berarti impian. Jika Anda browsing di internet Anda akan menemukan pengertian atau definisi visi yang bermacam-macam. Karena memang setiap organisasi atau individu mendefinisikan visi berbeda-beda, namun pada hakikatnya sama yaitu tentang pandangan, daya lihat atau wawasan kedepan.

Menurut saya pribadi Visi adalah tujuan utama atau cita-cita besar suatu organisasi maupun pribadi  yang ingin dicapai di masa depan. Organisasi yang dimaksud adalah semua bentuk organisai baik organisasi profit, non profit maupun organiasi pemerintahan.

Visi ibarat peta harta karun yang akan menuntun atau menunjukkan arah kepada kita untuk menuju ke  tempat dimana harta karun tersebut berada.

Tanpa visi kita tidak akan punya arah gerak yang jelas dan akan mengalami demotivasi, sebaliknya dengan visi yang jelas, logis, dan cara mencapainya juga jelas dan logis maka kita akan termotivasi untuk mewujudkan visi tersebut.

Sedangkan menuliskan visi, menyampaikannya dan memajangnya di suatu tempat bertujuan untuk mengkomunikasikan sekaligus mengingatkan kepada seluruh tim akan tujuan besar yang ingin dicapai bersama dan benefit apa saja yang akan mereka dapat jika mereka bisa mencapainya.

Kembali lagi ke peta harta karun, jika Anda memiliki sebuah peta harta karun dan Anda ingin mengajak orang lain untuk bergabung menjadi tim Anda untuk mendapatkan harta karun tersebut. Anda harus bisa mejelaskan dan meyakinkan kepada mereka keberadaan harta karun tersebut, langkah-langkah untuk mencapainya dan apa saja yang harus dipersiapkan, serta keuntungan apa saja yang akan mereka dapatkan jika Anda dan tim bisa mendapatkan harta karun tersebut. Maka seluruh tim akan termotivasi, antusias dan lebih bersemangat karena yang menjadi tujuan akhirnya jelas.

Lain hal jika yang Anda lakukan "Ayo bro ikut saya mau gak?"
lalu calon tim anda bertanya "kemana bro?, 
Anda jawab lagi "udah pokoknya ikut aja gak usah banyak tanya"

Kalau Anda sebagai leader tidak mampu menjelaskan tujuan besar organisasi, apa yang hendak dicapai saja tidak jelas apalagi cara untuk mencapainya, serta keuntungan yang akan didapat oleh seluruh tim pun tidak jelas, maka cuma orang bodoh saja yang mau ikut dengan Anda.


Meskipun banyak juga yang bilang "ribet amat sih saya mah mengalir seperti air aja ngikutin arus". itu contoh falsafah orang yang tidak punya visi.

Sebenarnya sah-sah saja dan tidak ada yang salah, tapi saya kurang setuju dengan pernyataan seperti itu. Ini bukan berati saya benar dan orang yang berpendapat seperti itu salah, tapi itu soal pilihan saja, dan setiap pilihan ada konsekuensinya. Bagimu pilihan mu bagiku pilianku, jadi jalani aja pilihan masing-masing.

Bagi saya prinsip hidup yang mengalir seperti air itu hanya mencari faktor keberuntungan, syukur-syukur kalau mengalirnya berujung pada danau yang luas dan indah, atau ke lautan yang biru dan luas, atau ke pesahawan milik petani bisa bermanfaat untuk orang, tapi bagaimana jika arus membawa air tersebut mentok ke comberan, selokan atau ke got busuk.

Lagi pula mohon maaf yang mengikuti arus itu cuma, sampah, bangkai dan kotoran saya, ikan pasti akan melawan arus karena dia punya tujuan sendiri yang ingin dicapai.

Begitu juga dengan manusia, orang yang sukses tanpa visi misi hanya mengikuti arus adalah orang-orang yang beruntung saja karena arus membawanya pada kesuksesan tersebut. Dan kesuksesannya itu tidak bisa di ajarkan ke orang lain karena tidak memiliki pola suksesnya hanya faktor keberuntungan dan kebetulan saja.

Organisasi atau orang yang tanpa visi-misi ibarat Anda naik ojeg kemudian drivernya bilang "mau kemana mas?" Anda jawab "kemana aja terserah bapak aja dech", maka driver ojeg tersebut akan membawa Anda tanpa tujuan yang pasti, ketika tiba di suatu tempat Anda baru tersadar "loh kok pak kenapa berhenti disini, ini bukan tempat yang saya inginkan". Padahal sudah menghabiskan waktu menghabiskan uang untuk biaya ojek, menghabiskan tenaga, pikiran, dll.

Dalam hidup pun demikian, kalau Anda menjalani hidup tanpa visi yang jelas, hanya mengikuti arus, tahu-tahu Anda sudah tua dan Anda baru tersadar "loh kenapa hidup saya seperti ini, ini bukan kehidupan yang saya inginkan", sementara waktu tidak mungkin diulang lagi.

Maka hidup haruslah punya tujuan atau visi, baik visi dunia maupun visi akhirat. Ingatlah pesan Buya Hamka "Kalau hidup sekedar hidup kera di hutan juga hidup, kalau kerja sekedar kerja kerbau di sawah juga kerja".

Pengertian Misi

Visi & misi adalah satu kesatuan, jika misi adalah tujuan besar yang ingin dicapai atau diwjudkan di masa depan, maka visi adalah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai visi tersebut.

Dengan kata lain pengertian Misi adalah langkah-langkah strategis yang harus dilakukan untuk mencapai atau mewujudkan visi tersebut.

Visi tanpa misi adalah imajinasi mustahil bisa terwujud, misi tanpa eksekusi adalah fantasi, sia-sia belaka tidak ada gunanya. Misi tapa visi tidak jelas apa yang mau dicapai/diwujudkan, eksekusi atau aksi tanpa misi juga sama tidak jelas apa yang dilakukan itu arah geraknya kemana tujuan akhirnya seperti apa.

Organisasi-organisasi dan orang-orang besar yang sukses meraih visi adalah mereka yang mampu mengawinkan antara visi-misi dengan dengan eksekusi-aksi yang bertubi-tubi.

Misi dan aksi yang tidak sesuai dan tidak berorientasi pada visi akan menjadi pekerjaan sia-sia, sebaliknya aksi yang mengarah pada visi sedikit, demi sedikit akan mendekatkan pada terwujudnya visi, bahkan misi dan aksi yang tepat akan menghasilkan lompatan besar untuk mencapai visi.

Yang perlu diingat adalah kita sebagai manusia hanya bisa menyempurnakan ikhtiar kita, memperbanyak doa, terus istiqomah, dan terhakir tawakal, serahkan hasil akhirnya kepada Allah. Apa yang menjadi keputusan Allah itulah yang terbaik untuk kita atau organisasi kita.

Kalau kita bertawakal kepada Allah, kita akan bersyukur ketika visi kita terwujud, sebaliknya kalau visi kita tidak terwujud kita tetap riho menerimanya, dan insya Allah doa ikhtiar, istiqomah dan tawakal kita untuk mencapai visi kita tersebut akan menjadi amal ibadah selama visi yang ingin kita capai itu baik dan karena Allah.

Baca juga: Mantra sakti meraih tujuan



by Bumi Korea

Bumi Korea Media online untuk berbagi pengetahuan seputar korea selatan mulai dari bahasa kebudayaan dan hiburan

Follow her @ Instagram | Facebook | Google Plus

No Comment