ADI SUMARNA: Manajemen

Browsing "Older Posts"

Home » Manajemen

Kaidah SMART meraih goal

 Cara SMART Gapai Target Anti Gagal

Setiap organisai atau perusahaan pasti memiliki goal, target atau tujuan. Begitu juga dengan kita semua pasti memiliki impian atau tujuan hidup.
Namun sayang masih banyak yang ngawur, tidak jelas, tidak terukur, dan tidak realistis dalam menentukan target yang ingin dicapai.

Setiap goal yang sudah dipancangkan pasti disertai dengan langkah-langkah untuk mewujudkannya. Namun sekeras apapun kita berjuang untuk meraih goal tersebut kalau goal yang kita tentukan ngawur, tidak jelas, tidak terukur dan tidak realistis tentu mustahil untuk diraih. Akan lebih parah lagi jika hidup tanpa tujuan.


Oleh karena itu ada kaidah yang harus anda penuhi agar target atau cita-cita anda/organisasi mudah untuk diraih yaitu dengan menggunakan metode SMART. SMART sendiri adalah singkatan dari Spesific, Measurable, Achievable, Realistic, dan Time bound / timely. SMART pertama kali diperkenalkan oleh George T. Doran pada tahun 1981. 

Berikut adalah kaidah SMART untuk meraih target impian

Spesific (spesifik)

Tujuan/goal yang anda pancangkan harus spesifik, jelas dan detail bisa diimajinasikan dan dirasakan dengan indra. Dengan begitu akan lebih mudah diwujudkan.
Kesalahan yang banyak terjadi adalah banyak individu atau organisasi yang menetepkan target masih secara umum, tidak spesifik dan tidak jelas atau samar-samar, tidak bisa diimajinasikan dengan baik dan dirasakan dengan indra, sehingga sulit sekali untuk diwujudkan.

Sama halnya seperti kita memanah jika papan target terlihat dengan jelas, posisinya, warnanya, ukurannya, dan jaraknya maka kita akan lebih mudah membidiknya dengan anak panah tepat pada posisi pusat papan target tesebut. Kalaupun meleset kemungkinan melesetnya tidak akan jauh.

Sebaliknya jika papan target posisinya disembunyikan dibalik tembok kemudian kita memanahnya bagaimana mungkin kita bisa membidiknya tepat sasaran, yang akan kita malah memanah secara serampangan.

Ya tujuan yang spesifik akan memudahkan kita untuk menyusun langkah-langkah, menyiapkan sumber daya yang dibutuhkan dan yang paling penting adalah kita bisa mengukur.

Contoh target yang umum
Dua tahun lagi saya ingin punya mobil
(tidak bisa diimajinasikan dengan baik)

Contoh target yang spesifik
Tanggal 30 Desember tahun 2023 saya ingin punya mobil Toyota Alphard warna putih
(rasakan seperti nyata tanggal belinya, warna mobilnya, empuknya sofa, suara mesin dan jalannya yang halus, dll)

Bandingkan perbedaan target yang umum dan target yang spesifik diatas. Tentu anda bisa merasakan perbedaan yang sangat signifikan.

Measurable (terukur)

Setelah anda menentukan target secara spesifik, kaidah selanjutnya dalam menetapkan goal/target selanjutnya adalah terukur (measurable). 

"Apa yang tidak bisa kita ukur tidak bisa kita atur"
Penting sekali mengukur target kita seberapa lama waktu yang dibutuhkan, berapa biayanya, seberapa banyak, dll. Jika goal tertukur maka kita akan lebih mudah mengaturnya.

Contoh jika kita ingin membeli sebuah mobil Toyota Alphard 2 tahun ke depan maka kita bisa mengaturnya memecah menjadi bagian-bagian kecil.
Harga 1 unit Toyota Alphard I milyar dibagi 2 tahun. Berarti anda harus bisa menabung sekitar 42 juta perbulan atau Rp.1400.000 perhari dengan begitu dalam 2 tahun anda sudah memiliki tabungan sebesar 1 milyar 8 juta rupiah dan target anda bisa tercapai tepat waktu.

Achievable (dapat dicapai)

Kaidah dalam menargetkan tujuan selanjutnya adalah dapat dicapai (Achievable). Jangan menetapkan target yang mustahil anda capai. Satu contoh anda mentapkan target membeli Toyota Alphard dalam waktu 2 tahun sedangkan penghasilan anda hanya 2 juta perbulan ya mimpi bisa beli Alphard kecuali ada keajaiban, ada yang ngasih misal, atau dapat hadiah hehehee...

Realistic (realistis)

Kaidah keempat dalam menentukan goal adalah bahwa goal tersebut harus realistis, nyata, dan rasional. Jangan sekonyong-konyong anda mentukan target tapi ngawur dan tidak masuk akal hanya ada dalam hayalan.

Contoh target realistis
Saya ingin membeli Toyota Alphard dua tahun kedepan dengan menabung 42juta perbulan karena penghasilan saya sebagai pengusaha 100 juta perbulan. (ini realistis)

Setelah lulus SMA saya ingin menjadi polisi (ini juga realistik terkait nanti lulus seleksi atau tidak)

Contoh target yang tidak realistis
Saya ingin membeli toyota alphard meskipun saya seorang pengangguran yang tidak punya penghasilan. (tidak realistis)

Saya ingin jadi polisi meskipun umur saya sudah diatas 30 tahun (mimpi, karena syarat untuk seleksi polisi maksimal usia 24 tahun)

Saya ingin menjadi Spiderman (ngawur parah!!!)

Ada dua versi huruf "R" dalam kaidah SMART ini, versi lain menyebutkan bahwa huruf "R" dalam SMART adalah Relevant (relevan , berhubungan, sesuai, bersangkutan)
Disebutkan bahwa target yang ditetapkan harus relevan dengan visi hidup atau visi organisasi sehingga berhubungan dengan target-target lainnya yang selaras dengan visi.

Time bound (batas waktu) / Timely (tepat waktu)

Kaidah terakhir dalam menentukan tujuan ini adalah Time bound (batas waktu) ada yang menyebutnya Timely (tepat waktu). Saya setuju dengan dua-duanya karena anda harus mencapai goal tepat waktu sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan bahkan kalau bisa sebelum batas waktu yang ditentukan anda harus sudah bisa mencapainya. 

Namun demikian batas waktu yang anda tentukan harus realistis dan bisa dicapai. Dengan adanya batas waktu anda akan tahu kapan anda harus memulai dan kapan anda harus mencapai goal tersebut. Sehingga anda bisa mempersiapkan segala sumber daya yang dibutuhkan dan bisa terpacu untuk segera mencapai tujuan anda bahkan bisa lebih cepat.

Visi, goal, target, atau tujuan adalah sesuatu dalam organisasi atau hidup seseorang, tanpa tujuan kita akan kehilangan arah..


Dengan menyusun goal setting berdasarkan kaidah SMART maka anda akan lebih jelas melihat goal anda, mengukurnya secara akurat dan akan mempermudah menyusun langkah-langkah untuk menggapainya.

So tetapkan goal kita saat ini juga menggunakan kaidah SMART dan mari kita wujudkan bersama...
"If you can dream it, you  can do it"
Sabtu, 03 Juli 2021

Manajemen, unsur dan fungsi manajemen

 Manajemen yang baik adalah kunci kesuksesan sebuah organisasi. Hanya dengan kemampuan manajerial yang mumpuni sebuah organisasi bisa berjalan dengan baik. 

Untuk itu setiap SDM yang terlibat dalam organisasi harus paham betul apa arti dari manajemen, hal-hal yang berkaitan dengan manajemen dan fungsi dari menejemen.

Manajemen memiliki banyak sekali definisi, secara etimologi manajemen berasal dari bahasa Inggris 'management' yang artinya 'pengelolaan, pengurus, pimpinan, penyelenggaraan'

Menurut KBBI manajemen memiliki dua definisi yaitu

  1. Penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran
  2. Pimpinan yang bertanggung atas jalannya perusahaan dan organisasi
Sedangkan menurut para pakar manajemen memiliki definisi sebagai berikut:
Menurut Ricky W. Griffin Manajemen adalah proses perencanaan, organisasi, koordinasi, dan kontrol pada sumber daya agar tujuan tercapai secara efektif dan efisien.

Menurut George Robert Terry Manajemen adalah proses khas dari beberapa tindakan seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan.

Menurut Lawrence A. Appley Manajemen adalah keahlian dalam membangkitkan orang lain agar bersedia melakukan sesuatu.

Yayat M. Herujito mengartikan manajemen adalah pengelolaan pekerjaan guna mencapai tujuan bersama yang telah ditentukan sebelumnya, dilakukan dengan menggerakan orang untuk bekerja.

Sedangkan definisi manajer menurut KBBI sebagai berikut:
  1. Orang yang mengatur pekerjaan atau kerja sama diantara berbagai kelompok atau sejumlah orang untuk mencapai sasaran
  2. Orang yang berwenang dan bertanggung jawab membuat rencana, mengatur, memimpin, dan mengendalikan pelaksanaannya untuk mencapai sasaran tertentu.

Unsur-unsur dalam manajemen

Setidaknya ada 6 unsur yang terdapat dalam manajemen yakni Man, Methods, Machines, Money, Material, dan Market.

1. Man (manusia)

SDM atau orang-orang yang terlibat didalam organisasi, tim atau perusahaan adalah yang terpenting dalam mencapai tujuan organisasi/perusahaan.
Setiap posisi harus diisi oleh orang yang ahli dibidang, Semakin tinggi tingkat keterampilan yang dimiliki oleh setiap SDM, dan semakin solid kerja sama antar timnya maka akan semakin tinggi pula potensi sukses yang akan diraih.

2. Methods (metode)

Metode atau cara adalah unsur yang terdapat dalam manajemen yang digunakan untuk mengatur jalannya perusahaan/organisasi. Sistem yang diterapkan, tata tertib, SOP, standar mutu, quality control dll. 

3. Machines (Mesin)

Unsun machines dalam manajemen meliputi mesin-mesin atau alat-alat yang digunakan untuk menjalankan perusahaan, seperti kendaraan, mesin produksi, komputer, tools digital, dll.

4. Material (bahan)

Jika perusahaan anda bergerak dibidang produk fisik maka bahan yang dimaksud disini adalah bahan baku untuk produksi dari produk anda. Jika perusahaan bergerak dibidang portal berita tentu bahan yang dibutuhkan adalah berita itu sendiri.

5. Money (uang)

Setiap perusahaan maupun organisasi membutuhkan biaya operasional dalam menjalankan perusahaan tersebut, oleh karena itu uang menjadi unsur berpengaruh dalam kelancaran jalannya perusahaan. Dibutuhkan manajemen keuangan yang baik agar keuangan perusahaan bisa dikelola dengan baik dan efisien.

6. Market (pasar)

Pasar adalah salah satu unsur penting dalam menajemen terutama bagi yang bergerak dibidang usaha atau bisnis karena keberlangsungan perusahaan bergantung pada pasar perusahan itu sendiri. Sedangkan dalam bidang politik pasarnya adalah masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut.

Unsur-unsur yang terdapat dalam manajemen diatas harus benar-benar dikelola dengan baik, agar perusahaan bisa berjalan dengan baik dan tujuan perusahaan lebih cepat dicapai.

 Fungsi Manajemen

Manajemen sebagai alat untuk mengembangkan perusahan setidaknya memiliki 4 fungsu yakni Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian), Actuating (menjalankan, pelaksanaan, menggerakkan, pengarahan), dan Controling (pengendalian/pengawasan). Keempat fungsi tersebut biasa disingkat dengan POAC.

Planning (perencanaan)

Perencanaan adalah suatu proses menyusun model bisnis, program kerja, visi misi dan strategi guna mencapai tujuan organisasi.
Perencanaan dijadikan pijakan dan pemandu dalam melangkah sehingga bisa meminimalisir kesalahan dan membantu mempermudah dalam mencapai tujuan.

Dalam ilmu manajemen ada 3 tingkatan perencanaan yakni sebagai berikut:
1. Low level planning (perencaan tingkat rendah)
Low level planning ini sama dengan rencana jangka pendek dan tentu untuk mencapai tujuan jangka pendek karena berfokus pada hasil yang bisa dirasakan langsung sehingga yang bertanggung jawab adalah manajemen pelaksana yang mengatur aktivitas operasional sehari-hari.

2. Middle level planning (perencanaan tingkat menengah)
Perencanaan ini berfokus pada pencapaian tujuan jangka menengah, yang bertanggung jawab pada tingkatan perencanaan ini adalah mid-management atau manajemen tingkat menengah pada tiap-tiap divisi. Middle level planning sifatnya lebih pada administratif.

3. Top level planning (perencanaan tingkat atas)
Perencaan ini sama dengan rencana jangka panjang dan tentu berfokus pada pencapaian tujuan jangka panjang. Perencanaan ini bersifat strategis sehingga tanggung jawabnya dipikul oleh manajemen puncak.

Organizing (pengorganisasian)

Pengorganisasian adalah meyatukan sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. 
Dengan adanya pengorganisasian struktur organisasi dan garis wewenang bisa ditetapkan dan diketahui bersama sehingga pembagian job desk tiap-tiap SDM lebih jelas dan terarah. Dengan pengorganisasian juga dapat memudahkan manajer pengawasan, evaluasi, koordinasi, dan alokasi sumber daya alam.
 

Actuating (menjalankan, pelaksanaan, menggerakkan)

Pelaksanan merupakan proses eksekusi dan implementasi dari setiap rencana, program kerja, ide, konsep, strategi dan misi organisasi yang bertujuan untuk mencapai tujuan organisasi.

Setiap individu yang terlibat dalam organisasi harus bisa memberikan kontribusi yang baik yang berdampak pada kemajuan organisasi.

Setiap program harus bisa dilaksanan dengan baik lalu kemudian dievaluasi setelah dievaluasi baru kemudian ditindak lanjuti agar semakin baik.

Proses pelaksanaan ini adalah tahapan yang paling sulit karena akan ada banyak hambatan, akan ada banyak hal yang terjadi diluar rencana. Oleh karena itu fleksibel lah dalam melaksanakan rencana, lakukan improvisasi sesuai dengan kondisi dan situasi riil lapangan.

Controling (pengendalian/pengawasan)

Tahap controling adalah proses pengendalian atau pengawasan terhadap jalannya organisasi. Apakah setiap program, rencana, SOP, sistem, strategi sudah dilaksanakan dengan baik? Bagaimana kinerja SDM? apakah semua berjalan sesuai rencana atau ada hal yang terjadi diluar rencana? apa saja permasalahan yang dihadapi? dan masih banyak lagi hal yang harus dikontrol dari organisasi.

Oleh karena itu tugas manajemen adalah memastikan bahwa setiap individu yang terlibat memberikan kontribusi yang maksimal, memastikan semua program, strategi, dan rencana berjalan dengan baik.

Pada tahap ini juga manajemen harus melakukan evalusi terhadap hal-hal yang tertulis diatas dan melakukan tindak lanjutnya.

Jumat, 02 Juli 2021

Kekuatan Besar Sebuah Visi Misi

Setiap organisasi, perusahaan, instansi maupun pribadi pasti memiliki visi di masa depan, baik visi jangka panjang maupun visi jangka pendek.

Seberapa besar dampak dari visi-misi terhadap keberhasilan suatu organisasi atau individu bergantung pada seberapa besar usaha dari organisasi atau individu tersebut untuk komitmen dan konsisten terhadap visinya.

Pengertian Visi

Menurut KBBI visi adalah pandangan atau wawasan ke depan. Visi sendiri sebenarnya adalah kata serapan dari bahasa Inggris yaitu Vision yang artinya penglihatan, daya lihat, juga berarti impian. Jika Anda browsing di internet Anda akan menemukan pengertian atau definisi visi yang bermacam-macam. Karena memang setiap organisasi atau individu mendefinisikan visi berbeda-beda, namun pada hakikatnya sama yaitu tentang pandangan, daya lihat atau wawasan kedepan.

Menurut saya pribadi Visi adalah tujuan utama atau cita-cita besar suatu organisasi maupun pribadi  yang ingin dicapai di masa depan. Organisasi yang dimaksud adalah semua bentuk organisai baik organisasi profit, non profit maupun organiasi pemerintahan.

Visi ibarat peta harta karun yang akan menuntun atau menunjukkan arah kepada kita untuk menuju ke  tempat dimana harta karun tersebut berada.

Tanpa visi kita tidak akan punya arah gerak yang jelas dan akan mengalami demotivasi, sebaliknya dengan visi yang jelas, logis, dan cara mencapainya juga jelas dan logis maka kita akan termotivasi untuk mewujudkan visi tersebut.

Sedangkan menuliskan visi, menyampaikannya dan memajangnya di suatu tempat bertujuan untuk mengkomunikasikan sekaligus mengingatkan kepada seluruh tim akan tujuan besar yang ingin dicapai bersama dan benefit apa saja yang akan mereka dapat jika mereka bisa mencapainya.

Kembali lagi ke peta harta karun, jika Anda memiliki sebuah peta harta karun dan Anda ingin mengajak orang lain untuk bergabung menjadi tim Anda untuk mendapatkan harta karun tersebut. Anda harus bisa mejelaskan dan meyakinkan kepada mereka keberadaan harta karun tersebut, langkah-langkah untuk mencapainya dan apa saja yang harus dipersiapkan, serta keuntungan apa saja yang akan mereka dapatkan jika Anda dan tim bisa mendapatkan harta karun tersebut. Maka seluruh tim akan termotivasi, antusias dan lebih bersemangat karena yang menjadi tujuan akhirnya jelas.

Lain hal jika yang Anda lakukan "Ayo bro ikut saya mau gak?"
lalu calon tim anda bertanya "kemana bro?, 
Anda jawab lagi "udah pokoknya ikut aja gak usah banyak tanya"

Kalau Anda sebagai leader tidak mampu menjelaskan tujuan besar organisasi, apa yang hendak dicapai saja tidak jelas apalagi cara untuk mencapainya, serta keuntungan yang akan didapat oleh seluruh tim pun tidak jelas, maka cuma orang bodoh saja yang mau ikut dengan Anda.


Meskipun banyak juga yang bilang "ribet amat sih saya mah mengalir seperti air aja ngikutin arus". itu contoh falsafah orang yang tidak punya visi.

Sebenarnya sah-sah saja dan tidak ada yang salah, tapi saya kurang setuju dengan pernyataan seperti itu. Ini bukan berati saya benar dan orang yang berpendapat seperti itu salah, tapi itu soal pilihan saja, dan setiap pilihan ada konsekuensinya. Bagimu pilihan mu bagiku pilianku, jadi jalani aja pilihan masing-masing.

Bagi saya prinsip hidup yang mengalir seperti air itu hanya mencari faktor keberuntungan, syukur-syukur kalau mengalirnya berujung pada danau yang luas dan indah, atau ke lautan yang biru dan luas, atau ke pesahawan milik petani bisa bermanfaat untuk orang, tapi bagaimana jika arus membawa air tersebut mentok ke comberan, selokan atau ke got busuk.

Lagi pula mohon maaf yang mengikuti arus itu cuma, sampah, bangkai dan kotoran saya, ikan pasti akan melawan arus karena dia punya tujuan sendiri yang ingin dicapai.

Begitu juga dengan manusia, orang yang sukses tanpa visi misi hanya mengikuti arus adalah orang-orang yang beruntung saja karena arus membawanya pada kesuksesan tersebut. Dan kesuksesannya itu tidak bisa di ajarkan ke orang lain karena tidak memiliki pola suksesnya hanya faktor keberuntungan dan kebetulan saja.

Organisasi atau orang yang tanpa visi-misi ibarat Anda naik ojeg kemudian drivernya bilang "mau kemana mas?" Anda jawab "kemana aja terserah bapak aja dech", maka driver ojeg tersebut akan membawa Anda tanpa tujuan yang pasti, ketika tiba di suatu tempat Anda baru tersadar "loh kok pak kenapa berhenti disini, ini bukan tempat yang saya inginkan". Padahal sudah menghabiskan waktu menghabiskan uang untuk biaya ojek, menghabiskan tenaga, pikiran, dll.

Dalam hidup pun demikian, kalau Anda menjalani hidup tanpa visi yang jelas, hanya mengikuti arus, tahu-tahu Anda sudah tua dan Anda baru tersadar "loh kenapa hidup saya seperti ini, ini bukan kehidupan yang saya inginkan", sementara waktu tidak mungkin diulang lagi.

Maka hidup haruslah punya tujuan atau visi, baik visi dunia maupun visi akhirat. Ingatlah pesan Buya Hamka "Kalau hidup sekedar hidup kera di hutan juga hidup, kalau kerja sekedar kerja kerbau di sawah juga kerja".

Pengertian Misi

Visi & misi adalah satu kesatuan, jika misi adalah tujuan besar yang ingin dicapai atau diwjudkan di masa depan, maka visi adalah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai visi tersebut.

Dengan kata lain pengertian Misi adalah langkah-langkah strategis yang harus dilakukan untuk mencapai atau mewujudkan visi tersebut.

Visi tanpa misi adalah imajinasi mustahil bisa terwujud, misi tanpa eksekusi adalah fantasi, sia-sia belaka tidak ada gunanya. Misi tapa visi tidak jelas apa yang mau dicapai/diwujudkan, eksekusi atau aksi tanpa misi juga sama tidak jelas apa yang dilakukan itu arah geraknya kemana tujuan akhirnya seperti apa.

Organisasi-organisasi dan orang-orang besar yang sukses meraih visi adalah mereka yang mampu mengawinkan antara visi-misi dengan dengan eksekusi-aksi yang bertubi-tubi.

Misi dan aksi yang tidak sesuai dan tidak berorientasi pada visi akan menjadi pekerjaan sia-sia, sebaliknya aksi yang mengarah pada visi sedikit, demi sedikit akan mendekatkan pada terwujudnya visi, bahkan misi dan aksi yang tepat akan menghasilkan lompatan besar untuk mencapai visi.

Yang perlu diingat adalah kita sebagai manusia hanya bisa menyempurnakan ikhtiar kita, memperbanyak doa, terus istiqomah, dan terhakir tawakal, serahkan hasil akhirnya kepada Allah. Apa yang menjadi keputusan Allah itulah yang terbaik untuk kita atau organisasi kita.

Kalau kita bertawakal kepada Allah, kita akan bersyukur ketika visi kita terwujud, sebaliknya kalau visi kita tidak terwujud kita tetap riho menerimanya, dan insya Allah doa ikhtiar, istiqomah dan tawakal kita untuk mencapai visi kita tersebut akan menjadi amal ibadah selama visi yang ingin kita capai itu baik dan karena Allah.

Baca juga: Mantra sakti meraih tujuan



Senin, 20 April 2020

Rahasia Sukses Membangun Organisasi

Rahasia Sukses Membangun Organisasi

           Organisasi adalah sekumpulan orang yang bekerjasa untuk mencapai suatu tujuan. Membangun organisasi berarti membangun Super Team bukan membangun Superman, oleh karena itu yang harus diperhatikan terlebih dahulu adalah orang-orang yang terlibat di dalam organisasi. First who then what, Ya orangnya dulu baru kita berbicara tentang apa dan bagaimana. Perhatikan orang-orangnya dulu sebelum strateginya, dapatkan orang-orang yang tepat dulu baru kemudian mengatur strategi yang tepat. 
          Saat perang Khandaq Rasulullah SAW berkata kepada para sahabat "Konstantinopel kelak akan jatuh ketangan Islam, pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baiknya pemimpin dan pasukan dibawah komandonya adalah sebaik-baiknya pasukan."
Beberapa abad setelah Rasulullah wafat Konstantinopel ditaklukkan oleh seoraang pemimpin muda bernama Muhammad Al-Fatih. Dialah sebaik-baiknya pemimin yang dimaksud Rasulullah dan pasukan dibawah komandonya adalah sebaik-baiknya pasukan. 

            Dari kisah heroik yang luar biasa tersebut ada pelajaran berharga yang bisa kita ambil, bahwa sebuah organisasi jika ingin sukses harus di pimpin oleh sebaik-baiknya pemimpin dan seluruh anggotanya adalah sebaik-baiknya anggota. Dalam ilmu menajemen kita mengenal "The right man on the right place" orang yang tepat diposisi yang tepat, artinya setiap posisi harus diisi oleh orang yang ahli dibidangnya (mastery in field). Gak lucu juga kan kalau posisi akuntansi diisi oleh seorang koki hehehe..

     Jauh sebelum ilmu menajemen ada, Rasulullah SAW pernah bersabda "Apabila suatu perkara diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah saat kehancurannya". Inilah yang mendasari kenapa setiap posisi dalam sebuah organisasi harus diisi oleh orang yang ahli di posisi tersebut.

       Setelah semua posisi diisi oleh orang-orang yang tepat, langkah selanjutnya adalah menyusun Visi-Misi sebagai arah gerak organisasi. Sehebat apapun orang-orang yang terlibat didalam organisasi tanpa arah gerak yang jelas tidak akan menghasilkan apa-apa. Visi-Misi ini ibarat kompas yang akan mengarahkan kemana organisasi Anda harus digerakkan agar bisa cepat mencapai tujuan tanpa tersesat.

       Jika setiap posisi sudah diisi oleh orang-orang yang tepat dan visi-misi sudah disusun maka pastikan bahwa setiap individu yang terlibat di dalam organisasi harus memberikan kontribusi yang berdampak terhadap kemajuan dan keberhasilan organisasi. Jika sebuah organisasi beranggotakan 30 orang, ada seorang saja yang kerjanya asal-asalan, tidak bertanggung jawab, tidak kredibel, integritasnya rendah, dan tidak bisa menjaga reputasi organisasi maka  orang ini akan merusak nasib 29 orang lainnya. Seperti sebuah mangga busuk dalam sekeranjang mangga.

     Dalam sebuah organisasi setidaknya ada 4 tipe anggota


  1. Perilakui baik, produktivitas baik
  2. Perilaku baik, produktivitas buruk
  3. Perilaku buruk, produktivitas baik
  4. Perilaku buruk, produktivivas buruk
Berhati-hatilah dalam memilih anggota dan tegaslah terhadap anggota yang memiliki perilaku dan produktivitas yang buruk.

             Keberhasilan organisasi adalah keberhasilan seluruh anggotanya bukan hanya keberhasilan pemimpinnya, begitu juga sebaliknya kegagalan organisasi adalah kegagalan bersama. Oleh karena itu untuk mencapai keberhasilan organisasi diperlukan kerjasama tim yang solid bukan hanya mengandalkan pimpinan atau anggota tertentu. Ketika ada masalah dalam organisasi cari solusinya bersama bukan mencari siapa yang salah, ketika ada kegagalan cari faktor-faktor yang membuat  gagal dan evaluasi sehingga di kemudian hari organisasi dan individi tidak jatuh dilubang yang sama.


Kamis, 26 Maret 2020