Kekuatan Sebuah Narasi
Saat pertama kali saya menginjakkan kaki di Bumi Korea saya merasa sangat takjub dengan apa yang saya lihat, ada perbedaan yang sangat signifikan antara Indonesia dengan Korea Selatan yang sebelumnya tidak pernah saya mengerti. Mulai dari pengembangan, teknologi, kemajuan dan lain-lain. Padahal yang saya tahu Indonesia dan Korea Selatan merdeka hanya berselang 2 hari tapi perbedannya sangat jauh. Indonesia memiliki SDA yang melimpah mestinya Indonesia yang jauh meninggalkan Korsel.
Saya mulai berpikir kenapa ada negara yang pertumbuhannya lebih cepat, Sedang, dan ada negara yang tumbuh dengan lambat. Memang ada banyak faktor yang menentukan terhadap kemajuan suatu bangsa. Namun ada salah satu faktor yang sebelumnya tidak saya ketahui adalah "Narasi"
Salah satu yang saya temukan dari berbagai sumber yang saya cari adalah ketiadaan narasi dalam benak anak negeri yang diperuntukkan bagi generasi penerus bangsa termasuk pada diri saya sendiri. Kita tidak punya kepentingan untuk bertumbuh dan berkembang, kita juga tidak punya narasi yang jelas untuk menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang makmur, dan bangsa yang maju.
Korea merdeka selisih 2 hari dengan negara kita, Korea merdeka pada 15 Agustus 1945
Sementara Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Setelah merdeka Korea mengubah perang saudara selama 25 tahun, siapa yang menyebabkan mereka terbagi menjadi 2 negara yaitu Korea selatan dan Korea utara. Setelah konflik Korsel - Korut berakhir pada tahun 1970 karena mereka lelah bertempur terus menerus dan sudah sama-sama hancur akibat perang yg berkepanjangan.
Presiden Korea Selatan pertama Park Chung Hee memiliki narasi pembangunan membuat Korsel sebagai negara industri yang meju dan mereka pun mulai membuat biji bajah. Langkah awal yang mereka lakukan adalah mensosialisasikan 새마을 운동 (saemaeul undong) atau gerakan membangun desa baru. Setiap desa di Korsel harus maju. Mereka membangun narasi pembangunan dari desa karena mereka percayaini untuk membangun negara yang maju harus mulai dari desa-desanya yang maju. Dengan keyakinan dan semangat mereka berlomba-lomba membangun desa masing-masing sambil merogoh kocek sendiri. Desa yang paling banyak mengalami peningkatan akan mendapat hadiah dan bantuan lebih besar dari pemerintah pusat di desa lainya hal yang membuat mereka semakin senang dalam berlomba-lomba membangun desa mereka masing-masing.
Tidak hanya sampai disitu, untuk menumbuhkan semangat juang generasi muda Korea selatan mereka membangun patung laksamana Yi Sun-Sin di tengah taman Kota Seoul ibu kota Korea Selatan. Yi Sun-sin adalah seorang laksamana yang mengalahkan 330 kapal perang Jepang Khurusima pada 1597 dimulai di selat myongyang hanya dengan bermodalkan kekuatan 12 kapal perang yang diterima.
Saya sendiri saat masih di Korea pernah mengunjungi patung Laksamana Yi Sun-sin ini. Saya memandang patung ini ditaman kota yg megah dan kaya narasi besar bangsa Korea yang enak yang bisa mengalahkan Jepang. Narasi ini hidup di dada setiap orang Korsel, mulai dari remaja, maha siswa, pengusaha, karyawan mitra dll. Inilah yang membuat Korsel maju diselesaikan meninggal negara lain .. sekarang korsel menjadi negara termaju urutan ke-13 dan merupakan salah satu negara paling aman di dunia .. saat ini PDB Korsel mencapai 33rb dolar saat Indonesia masih 4rb dolar. Kita juga bisa melihat sekarang produk-produk elektronik Korsel lebih menguasai pasar dunia di Jepang dan negara-negara Asia lainnya.
Mahatir Muhammad menulis buku berjudul Dilema Melayu. Narasi Mahathir memberikan kesulitan melum bumiputera Malaysia dalam mengambil sikap. Ketidak seimbangan penguasaan ekonomi oleh ras nonmelayu tetapi disisi lain Mahathir juga mendukung kehidupan damai berdampingan. Maka ditulislah narasi dalam buku tersebut.
11 tahun setelah narasi diterbitkan, Mahathir menjadi perdana menteri Malaysia. Mulai pembangunan di 1981, pada 2019 ini Malaysia sudah membesar 3x lipat dari Indonesia. Padahal tahun 1970 negara kita mengirim guru-guru untuk mendidik guru-guru yg ada di Malaysia.
Belum lagi China dengan One Belt One Road (OBOR) nya. Sebuah narasi utama negeri Tiongkok ini berniat membangun jalur perdagangan membangun dunia. Dan sekarang Cina menguasai dua pertiga ekonomi dunia hanya dengan satu narasi OBOR.
Begitu juga dengan negara-negara lainnya yang minim SDA tapi mereka bisa maju
Singapura negara kecil yg berpenduduk kurang lebih 5 juta jiwa. Nihil sumber daya alam, minim tanah tetapi ditangan pemimpin bernarasi seperti Lee Kuan Yew, Singapura menjadi negara kuat di Asia Tenggara.
Thailand yang dulu belajar pertanian ke Indonesia kini pertanian mereka lebih maju dari kita, mereka lebih menguasai pasar pangan di Asia khususnya, mereka berhasil mencapai swasembada pangan, ketahanan pangan mereka lebih kuat, keadaan pun berbalik kita yang mengimpor pangan dari mereka.
Jepang dengan semangat Samurainya berhasil menjadi negara yang kuat meskipun nihil sumber daya alam.
Singapura menjadi pusat perdagangan di Asia tenggara, Singapura menjadi rumah bagi para pedagang. Tidak punya minyak, gas dan besi tetapi mereka mampu menjual minyak, gas dan besi. Narasi ini mendorong lahirnya pelabuhan peti kemas kelas dunia, bandar udara dengan traffic tinggi. Dan berbagai suguhan fasilitas pendukung pada proses perdagangan. Singapura berhasil berjalan diatas narasinya.
Pada abad ke-14 Majapahit pernah menguasai dunia, Mahapatih Gajah Mada bernarasi "Jika telah mengalahkan nusantara, saya baru akan melepaskan puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Haru, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, jadilah saya baru akan melepaskan puasa."
Sekitar 7 abad lalu Mahapatih bernama Gajah Mada dari kerajaan Majapahit menarasikan sepenggal sumpah yang kita kenal dengan nama "Sumpah Palapa", dari sumpah ini lahirlah kekuatan bangsa adidaya dunia.
Kita harus memiliki narasi untuk kesuksesan organisasi kita, kesuksesan diri kita sendiri, kemajuan daerah kita, dan kemajuan bangsa kita ...
Kita butuh narasi segar sebagai bahan bakar penggerak untuk mencapai tujuan ...

No Comment