ADI SUMARNA

Browsing "Older Posts"

Begini jadinya jika hidup tanpa tujuan

Di suatu siang yang terik Catim menghampiri taksi yang sedang mangkal dan langsung masuk kedalam taksi tersebut.

Sopir: "Selamat siang pak, Bapak mau saya antar kemana? (sambil menyalakan mesin mobil dan argometer)

Catim: "Hhmmm kemana yach!!!... Gak tau mas bingung... terserah mas aja dech mau bawa saya kemana.."

Sopir: "?!#!?#!?" (melongo)

Sopir taksi pun segera mengendari taksinya dan membawa Catim pergi tanpa tujuan yang jelas menghabiskan bensin dan tentu saja membuang-buang waktu untuk hal-hal tidak jelas. Ketika taksi berhenti disuatu tempat tidak menyenangkan Catim langsung tersadar lho kok berhenti disini sih, ini bukan tempat yang saya harapkan. Sedangkan dimanapun taksi itu berhenti atau kehabisan bensin, mau gak mau Catim harus membayar biaya yang tertera di argometer. (syukur-syukur kalau berhentinya ditempat yang asyik kalau berhentinya di tempat yang angker kan gak lucu)

Begitu juga dengan hidup, meskipun Anda tidak memiliki tujuan hidup, yang namanya kehidupan akan terus berjalan dan waktu yang sudah berlalu tidak akan bisa diputar kembali meskipun hanya satu detik.Jadi kalau Anda menjalani hidup tanpa tujuan yang jelas itu artinya Anda hanya menunggu mati saja, buang-buang waktu, tenaga, pikiran, dan materi. Dan ketika Anda berada di suatu kondisi sudah renta serta tidak punya apa-apa, Anda akan menyesali bahwa itu bukanlah kehidupan yang Anda inginkan.

Lihatlah di sungai yang mengikuti arus itu hanya kotoran, sampah dan bangkai saja kemana pun arus membawa pokoknya ikut saja (syukur kalau bermuara di lautan yang luas atau di dana yang jernih, bagaimana kalau nyangkut di selokan atau comberan?). Sedangkan ikan yang hidup dia akan berenang mengikuti tujuan meskipun melawan arus.

Memang ada orang yang bisa sukses tanpa perencanaan dan tujuan hanya mengikuti arus kehidupan yang membawanya saja tapi itu hanya sedikit orang saja dan itupun mungkin karena faktor keberuntungan. Dan biasanya sukses yang seperti ini tidak bisa diturunkan atau diajarkan ke orang lain karena tidak memiliki pola.

Setidaknya kita hidup di dunia harus memiliki dua tujuan yaitu TUJUAN DUNIA dan TUJUAN AKHIRAT. Lalu berusahalah untuk mencapai tujuan tersebut dengan mengerahkan seluruh potensi yang kita miliki akal, tubuh, ilmu, relasi, strategi, alat dan lain-lain. Hingga kita bisa mencapai kesuksesan di dunia dan di akhiran, kemudian mengajarkan dan menularkan pola kesuksesan tersebut kepada orang lain.

Jangan sampai kita menua dan mati tanpa memberikan usaha terbaik. Lakukanlah yang terbaik sebelum penyesalan datang. Ingatlah penyesalan itu ada dua yakni menyesal karena telah melakukan sesuatu dan menyesal karena belum sempat melakukan sesuatu sementara kesempatannya sudah tidak ada lagi.

Simaklah kisah berikut....

Pada hari pertama kegiatan perkuliahan, seorang dosen bergelar profesor memberikan mata kuliah umum di auditorium sembuah kampus ternama. ketika sesi penyampaian motivasi, sang dosen meminta salah seorang maha siswa untuk naik ke panggung auditorium itu.

Kemudian sang dosen menunjuk sebuah papan dart yang sudah terpasang di papan tulis yang berada ditengah panggung dan menghadap ke para maha siswa.

" Anda lihat papan dart itu?" tanya sang dosen

"ya, saya lihat prof!" maha siswa itu menatap papan dart dengan penuh tanda tanya

"Saya beri Anda tiga buah anak panah dart, jika semua lemparanmu tepat mengenai papan itu di angka berapa saja, saya beri Anda hadiah. Mau?"

"Mau banget, prof". Maha siswa tersebut terlihat bersemangat dan wajahnya pun berseri-seri

Lemparan pertama, tepat mengenai angka 5. Lemparan kedua anak panah menancap kuat di angka 8. Dan lemparan ketiga anak panah mendarat di angka 3. Sang dosen pun memberikan hadiah kepada maha siswa tersebut sesuai dengan janjinya.

Lalu maha siswa tersebut menuruni panggung sambil melambai-lambaikan hadiah itu ke teman-temannya.

"Baik, berikutnya giliran perempuan yang maju, satu orang saja. Silakan siapa yang bersedia"

"Saya" Seorang maha siswi tercantik dikampus itu mengangkat tangan dan langsung bergegas menaiki panggung.

"Ok, saya beri Anda tiga kesempatan untuk melempar anak panah dart, dan jika skor Anda diatas skor teman Anda tadi, Anda berhak mendapatkan hadiah yang sama  seperti teman Anda tadi, plus saya jamin Anda mendapat nilai A untuk semua mata kulah saya.

Senyum manis terlihat merekah diwajah cantik maha siswi itu membuatnya terlihat jauh lebih cantik lagi. Maha siswi itu pun bersiap untuk membidik sasaran.

Ketika maha siswi itu ingin melemparkan anak panah pertamanya tiba-tiba sang dosen berkata

"Tunggu dulu" Kemudian sang dosen mengambil papan dart tersebut dan menaruhnya dibalik papan tulis.

Senyum ceria di wajah maha siswi itu hilang seketika dan berganti dengan raut wajah yang penuh dengan kebingungan.

"Ayo, cepat lempar" Sang dosen memerintahkan sambil tersenyum

Maha siswi tersebut terlihat ragu-ragu

"Sudah lempar saja jangan ragu-ragu"

Maha siswi tersebut segera melemparkan ketiga anak panah secara serampangan dan terlihat tidak begitu bersemangat.

Tuk..... tuk...... tuk.

"Bagaimana, lemparan Anda lebih baik atau lebih buruk dari lemparan temanmu tadi?"

Maha siswi tersebut terdiam dengan wajah kebingungan, tak tahu apa yang harus ia katakan. Melihat hal tersebut sang dosen langsung menyapu pandangannya ratusan maha siswanya yang sedang menyimak antusias

"Pelajaran apa yang bisa kalian ambil dari dua peristiwa tadi" Tanya dosen

Seorang maha siswa mengangkat tangan. " Jika kita memiliki target/tujuan yang jelas kemungkinan keberhasilannya jauh lebih besar dibanding tidak memiliki target yang jelas"

Maha siswa lain menimpali, "melihat target dengan jelas menentukan tingkat keberhasilan untuk mencapai target tersebut"

"Intinya kita butuh target, prof" ujar seorang maha siswi merangkum jawaban kedua rekannya.

Sang dosen tampak begitu lega mendengar jawaban para maha siswanya itu. Mereka paham betul pelajaran penting dari hal yang ia demonstrasikan itu. Kemudian yang dosen mengalihkan perhatiannya ke gadis cantik yang masih berdiri mematung di dekatnya.

"Baik, karena Anda sudah berani tampil untuk naik ke panggung, saya sangat mengapresiasikan keberanian dan usaha Anda"

"Ini hadiah untuk Anda, Terkait mata kuliah saya, silakan Anda belajar dengan keras jika ingin mendapat nilai A." Ujar sang dosen

Setelah mengucapkan terima kasih, maha siswi tersebut langsung menuruni panggung sambil melambai-lambaikan hadiah yang ia terima dari sang dosen.

Baca juga: Kaidah SMART mencapai goal anti gagal

Dari kisah tersebut, saya yakin Anda bisa mengambil banyak pelajaran yang terkandung didalamnya tanpa perlu saya jelaskan lagi.

So tetapkan target/goal Anda mulai hari ini juga, jangan tunda lagi

Namun yang perlu diperhatikan adalah tujuan itu tak akan cukup hanya diucapkan tetapi juga harus ditulis bahkan kalau perlu harus dideklarasikan juga.

Pada tahun 1954 para peneliti mendata semua lulusan Yale University. Ternyata pada tahun tersebut hanya 3% dari mereka yang memiliki goal tertulis.

Dua puluh tahun kemudian. 1974. Para peneliti mendata kembali para lulusan tersebut. Hasilnya sangat mengejutkan. Mereka yang memiliki tujuan tertulis hidupnya jauh lebih sukses dan lebih bahagia.

Yang menjadi pengusaha, bisnis mereka sangat maju, yang menjadi karyawan, mereka menjadi karyawan yang sangat berprestasi dengan gaji yang tinggi. Begitu juga dibidang lainnya, dan total kekayaan mereka yang 3% ini jauh berbeda dibandingkan dengan total kekayaan yang diraih 97% lulusan lainnya.

Ya pencapaian 3% lulusan yang menuliskan goal mereka jauh diatas rekan-rekan satu almamater yang tidak punya tujuan/goal tertulis.

So, Yakin belajar tanpa tujuan

yakin masih mau menjalani hidup tanpa tujuan?

Seperti kata Buya Hamka

"Jika hidup sekedar hidup, kera di hutan juga hidup. Jika kerja sekedar kerja kerbau di sawah juga kerja"

Dalam segala hal kita harus punya tujuan

Bepergian

Belajar

Bekerja

Beribadah dan lain-lain

Semua harus ada tujuan jelas yang akan dicapai agar tak jadi sia-sia dan buang-buang waktu.

Selanjutnya setelah Anda memiliki tujuan tertulis segera deklarasikan tujuan tersebut kepada teman-teman, sahabat-sahabat, keluarga dan guru. Bahkan kalau perlu posting di medsos seperti fb dan ig dan tag teman-temanmu agar Anda lebih bersemangat dalam meraih tujuan yang sudah Anda tulis, selain itu akan ada yang mengingatkan ketika Anda lupa atau sedang dalam keadaan tidak bersemangat.


Baca juga: mantra sakti meraih tujuan


Jumat, 28 Agustus 2020

Tiga Titik Hitam Yang Bisa Menghancurkan

Tiga titik hitam yang menghancurkan

Sudah menjadi sunnatullah bahwa setiap orang ingin bertumbuh dan sukses, akan tetapi masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya melakukan hal-hal yang justru menjerumuskan diri sendiri ke dalam titik hitam atau lembah hitam yang membut mereka gagal menjadi orang sukses bahkan menghancurkan kesuksesan yang sudah mereka raih.

Tiga titik hitam ini adalah tiga hal yang bisa merusak atau menghancurkan Anda dari dalam tanpa Anda sadari, cepat atau perlahan namun pasti.

Tiga titik hitam yang membuat Anda gagal sukses


Tiga hal yang membuat kamu gagal bertumbuh, berkembang dan sukses adalah sebagai berikut:

1. Blaming (Menyalahkan)

Seseorang yang suka menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan, dan menyalakan alat yang ia gunakan tidak akan sempat untuk melakukan introspeksi diri karena waktunya disibukkan untuk menyalahkan apapun sehingga ia tidak mengetahui apa kekurangan, kelemahan dan kesalahan dirinya. Seperti kata pepatah "Tukang yang bodoh akan menyalahkan alat-alatnya, bukan menyalahkan diri sendiri".

Kalau tidak mengetahui kekurangan, kelemahan dan kesalahan diri sendiri bagaimana mungkin bisa memperbaiki. Tidak mengetahui apa kesalahan sendiri adalah kesalahan terbesar seseorang. So berhentilah menyalahkan orang lain, berhentilah menyalahkan alat, dan berhentilah menyalahkan keadaan.

Renungkanlah nasihat dari Gede Prama ini
Jika seseorang menyalahkan orang lain, maka ia perlu belajar
Jika seseorang menyalahkan diri sendiri, maka ia mulai belajar
Jika seseorang berhenti menyalahkan, maka pembelajaran usai

2. Excuse (Alasan)

Titik hitam yang kedua adalah suka membuat alasan. Orang yang suka membuat alasan biasanya dia punya bermacam-macam alasan ketika dia melakukan kesalahan, gagal dalam tugas, tidak disiplin dan sebagainya.

Bahkan mungkin dia punya 1001 alasan untuk membela diri dari kesalahan, kegagalan, atau ketidak disiplinan yang ia lakukan. Seperti: terlalu banyak pekerjaan yang dibebankan ke saya, saya sangat sibuk jadi tidak ada waktu, itu bukan keahlian saya, saya tidak punya modal, saya tidak berani mengambil resiko, saya tidak punya banyak jaringan, itu sangat berbahaya, saya tidak enak badan, saya lelah dan seribu satu alasan lainnya.

Alasan memang perlu untuk mengetahui kendala yang dihadapai tetapi bukan berarti segala sesuatu dijadikan alasan padahal permasalahan sebenarnya ada pada diri sendiri. 

Selain itu orang yang sering beralasan akan menjadi karakter.

3. Denial (Menolak/menyangkal)

Titik hitam yang ketiga adalah penolakan. Menolak nasihat, menolak kritik, memolak saran, menolak ilmu yang disampaikan orang lain, dan menolak kebaikan-kebaikan lainnya.

Orang seperti ini biasanya memiliki sifat arogan sehingga merasa sudah pintah, paling tahu dibanding orang lain dan merasa paling hebat sehingga apapun yang disampai oleh orang lain akan ditolak dan disangkal.

Sifat Denial akan menjadikan seseorang seperti katak dalam tempurung, merasa diri paling mengetahui segalanya padahal wawasannya sempit, ilmunya dangkal dan tidak tahu apa-apa.

Sejatinya nasihat, pendapat, saran, kritik dan ilmu yang disampaikan orang lain akan membuat kita menjadi pandai, bijak, dan berwawasan luas. Renungkan setiap apa yang disampikan oleh orang lain karena itu adalah tanda kebijaksanaan kita bukannya malah tersinggung karena itu mencerminkan kebodohan diri kita.

Bahkan jangan malu untuk belajar sama anak kecil. Diatas langit masih ada langit, kita tidak tahu, kita ini berada diposisi mana yang pasti selalu ada pelajaran yang bisa kita ambil dari orang lain.

Mata tanpa penutup menghasilkan pandangan
Telinga tanpa penutup menghasilkan pendengaran
Hidung tanpa penutup menghasilkan penciuman
Hati tanpa penutup menghasilkan kebijaksanaan

Jika selama ini kita belum bisa bijak tentunya masih ada yang menutupi hati kita yaitu ego, kesombongan, kedengkian dan penyakit hati lainnya.

Oleh karena itu buka mata, buka telinga, buka hati dan jadilah penerima segala kebaikan

Selain 3 titik hitam diatas masih ada satu lagi lembah hitam yang jangan sampai kita jatuh kedalamnya sehingga sulit naik kembali yaitu Complaining (Mengeluh).

Dulu saya punya teman yang suka mengeluh, setiap hari bahkan mungkin setiap jam ia lewati dengan mengeluh. Ya, mengeluhkan apapun entah itu pekerjaan, teman, atasan, dan lainnya. Begitulah jika terlalu sering mengeluh akan menjadi karakter yang sulit dirubah lagi sekalipun apa yang dikeluhkannya sudah dipenuhi dia akan terus mengeluh dan mengeluh lagi.

Syukuri apa yang ada. Mengeluh tidak akan merubah keadaan, buang-buang waktu bahkan justu akan memperkeruh keadaan. Dari pada mengeluh lebih baik gunakan waktu kita untuk hal-hal yang jauh lebih berguna.

Tiga titik hitam yang menghancurkan

Tidak titik hitam yang menghancurkan ini lebih ganas dari tiga titik hitam yang sudah dijelaskan diatas. Tidak titik hitam tersebut adalah:

1. Kesombongan

Kesombongan adalah awal dari kehancuran, kita pasti sering mendengar kalimat itu dan memang benar adanya bahwa kesombongan akan berujung dengan kehancuran. Lihatlah kisah umat nabi-nabi terdahulu dan kisa Fir'aun yang diazab dan dihancurkan sampai mereka semua musnah akibat kesombongan mereka.

2. Ketamakan

Hal lain yang bisa menghancurkan adalah ketamakan atau kerakusan. Kisah ketamakan Qarun dan kisah-kisah lainnya tentang ketamakan mengajarkan kita bahwasanya ketamakan akan berakhir dengan kehancuran.

3. Kedengkian

Titik hitam yang ketiga adalah kedengkian. Cukuplah kisah Nabi Yusuf dan saudara-saudaranya, dan kisah putra nabi Adam mengingatkan kita akibat dari kedengkian yang menjerumuskan pada kehancuran.

Yang lebih berbahaya dari sifat-sifat diatas adalah kita tidak menyadari bahwa kita sedang terjatuh kedalam lembah hitam tadi sehingga kita tidak memiliki upaya untuk naik dan keluar. Yang lebih parah lagi kita sadar sedang berada dalam jurang hitam tadi tapi malah bangga dan kita menikmatinya.

Semoga kita semua dijauhkan dari sifat-sifat buruk tadi, dijauhkan dari tiga titik hitam diatas.

Senin, 20 Juli 2020

Paksalah Meskipun Sakit

KADANGKALA PEMAKSAAN ITU HARUS MESKIPUN GAK ENAK!!!

"Carilah teman yang memaksa kamu untuk berkembang bukan yang membuat kamu nyaman"
Itu adalah nasihat yg sampai saat ini saya ingat meskipun saya lupa dari mulut siapa nasihat itu keluar.

Ya teman yang baik bukanlah teman yang membuat kita nyaman yang selalu mendukung dan membela kita tak peduli kita benar atau salah pokoknya dukung terus sampai mati persis seperti di film-film, bukan pula teman yang selalu membiarkan kita meskipun kita sedang di jalan yg salah, keliru atau khilaf.

Tetapi teman yang baik adalah teman yang memaksa kita untuk berkembang, selalu mengingatkan dan menasehati jika kita salah, mengajak kepada kebaikan, mencerdaskan dan menshalehkan.

Analoginya jika kita jatuh kedalam jurang teman yang tidak peduli akan bersikap cuek dan berkata "bodoh amat bukan urusan gue", teman yang selalu mendukung apapun kondisi kita akan membuat kita lebih nyaman didalam jurang dengan berkata "gimana kamu nyamn gak disitu ini saya kasih bantal, selimu, kasur dll.

Sebaliknya teman yang baik akan mengangkat kita untuk naik ke atas meskipun kita tidak mau dan sudah merasa nyaman di dalam jurang itu.
Teman: Ayo sini saya bantu naik keatas
Kita    : Gak mau ah enak disini nyaman
Teman: Udah pokoknya kamu harus naik keatas sini jangan disitu terus

Itulah sejatinya teman yang baik selalu memaksa kita untuk menjadi lebih baik, bertumbuh dan berkembang. 

Begitu juga dengan hal lainnya..
Carilah lingkungan yang memaksa kita untuk berkembang
Carilah sekolah yang memaksa kita untuk berkembang
Carilah tempat kerja yang memaksa kita untuk berkembang
Carilah organisasi yang memaksa kita untuk berkembang


Apalagi untuk anak-anak karena masa emas tumbuh kembang, fisik, karakter dan bakatnya ada pada masa ini, kalau salah memilih teman, lingkungan dan sekolah akan berakibat fatal, besar sekali pengaruhnyah terhadap masa depan anak dan kita tidak bisa mengulang masa emas tumbuh kembang anak-anak kita.

Ibarat bibit, sebagus apapun kualitas bibit tersebut jika ditanam di tanah yang tandus dan nihil unsur hara/nutrisi bibit tersebut tidak akan bisa tumbuh, tetapi bibit yang kualitasnya biasa saja jika di tanam ditanah yg subur dan kaya akan unsur hara dia akan tumbuh dengan maksimal apalagi bibit unggul kualitas terbaik.

Generasi yg unggul lahir dri lingkungan yang unggul

Teman yang tepat, lingkungan yang tepat, tontonan yang tepat, buku bacaan yang tepat akan membaut kita melesat cepat sukses dunia akhirat.

CELAKANYA banyak orang tua yang pasrah terhadap anaknya tidak bisa mengatur anak bahkan cenderung diatur oleh anak.

Contoh nyata yang banyak saya temukan adalah ketika anak-anak ingin mendaftar ke sebuah sekolah banyak para orang tua yg tidak bisa menentukan sikap dengan berkata "Saya mah terserah anak saja mau sekolah dimana gak mau maksain anak takut percuma di paksain juga"

Tanpa menggali informasi teman-temannya kelak seperti apa, lingkungannya seperti apa, kurikulum dan programnya seperti apa fasilitasnya ada apa saja. Karena memilih sekolah berarti memilih teman, senior/kakak kelas, guru, memilih lingkungan, kurikulum, program dan fasilitas yg disediakan (satu paket).

Padahal sunnahtullah sifat anak-anak adalah suka teman dan lingkungan yang membuatnya nyaman dan gak suka di paksa. Saya pasti kalau anak disuruh milih sendiri mereka akan memlilih lingkungan pendidikan nyaman, tidak banyak tekanan, minim, program dan sebagainya.

Kalau bukan kita para orang tua yang memaksanya mau siapa lagi?
Memang semua sekolah itu baik tidak ada yg buruk tapi sekali lagi untuk tumbuh kembang anak yg tidak bisa diulang kita wajib memaksakan anak untuk memilih teman dan lingkungan yang terbaik dari yg terbaik. Karena anak belum paham bagaimana caranya untuk berkembang, bagaimana caranya membentuk karakter dan berbagai hal yang dibutuhkan untuk masa depannya kalau bukan kita orang tua yang mengarahkan siapa lagi?

Yang ada dipikiran anak-anak hanya bermain, santai-santai, cari kenyamanan dan sejenisnya. Kecuali anak-anak tertentu saja yang memiliki kelebihan mereka sudah paham sendiri.

Memang untuk urusan bakat kita orang tua tidak boleh memaksakan bahkan harus nurut sama anak misal anak kita bakatnya komputer, masa! Kita paksain anak kita untuk jadi pemain bola, ini sama saja memaksa gajah untuk berenang, sia-sia saja. Meskipun pada akhirnya anak kita jadi pemain bola tetap saja dia hanya jadi pemain biasa tidak bisa jadi pemain bintang.

"Ah kan bakat bisa kalah dengan latihan keras"
Ya itu benar sedikit pun tidak ada huruf yang salah ditulisan itu
Tapi percayalah latihan keras saja akan terlindas oleh orang yang berbakat dan menjalani latihan keras.

Sudah sudah kita kembali ke laptop sekali lagi untuk urusan mencari teman, likungan pendidikan dan lingkungan pergaulan kita sebagai orang tua wajib memaksa mau gak mau "WALAYAKUDU".

Saya ingat betul waktu saya masih anak-anak kalau saya tidak berangkat sekolah atau mengaji kedua orang tua saya akan sangat marah bahkan ayah saya tidak segan memukul saya. Memang waktu itu saya kesal sekali tapi seiring kedewasaan saya bertambah saya malah bersyukur oh kalau gak gitu mungkin sekarang saya gak bisa ngaji "baca Qur'an" seperti teman-teman saya yang lain masih banyak yang belum bisa baca Al-Qur'an meskipun sekarang sudah dewasa.

Bukan hanya itu orang tua saya juga memaksa saya untuk puasa full di bulan ramadhan, saya yang awalnya terpaksa saya jadi terbiasa bahkan alhamdulillah meskipun sedang bekerja berat di perusahaan peleburan di Korea Selatan yang suhunya diatas 35°C puasa tidak pernah terlewat saya bersyukur kalau waktu kecil saya tidak dipaksa untuk puasa mungkin sekarang saya enggan berpuasa.

Mohon maaf saya masih sering menemukan laki laki dewasa tidak bekerja atau bekerja sangat ringan tapi di bulan ramadhan dengan santainya makan dan minum di tempat umum duh! Rasanya ingin sekali saya pakaikan kerudung.

Memang itu urusan mereka dengan tuhan saya gak ada urusan. Tapi itu analogi untuk tumbuh kembang anak kebiasaan yang di bentuk dari kecil sehingga terbawa sampai dewasa, itu berkaitan dengan tema yang saya tulis ini.

Saya yakin orang yang desawanya tidak bisa baca Qur'an karena dulunya tidak dipaksa untuk belajar, orang yang tidak mau puasa di bulan ramadhan akibat dari kecilnya tidak dipaksa untuk latihan puasa, begitu juga dengan hal lainnya.

Untuk kebaikan jangan ragu memaksa meskipun gak enak, atau menyakitan. Meskipun awalnya gak enak tapi kalau sudah memanen hasil akan terasa nikmatnya.

So don't hate what you don't understand


و عسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لكَمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئا وهو شرٌّ لكم واللهُ يعلمُ وأَنْتُمْ لا تَعْلمُوْنَ
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal iya amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (QS Al-Baqarah 216)
Selasa, 26 Mei 2020

Kekuatan Besar Sebuah Visi Misi

Setiap organisasi, perusahaan, instansi maupun pribadi pasti memiliki visi di masa depan, baik visi jangka panjang maupun visi jangka pendek.

Seberapa besar dampak dari visi-misi terhadap keberhasilan suatu organisasi atau individu bergantung pada seberapa besar usaha dari organisasi atau individu tersebut untuk komitmen dan konsisten terhadap visinya.

Pengertian Visi

Menurut KBBI visi adalah pandangan atau wawasan ke depan. Visi sendiri sebenarnya adalah kata serapan dari bahasa Inggris yaitu Vision yang artinya penglihatan, daya lihat, juga berarti impian. Jika Anda browsing di internet Anda akan menemukan pengertian atau definisi visi yang bermacam-macam. Karena memang setiap organisasi atau individu mendefinisikan visi berbeda-beda, namun pada hakikatnya sama yaitu tentang pandangan, daya lihat atau wawasan kedepan.

Menurut saya pribadi Visi adalah tujuan utama atau cita-cita besar suatu organisasi maupun pribadi  yang ingin dicapai di masa depan. Organisasi yang dimaksud adalah semua bentuk organisai baik organisasi profit, non profit maupun organiasi pemerintahan.

Visi ibarat peta harta karun yang akan menuntun atau menunjukkan arah kepada kita untuk menuju ke  tempat dimana harta karun tersebut berada.

Tanpa visi kita tidak akan punya arah gerak yang jelas dan akan mengalami demotivasi, sebaliknya dengan visi yang jelas, logis, dan cara mencapainya juga jelas dan logis maka kita akan termotivasi untuk mewujudkan visi tersebut.

Sedangkan menuliskan visi, menyampaikannya dan memajangnya di suatu tempat bertujuan untuk mengkomunikasikan sekaligus mengingatkan kepada seluruh tim akan tujuan besar yang ingin dicapai bersama dan benefit apa saja yang akan mereka dapat jika mereka bisa mencapainya.

Kembali lagi ke peta harta karun, jika Anda memiliki sebuah peta harta karun dan Anda ingin mengajak orang lain untuk bergabung menjadi tim Anda untuk mendapatkan harta karun tersebut. Anda harus bisa mejelaskan dan meyakinkan kepada mereka keberadaan harta karun tersebut, langkah-langkah untuk mencapainya dan apa saja yang harus dipersiapkan, serta keuntungan apa saja yang akan mereka dapatkan jika Anda dan tim bisa mendapatkan harta karun tersebut. Maka seluruh tim akan termotivasi, antusias dan lebih bersemangat karena yang menjadi tujuan akhirnya jelas.

Lain hal jika yang Anda lakukan "Ayo bro ikut saya mau gak?"
lalu calon tim anda bertanya "kemana bro?, 
Anda jawab lagi "udah pokoknya ikut aja gak usah banyak tanya"

Kalau Anda sebagai leader tidak mampu menjelaskan tujuan besar organisasi, apa yang hendak dicapai saja tidak jelas apalagi cara untuk mencapainya, serta keuntungan yang akan didapat oleh seluruh tim pun tidak jelas, maka cuma orang bodoh saja yang mau ikut dengan Anda.


Meskipun banyak juga yang bilang "ribet amat sih saya mah mengalir seperti air aja ngikutin arus". itu contoh falsafah orang yang tidak punya visi.

Sebenarnya sah-sah saja dan tidak ada yang salah, tapi saya kurang setuju dengan pernyataan seperti itu. Ini bukan berati saya benar dan orang yang berpendapat seperti itu salah, tapi itu soal pilihan saja, dan setiap pilihan ada konsekuensinya. Bagimu pilihan mu bagiku pilianku, jadi jalani aja pilihan masing-masing.

Bagi saya prinsip hidup yang mengalir seperti air itu hanya mencari faktor keberuntungan, syukur-syukur kalau mengalirnya berujung pada danau yang luas dan indah, atau ke lautan yang biru dan luas, atau ke pesahawan milik petani bisa bermanfaat untuk orang, tapi bagaimana jika arus membawa air tersebut mentok ke comberan, selokan atau ke got busuk.

Lagi pula mohon maaf yang mengikuti arus itu cuma, sampah, bangkai dan kotoran saya, ikan pasti akan melawan arus karena dia punya tujuan sendiri yang ingin dicapai.

Begitu juga dengan manusia, orang yang sukses tanpa visi misi hanya mengikuti arus adalah orang-orang yang beruntung saja karena arus membawanya pada kesuksesan tersebut. Dan kesuksesannya itu tidak bisa di ajarkan ke orang lain karena tidak memiliki pola suksesnya hanya faktor keberuntungan dan kebetulan saja.

Organisasi atau orang yang tanpa visi-misi ibarat Anda naik ojeg kemudian drivernya bilang "mau kemana mas?" Anda jawab "kemana aja terserah bapak aja dech", maka driver ojeg tersebut akan membawa Anda tanpa tujuan yang pasti, ketika tiba di suatu tempat Anda baru tersadar "loh kok pak kenapa berhenti disini, ini bukan tempat yang saya inginkan". Padahal sudah menghabiskan waktu menghabiskan uang untuk biaya ojek, menghabiskan tenaga, pikiran, dll.

Dalam hidup pun demikian, kalau Anda menjalani hidup tanpa visi yang jelas, hanya mengikuti arus, tahu-tahu Anda sudah tua dan Anda baru tersadar "loh kenapa hidup saya seperti ini, ini bukan kehidupan yang saya inginkan", sementara waktu tidak mungkin diulang lagi.

Maka hidup haruslah punya tujuan atau visi, baik visi dunia maupun visi akhirat. Ingatlah pesan Buya Hamka "Kalau hidup sekedar hidup kera di hutan juga hidup, kalau kerja sekedar kerja kerbau di sawah juga kerja".

Pengertian Misi

Visi & misi adalah satu kesatuan, jika misi adalah tujuan besar yang ingin dicapai atau diwjudkan di masa depan, maka visi adalah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai visi tersebut.

Dengan kata lain pengertian Misi adalah langkah-langkah strategis yang harus dilakukan untuk mencapai atau mewujudkan visi tersebut.

Visi tanpa misi adalah imajinasi mustahil bisa terwujud, misi tanpa eksekusi adalah fantasi, sia-sia belaka tidak ada gunanya. Misi tapa visi tidak jelas apa yang mau dicapai/diwujudkan, eksekusi atau aksi tanpa misi juga sama tidak jelas apa yang dilakukan itu arah geraknya kemana tujuan akhirnya seperti apa.

Organisasi-organisasi dan orang-orang besar yang sukses meraih visi adalah mereka yang mampu mengawinkan antara visi-misi dengan dengan eksekusi-aksi yang bertubi-tubi.

Misi dan aksi yang tidak sesuai dan tidak berorientasi pada visi akan menjadi pekerjaan sia-sia, sebaliknya aksi yang mengarah pada visi sedikit, demi sedikit akan mendekatkan pada terwujudnya visi, bahkan misi dan aksi yang tepat akan menghasilkan lompatan besar untuk mencapai visi.

Yang perlu diingat adalah kita sebagai manusia hanya bisa menyempurnakan ikhtiar kita, memperbanyak doa, terus istiqomah, dan terhakir tawakal, serahkan hasil akhirnya kepada Allah. Apa yang menjadi keputusan Allah itulah yang terbaik untuk kita atau organisasi kita.

Kalau kita bertawakal kepada Allah, kita akan bersyukur ketika visi kita terwujud, sebaliknya kalau visi kita tidak terwujud kita tetap riho menerimanya, dan insya Allah doa ikhtiar, istiqomah dan tawakal kita untuk mencapai visi kita tersebut akan menjadi amal ibadah selama visi yang ingin kita capai itu baik dan karena Allah.

Baca juga: Mantra sakti meraih tujuan



Senin, 20 April 2020

Mantra Sakti Untuk Meraih Tujuan

Pahami Ini Agar Tujuan Pasti Diraih

Setiap orang punya mimpi yang ingin diraih, setiap orang punya target atau tujuan yang ingin dicapai tapi tidak semua orang bisa mencapai tujuannya, bahkan tidak semua orang mau komitmen dan konsisten berusaha mencapai mimpi/tujuannya. Seperti quote dibawah ini:
“Anyone can do it. Not every one will.” "Siapapun bisa melakukannya tetapi tidak semua orang mau (melakukanya).?”

"Banyak jalan menuju Roma" kalimat ini sangat terkenal dari dulu hingga sekarang, entah siapa yang pertama kali mempopulerkannya. Saya sendiri sudah mendengar kalimat itu sejak masih SD meskipun saat itu saya belum paham makhluk apa Roma itu dan dimana ia berada.

Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: "Setiap penyakit ada obatnya. Apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu penyakit, akan sembuhlah penyakit itu dengan izin Allah 'azza wajalla." (HR Muslim).

Saya sangat meyakini hadits diatas memang benar setiap penyakit ada obatnya, penyakit apapun akan sembuh jika diobati dengan obat yang tepat kecuali penyakit tua dan kematian.

Begitu juga saya meyakini kalimat "Banyak jalan menuju Roma", bahwasanya setiap goal, target, tujuan, ataupun visi bisa diraih dengan taktik atau siasat tepat, kecuali menyerah.

Jatuh bisa bangkit lagi
Gagal bisa diulang lagi
Salah bisa diperbaiki lagu
Tapi menyerah sama dengan selesai.

Pelajari juga: Kekuatan besar sebuah visi misi

"Banyak jalan menuju Roma" saya memaknainya sebagai suatu tindakan untuk fokus terhadap satu tujuan, kemudian menyusun banyak taktik untuk mencapai tujuan itu, bukan fokus pada satu cara saja. Karena peluang untuk mencapai tujuan itu tidak akan pernah tertutup dan kita tidak tahu strategi apa yang akan berhasil.

"Banyak jalan menuju Roma" tujuannya satu yaitu Roma, sementara jalan yang menuju kesitu banyak sekali. Tentu setiap jalan memiliki jarak tempuh dan halangan yang berbeda. Dan setiap orang belum tentu sanggup dan berhasil menuju kesitu melalui jalan yang sama dengan orang lain.

Hal yang sama juga belaku ketika ingin mencapai target atau tujuan, menggapai impian, meraih cita-cita dan mewujudkan visi. Pastikan target kita hanya satu tapi perbanyak siasatnya, ya target itu harus kaku tapi caranya harus fleksibel. Jangan ngotot pada satu cara/alat yang sudah gagal.

"If the plan doesn't work, Change the plan but never the goal"
Jika rencananya yang tidak berhasil, maka rubah rencananya namun jangan pernah merubah tujuannya
Begitulah pakemnya, Target itu harus kaku sedangkan caranya harus fleksibel.

Abraham H. Maslow mengatakan “Jika satu-satunya alat yang Anda miliki adalah PALU, maka Anda akan melihat setiap masalah sebagai PAKU.”

Perlu cara dan alat bantu yang tepat untuk mencapai suatu tujuan. Baik berupa network, keilmuwan, SDM, tools, dan lain-lain.

Mungkin Anda pernah atau bahkan sering melihat lalat yang mati di bawah kaca jendela atau sejenisnya. itulah akibat dari ngeyel dengan satu cara. Ketika lalat berhadapan dengan kaca dia akan terus-menerus menabrakkan diri dan membenturkan kepalanya, berharap dia bisa keluar dari situ, sampai akhirnya dia kelelahan dan mati. Lain hal dengan semut, ketika dia menemui kaca saat berjalan dan dia tahu bahwa kaca tak sanggup dia lalui, dia akan memilih jalan lain untuk mencapai tujuannya, dengan bergerak mundur, belok kiri, dan belok kanan. Lalat punya konsistensi tapi tidak punya strategi sedangkan semut dia memiliki konsistensi dan strategi. Gigih harus, bodoh jangan.

Sikap pantang menyerah akan menjadi sia-sia dan tak berarti apa-apa jika tidak dibarengi dengan analisa. Untuk mencapai tujuan dibutuhkan strategi, alat, proses berpikir, perspektif yang berbeda-beda serta analisa terhadap setiap permasalahan yang muncul.


Cobalah Anda perhatikan kutipan kata-kata Thomas Alva Edison ilmuwan legendaris penemu bola lampu pijar ini:
“I have not failed 10,000 times. I have not failed once. I have succeeded in proving that those 10,000 ways will not work. When I have eliminated the ways that will not work, I will find the way that will work.”
(Saya bukan gagal 10.000 kali. Saya tidak gagal satu kali pun. Saya berhasil membuktikan bahwa ada 10.000 cara yang keliru. Ketika saya telah mengetahui cara-cara yang keliru, akhirnya saya akan menemukan sebuah cara yang benar.)

Untuk menemukan satu bola lampu pijar dia melakukan ribuan cara dalam percobaannya sampai akhirnya menemukan cara yang benar dan berhasil menciptakan bola lampu pijar yang bisa kita rasakan manfaatnya sampai sekarang.

Muhammad Al-Fatih melakukan berbagai macam strategi perang untuk menembus benteng pertahanan Konstantinopel namun gagal sampai pasukannya pun hampir putus asa, Kemudian dia menyusun strategi kembali dia memerintahkan pasukannya untuk menarik kapalnya melalui darat mendaki bukit galata dan mereka berhasil menerobos selat Golden Horn dalam waktu semalam dan berhasil menembus pertahanan musuh sampai akhirnya memenagkan pertempuran.

Yang perlu diingat adalah bahwa Anda punya sumber daya yang terbatas dan sumber daya yang tak terbatas. Sumber daya yang terbatas adalah "WAKTU", saya, Anda dan semua orang di dunia ini punya batas waktu, tidak selama kita akan sehat, tidak selamanya kita akan muda, tidak selamanya kita akan hidup. Berusaha keraslah untuk mencapai tujuan sesuai waktu yang ditentukan, bahkan kalau bisa harus lebih cepat. Sedangkan sumber daya yang tak terbatas adalah "HARAPAN". Kita punya harapan yang tak terbatas. Kegagalan bukan berarti akhir segalanya, selama kita masih hidup dan masih terus berusaha harapan itu akan selalu ada.

"Many of life's failures are people who did not realize how close they were  to success when they gave up"
Banyak dari kegagalan hidup adalah mereka yang tidak sadar seberapa dekat mereka dengan kesuksesan saat mereka menyerah
So don't give up mungkin saja kesuksesan sudah didepan mata anda

Setiap kali Anda ingin menyerah katakan dengan penuh keyakinan sedikit lagi berhasil, sepuluh langkah lagi sampai. Where there's a will there's a way (dimana ada kemauan disitu ada jalan).

Yakinlah if you can dream it, you can do it.

Pelajari juga: Cara membentuk world class skill


Jumat, 17 April 2020

Cara Optimasi Potensi Diri

        Setiap orang terlahir unik, memiliki karakter, bakat, potensi dan kelebihan masing-masing. Namun sayangnya ada begitu banyak orang yang tidak bisa memaksimalkan atau optimasi potensi yang dimilikinya sehingga ia tidak bisa menghasilkan kesuksesan dalam hidup, bahkan lebih parah lagi mereka sama sekali tidak mengetahui kelebihan yang dimilikinya.

          Ada orang yang sadar dengan kelemahannya kemudian beusaha keras merubah kelemahannya menjadi kekuatan. Ada orang yang sudah tahu kekurangannya kemudian ngotot ingin berkarir di bidang yang dia sendiri sadar kekurangan dia disitu.

       Memang sah-sah saja selama dia mau berusaha melakukannya, dan memang betul batu yang keras pun bisa berlubang jika ditetesi air terus menerus, tapi akan jauh lebih cepat jika kita melubangi batu itu dengan Mesin Bor. Saya sendiri lebih suka memaksimalkan potensi yang saya miliki dari pada memperbaiki  kelemahan saya karena hasilnya akan jauh lebih cepat terasa.

Pelajari juga: Cara membentuk world class skill

    Logikanya, misalkan Anda berlatih sepak bola dan Bulu tangkis dengan porsi waktu latihan yang sama, hasilnya dalam waktu 3 tahun skill Sepak bola Anda di level 4, dan skill Bulu tangkis Anda di level 7. Kemudian Anda ngotot ingin menjadi pemain sepak bola, dan Anda memutuskan untuk berlatih sepak bola lagi selama 2 tahun sehingga skill Sepak bola Anda meningkat di level 6, itu artinya Anda hanya bisa menjadi pemain Sepak bola biasa dengan skill rata-rata atau standar.

      Tapi jika Anda memutuskan untuk menjadi pemain Bulu tangkis karena Anda tahu Anda lebih berpotensi di olah raga Bulu tangkis, dengan analisa perbandingan level skill tadi Sepak bola level 4, Buli tangkis level 6. Kemudian Anda melatih lagi kemampuan bermain Bulu tangkis Anda selama 2 tahun juga, hasilnya level skill Bulu tangkis Anda meningkat ,menjadi level 8 bahkan bisa di level 9 atau 10 karena memang Anda bepotensi disitu. Dan itu artinya Anda bisa menempati posisi puncak, menjadi pemain luar biasa dengan skill diatas rata-rata.

     Dr. Anders Ericsson dari University of Florida melakukan riset selama 25 tahun, menemukan bahwa diperlukan waktu 7000 jam untuk bisa mencapai kinerja terbaik,. Namun riset lanjutannya membuktikan bahwa seseorang memiliki potensi atau bakat alami di bidang tertentu, maka ia bisa mencapai kinerja terbaik dan menempati posisi puncak hanya dalam waktu satu atau dua tahun.

     “Any weapon is a good weapon as long as you can use it with skill.” Senjata apapun adalah senjata yang baik selama Anda bisa menggunakannya dengan keterampilan.

    Jangan memaksa kura-kura untuk bisa terbang, jangan memaksa capung untuk bisa berenang. Sekali lagi setiap orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tingkatkan saja apa yang memang menjadi kelebihan Anda secara terus-menerus hingga Anda berada diposisi puncak di bidang itu.


    “Kenali dirimu, kenali musuhmu, dan kenali medan tempurmu. Dan kau akan memenangi seribu pertempuran” (Sun Tzu)

Sebuah kalimat sederhana namun bisa berdampak luar biasa jika kita benar-benar menerapkannya di berbagai bidang pertempuran, pertandingagan, persaingan bisnis, pekerjaan, dan lain-lain.

Lagi Sun Tzu juga berkata "Memahami dan mengetahui kekuatan sendiri, kita sudah memenangkan separuh peperangan ini".

Manfaatkan waktu dengan baik, kita dan seluruh makhluk di bumi ini memiliki waktu yang sama yakni 24 jam. 8 jam untuk tidur, 8 jam lagi untuk bekerja (bagi yang bekerja) atau bersekolah (bagi yang masih sekolah), dan sisa waktu 8 jam lagi digunakan untuk mandi, makan, ibadah, dan berbagai macam kegiatan remeh-temeh seperti rebahan, nongkrong, dll.  Jika Anda memanfaatkan waktu 8 jam yang tersisa itu untuk melatih banyak keterampilan maka Anda tidak akan bisa menjadi ahli karena Anda akan kehilangan fokus, dan terjebak dalam dkesibukan, apa lagi jika Anda menggunakannya untuk hal-hal yang tidak jelas yang sama sekali tidak memberikan manfaat. Sementara kompetitor Anda lebih fokus menggunakan waktu nya untuk melatih satu bidang yang memang dia ingin menjadi Ahli dibidang itu, selain itu dia juga memang berbakat di bidang itu, maka kompetitor Anda itu akan jauh meninggalkan Anda.

Kesimpulannya
Bakat + Porsi latihan banyak = Ahli
Bakat + Porsi latihan sedang = Terampil
Bakat + porsi latihan sedikit = Biasa/Bisa
Tidak berbakat + Porsi latihan banyak =Biasa/terampil
Tidak berbakat + Porsi latihan sedang = Biasa/dibawah rata-rata
Tidak berbakat + Porsi latihan sedikit  = Dibawah rata-rata/tidak bisa

Orang kuat bukanlah orang yang tidak punya kelemahan tapi ia lebih memilih fokus pada kekuatan yang dimilikinya
Seorang pemberani bukanlah orang yang tidak punya rasa takut namun ia lebih memilih fokus pada keberanian yang ia miliki.
Seorang yang hebat bukan berarti tidak punya kekurangan namun ia lebih memilih fokus pada apa yang menjadi kelebihannya.

Semoga tulisan ini bisa membangunkan Anda dari mimpi belaka, dan tersadar untuk  segera memaksimalkan atau mengoptimasi potensi yang ada di dalam diri Anda.

Pelajari juga: Tingkatan sebuah ilmu
Kamis, 09 April 2020

Tingkatan Sebuah Ilmu

   
Setiap ilmu memiliki tingkatan, mulai tingkat paling dasar sampai tingkat tertinggi. Orang yang ahli di satu bidang tidak serta merta langsung menjadi ahli, ada proses yang harus dilalui tingkatan demi tingkatan ilmu harus bisa dilewati guna mencapai level tertinggi.

Baca juga: Cara membentuk world class skill

       Untuk mempermudah dalam menjabarkan tingkatan sebuah ilmu ini, saya menggunakan kuadran yang ditemukan oleh Alm. Bob Sadino, kuadran tersebut dikenal dengan Roda Bob Sadino.
Roda Bob Sadino (RBS) adalah diagram yg menggambarkan perputaran kehidupan seseorang dilengkapi proses pembelajaran berupa sintesis antara teori dan praktik yg menggambarkan tingkat kemampuan, kecakapan serta kompetensi seseorang.

RBS merupakan lingkaran roda yg dibagi dalam 4 kuadran dan masing-masing kuadran menggambarkan tingkat kompetensi sekaligus wilayah pembelajaran seseorang.

1. Tahu
2. Bisa
3. Terampil
4. Ahli


1. Tahu

Kuadran tahu menggambarkan proses belajar seseorang di sekolah, kampus atau tempat-tempat kursus. Di tempat tersebut orang belajar berbagai macam teori hingga lulus.
Inti dari kuadran ini adalah mengetahui teori dan informasi sebanyak mungkin. Semakin banyak tahu seseorang, maka semakin ia dipandang pintar.

Kelemahan orang-orang di kuadran ini ada pada praktik di lapangan atau dalam kehidupan nyata di tengah masyarakat alias nol pengalaman. Teori yg mereka kuasai tidak otomatis bisa diaplikasikan begitu saja dalam kehidupan nyata
.
Karena sifat teori pada umumnya selalu tertinggal oleh dinamika masyarakat. Teori biasanya disusun berdasarkan riset atas fakta atau informasi yg telah berlangsung cukup lama. Dengan kata lain berbagai perubahan situasi dan kondisi terkini masyarakat sering tidak bisa lagi didekati dengan teori-teori yg sudah usang. Karena dunia berubah begitu cepat, di era industri 4.0 ini ada banyak pekerjaan dan bisnis yang punah, sebaliknya ada pekerjaan dan bisnis baru yang bermunculan.

Om Bob menggambarkan orang di kuadran tahu seperti orang belajar menembak mereka dibekali teori dan teknik cara menembak jitu tapi tak pernah menyentuh senapan dan peluruhnya apa lagi belajar menembak sasaran. Mereka memang paham cara menembak tapi tidak lantas bisa menembak. Oleh karena itu orang yg kompeten di kuadran tahu bisa jadi tidak kompeten saat terjun ke masyarakat.

Contoh lainnya adalah orang yang belajar dan menghafal teori-teori renang, jika tidak terjun ke kolam untuk praktik dan berlatih renang dengan keras maka selamanya ia tidak akan pernah bisa berenang.


2. Kuadran bisa

Kuadran Bisa merupakan antitesis dari kuadran Tahu. Bisa disebut kuadran masyarakat atau kuadran jalanan. Karena kuadran ini menggambarkan orang-orang yang tidak sekolah namun belajar langsung melakukan berbagai pekerjaan pada suatu bidang.
Penghuni kuadran ini tidak melakukan pekerjaan berdasarkan teori mereka bahkan tidak peduli teori. Titik berangkatnya adalah praktik, melakukan tindakan, mengerjakan sesuatu lalu belajar sepenuhnya dari proses tersebet. Sekolah mereka adalah dunia praktik dalam kehidupan nyata di tengah masyarakat, biasa disebut sekolah jalanan.

Orang-orang di kuadran ini melakukan pekerjaan dengan benar bisa juga salah namun justru kedua pengalaman itu menjadi sumber pembelajaran utama. Karena proses belajar yg berulang ulang orang yang semula tidak bisa menjadi bisa atau yg semula kurang bisa melakukan sesuatu dangan baik berangsur-angsur menjadi lebih baik dibanding sebelumnya. Seperti kata Tony Robin "pengulangan adalah ibu dari keterampilan".

Kembali bob menggunakan belajar menembak sebagai ilustrasi dalam kuadran ini. Orang-orang di kuadran bisa adalah orang yang memegang senapan mengisinya dangan peluru kemudian langsung menembak sasaran yang dituju. Saat pertama berlatih  mungkin tembakannya meleset bahkan jauh dari sasaran namun pada hari-hari berikutnya tembakannya semakin baik bahkan mengenai sasaran. Dari sisi praktik orang-orang dikuadran Bisa adalah orang yang kompeten sehingga tahu pasti apa dikerjakan. Berbeda dengan orang di kuadran tahu yang menguasai teori tapi belum tentu bisa mengaplikasikannya. Meski demikian banyak penghuni kuadran Tahu menganggap kuadran Bisa sebagai orang yang tidak kompeten secara teori.


"Knowing is not enough, we must apply, willing is not enough, we must do." Pengetahuan saja tidak cukup, kita harus menerapkannya, keinginan saja tidak cukup, kita harus bertindak.


3. Kuadran terampil

Kuadran terampil merupakan tempat orang-orang yang pernah melewati kuadran Tahu maupun kuadran Bisa. Butuh waktu lama untuk naik ke kuadran terampil. Kuadran terampil merupakan hasil dialektika antara kuadran Tahu dan Bisa. Saat kuadran tahu terus menguji teorinya di kuadran bisa atau sebaliknya kuadran bisa mendalami proses di kuadran tahu maka proses dialektika terjadi yg meningkatkan efektivitas teori maupun praktik masing-masing kuadran.

Hasil dari proses saling menguatkan ini adalah meningkatnya kemampuan seseorang maka kinerjanya dapat dipertanggung jawabkan. Karena itu masyarakat menyebutnya sebagai orang yg terampil dibidangnya
Mereka yg menghuni kuadran terampil adalah orang yang respons-able dan accountable.
mampu merespon setiap masalah dangan tepat dan mampu mengatasi persoalan secara bertanggung jawab atau dapat diandalkan.
Jika ditarik dalam ilustrasi belajar menembak orang-orang di kuadran terampil sudah mampu menembak dangan baik karena dapat mempertanggungjwabkan setiap peluru yg ia tembakkan. Tembakannya juga selalu tepat sasaran karena selain terus berlatih orang-orang ini juga diajari teori dan teknik.

Ilmu boleh sama, tempat belajar boleh sama, guru boleh sama, yang membedakan adalah praktiknya. Antara orang yang mempraktikkan ilmu/teori yang dimiliki dengan yang tidak, hasil sangat jauh berbeda. Seperti kata orang bijak "No action nothing  happen, take action miracle happen" Tanpa tindakan tidak akan terjadi apa-apa, ambil tindakan maka keajaiban terjadi.


4. Kuadran ahli

Kuadran ahli disebut juga kuadran profesional. Penghuninya adalah mereka yg selain berhasil meningkatkan keterampilan, responsif dan bertanggung jawab juga karena mampu memberi manfaat bagi banyak orang dan diakui oleh masyarakat. Mereka yg berhasil masuk ke kuadran ahli memiliki efektivitas diatas 90%. Hal ini dapat terjadi karena mereka telah melampaui proses penempatan di kuadran bisa dan terampil serta proses dialektika antara teori dan praktik secara terus menerus.
Jika diilustrasikan dalam belajar menembak mereka yang berada di kuadran ahli adalah orang yang memiliki keahlian hebat dalam menembak. Setelah terampil menembak mereka belajar lagi trik khusus untuk meningkatkan kemampuannya. Hasilnya dengan mata tertutup pun mereka mampu menembak sasaran dengan jitu.

Kuadran terampil dan kuadran ahli hampir sama bedanya kuadran ahli diperoleh dari pengakuan masyarakat sementara predikat terampil berasal dari klaim pribadi.
Oleh karena itu orang-orang di kuadran ahli lah yg sejatinya bisa menjadi teladan bagi orang-orang yang masih berada di kuadran tahu dan bisa agar dapat naik ke kuadran selanjutnya.

Jika Anda ingin mendapatka apa yang tidak didapatkan orang lain maka anda harus melakukan apa yang tidak dilakukan oleh orang lain.

PROSES IDEAL 4 KUADRAN

Idealnya setiap orang berproses atau berputar berlawanan arah jarum jam dan berdialektika sepanjang hidupnya. Perputaran dimulai dari kuadran tahu ke kuadran bisa atau sebaliknya keduanya saling menyebrang untuk meningkatkat efektivitas masing-masing.

Selanjutnya kuadran bisa terus berproses dan meningkatkan kemampuan hingga naik ke kuadran tampil. Dengan meningkatnya kompetensi kuadran terampil dapat bergeser ke kuadran ahli. Pada akhirnya dari kuadran ahli kembali lagi ke kuadran tahu untuk menemukan jawaban yg tidak dapat ditemukan di kuadran lainnya. Terus berputar tanpa henti seperti pergerakan jarum dan bandul jam kalau berhenti berarti dia sedang membunyikan lonceng kematiannya sendiri.

"Stay hungry, stay foolish" tetap lapar, tetap bodoh. Karena hanya orang-orang yang merasa lapar yang tergerak mencari makan dan hanya orang-orang yang merasi bodoh yang tergerak untuk terus belajar dan berlatih.

Pelajari juga: Cara optimasi potensi diri
Senin, 06 April 2020