Browsing "Older Posts"
Raih Sukses Dengan 5 ON ala Zamil Azzaini
Semua orang mendambakan kesuksesan. Berbagai macam, cara, upaya dan kerja keras dilakukan hanya untuk mengejar satu kata yaitu "SUKSES". Namun sayangnya tidak semua orang mampu mencapai kesuksesan yang diinginkan. Untuk itu kami share cara meraih sukses dengan 5 ON.
Ilmu ini saya dapatkan dari buku yang berjudul 'ON' yang ditulis oleh Zamil Azzaini seorang motivator top Indonesia atau yang biasa dikenal dengan inspirator sukses mulia. Saya membeli buku tersebut saat mengikuti seminar beliau sewaktu di Korea.
Isi buku ini menurut saya sangat luar biasa penuh dengan motivasi, inspirasi, dan strategis sehingga saya rasa seluruh generasi muda Indonesia perlu membacanya. Untuk itu saya merangkum sedikit isi dari buku tersebut dan saya bagikan melalui artikel ini. Jika anda ingin membaca buku tersebut secara utuh silakan beli bukunya.
Bagi saya ON tersebut sama seperti sebuah tombol ON yang jika kita tekan maka akan mengaktifkan sendi-sendi kekuatan yang kita miliki.
Ya ON tersebut adalah MOVE 'ON', VISI'ON', ACTI'ON', PASSI'ON', COLLABORATI'ON' mari kita urai satu persatu
MOVE ON
VISION
ACTION
PASSION
COLLABORATION
Menjadi Agen Perubahan di era Industri 4.0
Jadilah Agen Perubahan Bukan Follower
Seperti yang kita ketahui bersama Dunia dan seisinya terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu tanpa ada yang mampu menghentikannya dan tiada yang bisa menghindar darinya.
Zaman akan terus berubah berubah dan berubah, tidak ada yang kekal kecuali perubahan itu sendiri begitulah kenyataannya siapa yang tidak ikut berubah makan akan tergilas oleh roda perubahan.
Bumi yang kita pijak, lingkungan yang kita tinggali, manusia, teknologi, ilmu kesehatan, musik, pendidikan dan berbagai bidang lainnya semuanya akan berubah dengan cepat dan tiba-tiba baik dengan kita sadari maupun yang tidak kita sadari.
Perubahan akan membuat kita merasa tidak nyaman dan mengacaukan yang sudah ada, namun tidak ada pilihan lain selain beradaptasi. Ya hanya mereka yang memiliki sifat adaptif dan responsif terhadap perubahan yang mampu bertahan seperti kata Charles Darwin berikut:
Siapa dan apa saja yang tidak menyesuaikan dengan pembaruan atau perubahan akan menjadi usang, tertinggal, binasa, dan berakhir dengan kepunahan. Teknologi yang paling maju sekali pun di masa lalu jika tidak berubah mengikuti Tren pasti punah di masa sekarang apa lagi di masa mendatang mungkin akan dilupakan.
"The world is changing very fast. Big will not beat small anymore. It will be the fast beating the slow"
Dunia berubah sangat cepat. Yang besar tidak akan mengalahkan yang kecil lagi. Ini akan menjadi yang cepat mengalahkan yang lambat” Rupert Murdoch
Sejak Canon mengeluarkan kamera digital kamera kodak yang masih menggunakan roll film langsung bangkrut. CD dan kaset dan tape bangkut sejak munculnya memory card. Mall-mall besar pada bertumbangan sejak munculnya marketplace, koran dan arus media utama gulung tikar jika tidak beralih ke online. Setiap ada pembaruan maka yang lama kan mati jika tidak mengikuti arus tersebut.
Dulu HP yang sebatas untuk telfon dan SMS sekarang dengan HP di tangan kita bisa melakukan banyak hal menonton film, mendengarkan musik, video call, sebagai navigasi untuk mencari alamat, belanja online, mengambil gambar/memotret, membuat video, browsing mencari info apapun di internet, bermain medsos, game dan kecanggihan kecanggihan lainnya dari HP kita apa lagi sekarang sudah dilengkapi dengan Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Pergeseran dari paper ke digital seperti buku menjadi e-book, seminar menjadi webinar, tiket menjadi e-ticket, kursus menjadi e-course, bayar tol manual menjadi e-toll, transfer manual menjadi internet banking, dan masih banyak lagi.
Bahkan banyak pekerjaan manusia yang sudah digantikan oleh mesin atau robot. Dengan adanya sistem keamanan bersasis komputer Polisi dan Satpam tidak perlu lagi melakukan patroli cukup dengan CCTV sebagai pengawasnya keamanan bisa dikendalikan. Produksi-produksi industri dilakukan oleh robot dan lain-lain.
Semua perubahan diatas bukan hanya bisa mempengaruhi perilaku manusia tetapi juga bisa menguba tatanan dunia.
Perubahan adalah sunnatullah, sudah menjadi hukum alam di dunia ini maka yang harus kita lakukan adalah jangan puas dan terlena dengan keadaan sekarang, bersiap dan antisipasi dengan perubahaan yang akan terjadi, berdaptasi dengan perubahan, memonitor perubahan, nikmatilah setiap perubahan, dan bersiap untuk berubah lagi dan lagi. Tidak ada pertumbuhan di zona nyaman dan tidak ada kenyamanan di zona pertumbuhan.
Ciri hidup adalah berubah, bertumbuh dan berkembang tidak stagnan. Bahkan jika anda memilih diam dan tidak mau berubah dunia akan tetap berubah. Dan anda akan tertinggal bahkan lebih parahnya lagi anda akan menjadi barang rongsokan yang bernilai rendah, dicampakkan dan berujung di tong sampah.
Perubahan yang sangat cepat pada dunia ini memiliki 3 karakter
Speed : Perubahasan yang begitu cepat, didukung oleh teknologi canggihSurprise : Banyak hal baru yang tidak terduga, dan berdampak luar biasa
Sudden Shift: Pergeseran tiba-tiba, tidak hilang namun berpindah
Disruption (distrupsi)
Inovation (Inovasi)
Iteration (Iterasi)
10 keterampilan yang dibutuhkan di era industri 4.0
- Complex problem solving (pemecahan masalah yang kompleks)
- Critical thinkink (Berpikir kritis)
- Creativity (Kreativitas)
- People management (Manajemen orang)
- Coordinating with other (Berkoordinasi dengan yang lain)
- Emotional Intelligence (Kecerdasan emosional)
- Judge And decision making (Hakim (menilai, mengadili, mempertimbangkan) dan pengambilan keputusan)
- Service orientation (Orientasi layanan)
- Negotiation (Negosiasi)
- Cognitive Flexibility (Fleksibilitas Kognitif)
Kaidah SMART meraih goal
Cara SMART Gapai Target Anti Gagal
Berikut adalah kaidah SMART untuk meraih target impian
Spesific (spesifik)
Measurable (terukur)
Achievable (dapat dicapai)
Realistic (realistis)
Time bound (batas waktu) / Timely (tepat waktu)
Manajemen, unsur dan fungsi manajemen
Manajemen yang baik adalah kunci kesuksesan sebuah organisasi. Hanya dengan kemampuan manajerial yang mumpuni sebuah organisasi bisa berjalan dengan baik.
Untuk itu setiap SDM yang terlibat dalam organisasi harus paham betul apa arti dari manajemen, hal-hal yang berkaitan dengan manajemen dan fungsi dari menejemen.
Manajemen memiliki banyak sekali definisi, secara etimologi manajemen berasal dari bahasa Inggris 'management' yang artinya 'pengelolaan, pengurus, pimpinan, penyelenggaraan'
Menurut KBBI manajemen memiliki dua definisi yaitu
- Penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran
- Pimpinan yang bertanggung atas jalannya perusahaan dan organisasi
- Orang yang mengatur pekerjaan atau kerja sama diantara berbagai kelompok atau sejumlah orang untuk mencapai sasaran
- Orang yang berwenang dan bertanggung jawab membuat rencana, mengatur, memimpin, dan mengendalikan pelaksanaannya untuk mencapai sasaran tertentu.
Unsur-unsur dalam manajemen
1. Man (manusia)
2. Methods (metode)
3. Machines (Mesin)
4. Material (bahan)
5. Money (uang)
6. Market (pasar)
Fungsi Manajemen
Planning (perencanaan)
Organizing (pengorganisasian)
Actuating (menjalankan, pelaksanaan, menggerakkan)
Controling (pengendalian/pengawasan)
Analisis SWOT, Cara Ampuh Menjadi Pemenang
Jadilah Pemenang dengan Analisis SWOT
Analisis SWOT sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang seperti Bisnis, Politik, Olah raga dan Karir dalam pekerjaan. Namun, sayangnya masih banyak seseorang, tim atau organisani yang belum paham bahkan belum mengetahi apa itu analisis SWOT.
Analisis SWOT dibuat oleh Albert Humphrey saat memimpin riset pada Universitas Stanford dengan memakai data dari perusahaan-perusahaan Fortune 500.
Analisis SWOT adalah alat yang digunakan untuk mengembangkan strategi, memonitor dan mengevaluasi. Analisis SWOT sangat relevan dengan nasihat panglima Jenderal Tiongkok berikut:
"Kenali dirimu, kenali musuhmu, dan kenali medan tempurmu. Dan kau akan memenangi seribu medan pertempuran" (Sun Tzu)
Untuk mengenali diri sendiri, organisasi, mengenali musuh/kompetitor, dan medan maka kita butuh yang namanya 'Data". Tanpa data kita akan sulit menyusun rencana strategis. Ibarat pergi berperang menyerang musuh tanpa data itu sama seperti misi bunuh diri. Dengan data yang akurat berapa jumlah pasukan musuh, apa saja persenjataannya, bagaimana strategi berperangnya, apa kelemahan pasukan sendiri dan kelemahan pasukan musuh serta menguasai medan tempurnya, maka akan sangat mudah kita menyusun rencana strategis untuk memenangkan pertempuran. Begitu juga dalam bisnis dan bidang lainnya..
Di Jepang kita mengenal yang namanya Ninja atau Shinobi, ya Ninja adalah intelijen tingkat tinggi yang bertugas memata-matai dan mengumpulkan informasi/data.
Di era modern ini kita juga perlu membangun pasukan ninja atau intelijen untuk mengumpulkan informasi dan kemudian mengolahnya menggunakan metode analisis SWOT untuk dipergunakan dalam memenangkan persaingan bisnis, politik, olah raga dll.
SWOT adalah akronim dari kata Strenght (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Thtreats (ancaman).
Strenght (kekuatan) dan Weakness (kelemahan) adalah faktor internal yang berada dalam kendali kita, akan tetapi penting bagi kita untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan kompetitor kita.
Sedangkan Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman).adalah faktor eksternal yang berada diluar kendali kita
Berikut adalah contoh analisis SWOT dalam bisnis kuliner
Strenght (kekuatan)
- Rasa nikmat
- Pelayanan cepat dan ramah
- Tempat strategis
- Staf memiliki kemampuan yang mumpuni
- Memiliki reputasi yang baik di mata pelanggan
- Tim yang solid dan loyal
- Tempat asyik
Weakness (kelemahan)
- Lahan parkir sempit
- Model bisnis yang perlu diperbaiki
- Proses bisnis yang perlu diperbaiki
- SOP tidak dilaksanakan dengan baik
- Tidak ada standar mutu
Opportunities (peluang)
Peluang adalah ruang gerak, baik yang konkret maupun yang abstrak, yang memberikan kemungkinan bagi suatu kegiatan untuk memanfaatkannya dalam usaha mencapai tujuan. Faktor opportunities bersifat dari lingkungan sekitar, contoh:- Regulasi pemerintah yang mendukung
- Minim persaingan
- Pasar yang masih luas
- Acara atau event tertentu yang bisa dimanfaatkan perusahaan dalam menumbuhkan bisnis atau menaikkan omzet
Threats (ancaman)
- Apakah sudah ada pesaing yang bisa merebut pelanggan anda
- Apakah ada new entrant (pendatang baru) yang berpotensi mengambil market anda
- Apakah pemasok bahan baku selalu tersedia dan harganya selalu sama
- Apakah market behavior (pelaku pasar) berubah dan berdampak negatif pada bisnis anda
- Tren pasar yang terus berubah dan mengancam kelangsungan bisnis anda
- Kompetitor yang terus berinovasi
|
Strength |
Weakness |
Opportunities |
Threats |
|
1.
Rasa nikmat 2.
Pelayanan cepat dan ramah 3.
Tempat strategis 4.
Staf memiliki kemampuan yang mumpuni 5.
Memiliki reputasi yang baik di mata pelanggan 6.
Tim yang solid dan loyal 7.
Tempat asyik
|
1. Lahan parkir sempit 2. Model bisnis yang
perlu diperbaiki 3. Proses bisnis yang
perlu diperbaiki 4. SOP tidak dilaksanakan
dengan baik 5. Tidak ada standar mutu
|
1. Regulasi pemerintah
yang mendukung 2. Minim persaingan 3. Pasar yang masih luas 4. Acara atau event
tertentu yang bisa dimanfaatkan perusahaan dalam menumbuhkan bisnis atau
menaikkan omzet
|
1. Apakah sudah ada
pesaing yang bisa merebut pelanggan anda 2. Apakah ada new entrant
(pendatang baru) yang berpotensi mengambil market anda 3. Apakah pemasok bahan
baku selalu tersedia dan harganya selalu sama 4. Apakah market
behavior (pelaku pasar) berubah dan berdampak negatif pada bisnis
anda 5. Tren pasar yang terus
berubah dan mengancam kelangsungan bisnis anda 6. Kompetitor yang terus
berinovasi |
Strategi yang dihasilkan
- Meningkatkan segala kekuatan yang sudah dimiliki oleh perusahaan
- Memperluas lahan parkir
- Memperbaiki model bisnis
- Memperbaiki proses bisnis
- Mengontrol pelaksanaan SOP agar berjalan dengan baik
- membuat standar mutu produk dan layanan
- Memperluas pasar
- Membuat event atau menjadi sponsor acara yang akan berdampak baik bagi perusahaan
- Mengedepankan kepuasan pelanggan agar pelanggan tidak lari ke kompetitor
- Terus melakukan inovasi, dll.
Tingkatan Ilmu Menurut NLP VS Empat Kuadran Roda Bob Sadino
“There is no elevator to success. You have to take the stairs”
“Tidak ada lift untuk mencapai kesuksesan. Kamu harus menaiki tangga”
Saya sangat setuju dengan kutipan diatas, bahwasanya tidak ada yang instan di dunia ini bahkan mie yang katanya instan pun harus diproses terlebih dahulu sebelum benar-benar bisa dinikmati. Ibu melahirkan harus melewati masa hamil sekitar 9 bulan, seekor ulat harus berproses menjadi kepompong dulu sebelum menjadi kupu-kupu yang cantik, semua ada tahapan yang harus dilalui barangsiapa yang tidak mampu berproses sudah bisa dipastikan ia akan gagal dalam meraih kesuksesan dibidang apapun.
Begitu juga dalam mencapai suatu keahlian, ada tahapan atau tingkatan yang harus Anda lalui, berikut adalah tingkatan ilmu menurut NLP dan empat kuadran roda Bob Sadino:
Tingkatan ilmu menurut Neuro-Linguistic Programming (NLP)
1. Unconscious Incompetence
2. Conscious Incompetence
3. Conscious Competence
4. Unconscious Competence
5. Mastery
Begini jadinya jika hidup tanpa tujuan
Di suatu siang yang terik Catim menghampiri taksi yang sedang mangkal dan langsung masuk kedalam taksi tersebut.
Sopir: "Selamat siang pak, Bapak mau saya antar kemana? (sambil menyalakan mesin mobil dan argometer)
Catim: "Hhmmm kemana yach!!!... Gak tau mas bingung... terserah mas aja dech mau bawa saya kemana.."
Sopir: "?!#!?#!?" (melongo)
Sopir taksi pun segera mengendari taksinya dan membawa Catim pergi tanpa tujuan yang jelas menghabiskan bensin dan tentu saja membuang-buang waktu untuk hal-hal tidak jelas. Ketika taksi berhenti disuatu tempat tidak menyenangkan Catim langsung tersadar lho kok berhenti disini sih, ini bukan tempat yang saya harapkan. Sedangkan dimanapun taksi itu berhenti atau kehabisan bensin, mau gak mau Catim harus membayar biaya yang tertera di argometer. (syukur-syukur kalau berhentinya ditempat yang asyik kalau berhentinya di tempat yang angker kan gak lucu)
Begitu juga dengan hidup, meskipun Anda tidak memiliki tujuan hidup, yang namanya kehidupan akan terus berjalan dan waktu yang sudah berlalu tidak akan bisa diputar kembali meskipun hanya satu detik.Jadi kalau Anda menjalani hidup tanpa tujuan yang jelas itu artinya Anda hanya menunggu mati saja, buang-buang waktu, tenaga, pikiran, dan materi. Dan ketika Anda berada di suatu kondisi sudah renta serta tidak punya apa-apa, Anda akan menyesali bahwa itu bukanlah kehidupan yang Anda inginkan.
Lihatlah di sungai yang mengikuti arus itu hanya kotoran, sampah dan bangkai saja kemana pun arus membawa pokoknya ikut saja (syukur kalau bermuara di lautan yang luas atau di dana yang jernih, bagaimana kalau nyangkut di selokan atau comberan?). Sedangkan ikan yang hidup dia akan berenang mengikuti tujuan meskipun melawan arus.
Memang ada orang yang bisa sukses tanpa perencanaan dan tujuan hanya mengikuti arus kehidupan yang membawanya saja tapi itu hanya sedikit orang saja dan itupun mungkin karena faktor keberuntungan. Dan biasanya sukses yang seperti ini tidak bisa diturunkan atau diajarkan ke orang lain karena tidak memiliki pola.
Setidaknya kita hidup di dunia harus memiliki dua tujuan yaitu TUJUAN DUNIA dan TUJUAN AKHIRAT. Lalu berusahalah untuk mencapai tujuan tersebut dengan mengerahkan seluruh potensi yang kita miliki akal, tubuh, ilmu, relasi, strategi, alat dan lain-lain. Hingga kita bisa mencapai kesuksesan di dunia dan di akhiran, kemudian mengajarkan dan menularkan pola kesuksesan tersebut kepada orang lain.
Jangan sampai kita menua dan mati tanpa memberikan usaha terbaik. Lakukanlah yang terbaik sebelum penyesalan datang. Ingatlah penyesalan itu ada dua yakni menyesal karena telah melakukan sesuatu dan menyesal karena belum sempat melakukan sesuatu sementara kesempatannya sudah tidak ada lagi.
Simaklah kisah berikut....
Pada hari pertama kegiatan perkuliahan, seorang dosen bergelar profesor memberikan mata kuliah umum di auditorium sembuah kampus ternama. ketika sesi penyampaian motivasi, sang dosen meminta salah seorang maha siswa untuk naik ke panggung auditorium itu.
Kemudian sang dosen menunjuk sebuah papan dart yang sudah terpasang di papan tulis yang berada ditengah panggung dan menghadap ke para maha siswa.
" Anda lihat papan dart itu?" tanya sang dosen
"ya, saya lihat prof!" maha siswa itu menatap papan dart dengan penuh tanda tanya
"Saya beri Anda tiga buah anak panah dart, jika semua lemparanmu tepat mengenai papan itu di angka berapa saja, saya beri Anda hadiah. Mau?"
"Mau banget, prof". Maha siswa tersebut terlihat bersemangat dan wajahnya pun berseri-seri
Lemparan pertama, tepat mengenai angka 5. Lemparan kedua anak panah menancap kuat di angka 8. Dan lemparan ketiga anak panah mendarat di angka 3. Sang dosen pun memberikan hadiah kepada maha siswa tersebut sesuai dengan janjinya.
Lalu maha siswa tersebut menuruni panggung sambil melambai-lambaikan hadiah itu ke teman-temannya.
"Baik, berikutnya giliran perempuan yang maju, satu orang saja. Silakan siapa yang bersedia"
"Saya" Seorang maha siswi tercantik dikampus itu mengangkat tangan dan langsung bergegas menaiki panggung.
"Ok, saya beri Anda tiga kesempatan untuk melempar anak panah dart, dan jika skor Anda diatas skor teman Anda tadi, Anda berhak mendapatkan hadiah yang sama seperti teman Anda tadi, plus saya jamin Anda mendapat nilai A untuk semua mata kulah saya.
Senyum manis terlihat merekah diwajah cantik maha siswi itu membuatnya terlihat jauh lebih cantik lagi. Maha siswi itu pun bersiap untuk membidik sasaran.
Ketika maha siswi itu ingin melemparkan anak panah pertamanya tiba-tiba sang dosen berkata
"Tunggu dulu" Kemudian sang dosen mengambil papan dart tersebut dan menaruhnya dibalik papan tulis.
Senyum ceria di wajah maha siswi itu hilang seketika dan berganti dengan raut wajah yang penuh dengan kebingungan.
"Ayo, cepat lempar" Sang dosen memerintahkan sambil tersenyum
Maha siswi tersebut terlihat ragu-ragu
"Sudah lempar saja jangan ragu-ragu"
Maha siswi tersebut segera melemparkan ketiga anak panah secara serampangan dan terlihat tidak begitu bersemangat.
Tuk..... tuk...... tuk.
"Bagaimana, lemparan Anda lebih baik atau lebih buruk dari lemparan temanmu tadi?"
Maha siswi tersebut terdiam dengan wajah kebingungan, tak tahu apa yang harus ia katakan. Melihat hal tersebut sang dosen langsung menyapu pandangannya ratusan maha siswanya yang sedang menyimak antusias
"Pelajaran apa yang bisa kalian ambil dari dua peristiwa tadi" Tanya dosen
Seorang maha siswa mengangkat tangan. " Jika kita memiliki target/tujuan yang jelas kemungkinan keberhasilannya jauh lebih besar dibanding tidak memiliki target yang jelas"
Maha siswa lain menimpali, "melihat target dengan jelas menentukan tingkat keberhasilan untuk mencapai target tersebut"
"Intinya kita butuh target, prof" ujar seorang maha siswi merangkum jawaban kedua rekannya.
Sang dosen tampak begitu lega mendengar jawaban para maha siswanya itu. Mereka paham betul pelajaran penting dari hal yang ia demonstrasikan itu. Kemudian yang dosen mengalihkan perhatiannya ke gadis cantik yang masih berdiri mematung di dekatnya.
"Baik, karena Anda sudah berani tampil untuk naik ke panggung, saya sangat mengapresiasikan keberanian dan usaha Anda"
"Ini hadiah untuk Anda, Terkait mata kuliah saya, silakan Anda belajar dengan keras jika ingin mendapat nilai A." Ujar sang dosen
Setelah mengucapkan terima kasih, maha siswi tersebut langsung menuruni panggung sambil melambai-lambaikan hadiah yang ia terima dari sang dosen.
Baca juga: Kaidah SMART mencapai goal anti gagal
Dari kisah tersebut, saya yakin Anda bisa mengambil banyak pelajaran yang terkandung didalamnya tanpa perlu saya jelaskan lagi.
So tetapkan target/goal Anda mulai hari ini juga, jangan tunda lagi
Namun yang perlu diperhatikan adalah tujuan itu tak akan cukup hanya diucapkan tetapi juga harus ditulis bahkan kalau perlu harus dideklarasikan juga.
Pada tahun 1954 para peneliti mendata semua lulusan Yale University. Ternyata pada tahun tersebut hanya 3% dari mereka yang memiliki goal tertulis.
Dua puluh tahun kemudian. 1974. Para peneliti mendata kembali para lulusan tersebut. Hasilnya sangat mengejutkan. Mereka yang memiliki tujuan tertulis hidupnya jauh lebih sukses dan lebih bahagia.
Yang menjadi pengusaha, bisnis mereka sangat maju, yang menjadi karyawan, mereka menjadi karyawan yang sangat berprestasi dengan gaji yang tinggi. Begitu juga dibidang lainnya, dan total kekayaan mereka yang 3% ini jauh berbeda dibandingkan dengan total kekayaan yang diraih 97% lulusan lainnya.
Ya pencapaian 3% lulusan yang menuliskan goal mereka jauh diatas rekan-rekan satu almamater yang tidak punya tujuan/goal tertulis.
So, Yakin belajar tanpa tujuan
yakin masih mau menjalani hidup tanpa tujuan?
Seperti kata Buya Hamka
"Jika hidup sekedar hidup, kera di hutan juga hidup. Jika kerja sekedar kerja kerbau di sawah juga kerja"
Dalam segala hal kita harus punya tujuan
Bepergian
Belajar
Bekerja
Beribadah dan lain-lain
Semua harus ada tujuan jelas yang akan dicapai agar tak jadi sia-sia dan buang-buang waktu.
Selanjutnya setelah Anda memiliki tujuan tertulis segera deklarasikan tujuan tersebut kepada teman-teman, sahabat-sahabat, keluarga dan guru. Bahkan kalau perlu posting di medsos seperti fb dan ig dan tag teman-temanmu agar Anda lebih bersemangat dalam meraih tujuan yang sudah Anda tulis, selain itu akan ada yang mengingatkan ketika Anda lupa atau sedang dalam keadaan tidak bersemangat.
Baca juga: mantra sakti meraih tujuan
Tiga Titik Hitam Yang Bisa Menghancurkan
Tiga titik hitam yang menghancurkan
Tiga titik hitam yang membuat Anda gagal sukses
1. Blaming (Menyalahkan)
2. Excuse (Alasan)
3. Denial (Menolak/menyangkal)
Tiga titik hitam yang menghancurkan
1. Kesombongan
2. Ketamakan
3. Kedengkian
Paksalah Meskipun Sakit
KADANGKALA PEMAKSAAN ITU HARUS MESKIPUN GAK ENAK!!!
"Carilah teman yang memaksa kamu untuk berkembang bukan yang membuat kamu nyaman"Itu adalah nasihat yg sampai saat ini saya ingat meskipun saya lupa dari mulut siapa nasihat itu keluar.
Ya teman yang baik bukanlah teman yang membuat kita nyaman yang selalu mendukung dan membela kita tak peduli kita benar atau salah pokoknya dukung terus sampai mati persis seperti di film-film, bukan pula teman yang selalu membiarkan kita meskipun kita sedang di jalan yg salah, keliru atau khilaf.
Tetapi teman yang baik adalah teman yang memaksa kita untuk berkembang, selalu mengingatkan dan menasehati jika kita salah, mengajak kepada kebaikan, mencerdaskan dan menshalehkan.
Carilah sekolah yang memaksa kita untuk berkembang
Ibarat bibit, sebagus apapun kualitas bibit tersebut jika ditanam di tanah yang tandus dan nihil unsur hara/nutrisi bibit tersebut tidak akan bisa tumbuh, tetapi bibit yang kualitasnya biasa saja jika di tanam ditanah yg subur dan kaya akan unsur hara dia akan tumbuh dengan maksimal apalagi bibit unggul kualitas terbaik.
CELAKANYA banyak orang tua yang pasrah terhadap anaknya tidak bisa mengatur anak bahkan cenderung diatur oleh anak.
Contoh nyata yang banyak saya temukan adalah ketika anak-anak ingin mendaftar ke sebuah sekolah banyak para orang tua yg tidak bisa menentukan sikap dengan berkata "Saya mah terserah anak saja mau sekolah dimana gak mau maksain anak takut percuma di paksain juga"
Tanpa menggali informasi teman-temannya kelak seperti apa, lingkungannya seperti apa, kurikulum dan programnya seperti apa fasilitasnya ada apa saja. Karena memilih sekolah berarti memilih teman, senior/kakak kelas, guru, memilih lingkungan, kurikulum, program dan fasilitas yg disediakan (satu paket).
Padahal sunnahtullah sifat anak-anak adalah suka teman dan lingkungan yang membuatnya nyaman dan gak suka di paksa. Saya pasti kalau anak disuruh milih sendiri mereka akan memlilih lingkungan pendidikan nyaman, tidak banyak tekanan, minim, program dan sebagainya.
Kalau bukan kita para orang tua yang memaksanya mau siapa lagi?
Memang semua sekolah itu baik tidak ada yg buruk tapi sekali lagi untuk tumbuh kembang anak yg tidak bisa diulang kita wajib memaksakan anak untuk memilih teman dan lingkungan yang terbaik dari yg terbaik. Karena anak belum paham bagaimana caranya untuk berkembang, bagaimana caranya membentuk karakter dan berbagai hal yang dibutuhkan untuk masa depannya kalau bukan kita orang tua yang mengarahkan siapa lagi?
Yang ada dipikiran anak-anak hanya bermain, santai-santai, cari kenyamanan dan sejenisnya. Kecuali anak-anak tertentu saja yang memiliki kelebihan mereka sudah paham sendiri.
Memang untuk urusan bakat kita orang tua tidak boleh memaksakan bahkan harus nurut sama anak misal anak kita bakatnya komputer, masa! Kita paksain anak kita untuk jadi pemain bola, ini sama saja memaksa gajah untuk berenang, sia-sia saja. Meskipun pada akhirnya anak kita jadi pemain bola tetap saja dia hanya jadi pemain biasa tidak bisa jadi pemain bintang.
"Ah kan bakat bisa kalah dengan latihan keras"
Ya itu benar sedikit pun tidak ada huruf yang salah ditulisan itu
Tapi percayalah latihan keras saja akan terlindas oleh orang yang berbakat dan menjalani latihan keras.
Sudah sudah kita kembali ke laptop sekali lagi untuk urusan mencari teman, likungan pendidikan dan lingkungan pergaulan kita sebagai orang tua wajib memaksa mau gak mau "WALAYAKUDU".
Saya ingat betul waktu saya masih anak-anak kalau saya tidak berangkat sekolah atau mengaji kedua orang tua saya akan sangat marah bahkan ayah saya tidak segan memukul saya. Memang waktu itu saya kesal sekali tapi seiring kedewasaan saya bertambah saya malah bersyukur oh kalau gak gitu mungkin sekarang saya gak bisa ngaji "baca Qur'an" seperti teman-teman saya yang lain masih banyak yang belum bisa baca Al-Qur'an meskipun sekarang sudah dewasa.
Bukan hanya itu orang tua saya juga memaksa saya untuk puasa full di bulan ramadhan, saya yang awalnya terpaksa saya jadi terbiasa bahkan alhamdulillah meskipun sedang bekerja berat di perusahaan peleburan di Korea Selatan yang suhunya diatas 35°C puasa tidak pernah terlewat saya bersyukur kalau waktu kecil saya tidak dipaksa untuk puasa mungkin sekarang saya enggan berpuasa.
Untuk kebaikan jangan ragu memaksa meskipun gak enak, atau menyakitan. Meskipun awalnya gak enak tapi kalau sudah memanen hasil akan terasa nikmatnya.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal iya amat buruk bagimu; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (QS Al-Baqarah 216)